
Anggita benar-benar terbawa suasana romantis yang diciptakan Samuel, selama dia menjadi istri Byantara tidak pernah sekalipun Byantara bersikap lembut dan romantis kepadanya. Anggita benar-benar merasa dia begitu dihargai Samuel.
Bagaimana hatinya tidak terenyuh melihat kesungguhan Samuel.
"Maafkan mas Sam, percayalah aku sudah tidak mencintai mas Byan lagi. Itu semua hanya masa lalu ku, tapi saat ini ada suatu hal yang membuat ku tidak bisa pergi dari sini. Aku tidak mungkin meminta mas Sam menunggu ku, aku tidak mau jadi perempuan egois mas!" ujar Anggita dengan mata berkaca-kaca, dia tidak bisa memastikan kapan Byantara dan Sella punya anak, rasanya tidak mungkin dia meminta Samuel menunggunya. Bukankah itu terlalu egois, meminta Samuel menunggunya untuk waktu yang tidak pasti?
"Aku ingin kau menjawab ku dengan jujur Gita, apakah kau menyukai ku?" tanya Samuel menatap Anggita dengan intens.
Anggita terdiam sejenak, kemudian mengangguk. Samuel langsung tersenyum melihat anggukan Anggita.
"Baiklah, yang penting kau menyukai ku itu sudah cukup bagi ku Gita! Aku tidak tahu apa yang menyebabkan kau harus berada di sini sementara waktu. Tapi aku masih ingin menunggu mu hingga kau keluar dari Mansion ini, saat itu aku akan membawa mu dan Benji!" janji Samuel sambil meremas tangan Anggita yang berada dalam genggamannya.
"Baiklah mas Sam, tapi kau jangan terikat dengan ku mas. Kalau suatu hari kau menyukai perempuan lain, kau jangan merasa tidak enak pada ku. Karena aku juga tidak bisa memberikan waktu yang pasti mas," putus Anggita pada akhirnya.
"Baiklah Gita, terimakasih kau juga sudah menyukai ku dan memberi kesempatan pada ku," ujar Samuel yang bangun dari posisinya dan berpamitan pulang. Anggita pun ikut bangun,hendak mengantar Samuel keluar dari dalam Mansion.
"Aku rindu pada mu Gita, bolehkah aku memeluk mu sebentar?" ijin Samuel. Anggita mengangguk tersenyum, membuatkan Samuel memeluknya. Anggita benar-benar merasa nyaman dalam pelukan Samuel yang hangat itu
*********
Sella tersenyum senang dengan hasil rekamannya. Sella pun berencana mengirimkan rekaman itu pada Byantara.
Biar Byantara tahu kalau Anggita itu perempuan yang suka menggoda pria, dengan pria mana pun dia mau saja! Biar Byantara mengusirnya lagi dari Mansion ini seperti dulu saat. Aku memperlihatkan foto Anggita dengan pria lain. Dulu saja fotonya tidak bermesraan saja diusir Byantara, apalagi kini aku berhasil mengambil rekaman Anggita dipeluk Samuel! pikir Sella yang merasa seperti mendapatkan harta karun karena berhasil merekam Anggita yang menyatakan tidak mencintai Byantara lagi dan menyukai Samuel, bahkan membiarkan Samuel memeluknya.
Dasar perempuan murahan, sebentar lagi kau akan menerima akibatnya! Jangan pikir kau sudah mempunyai Benji bisa seenaknya saja! gerutu Sella sambil menekan tombol send pada telponnya genggamnya sambil tersenyum puas.
__ADS_1
*********
Prang!
Robby yang sedang menunggu surat yang ditandatangani Byantara tersentak kaget ketika Byantara mendadak menyapu semua barang di mejanya tanpa peringatan, bahkan laptop model terbaru yang baru dibeli belum lama itu juga ikut jatuh ke lantai.
Apa lagi ini? Perasaan laptopnya baru ganti sudah dibanting lagi. Tadi pagi masih cerah mukanya, kok tiba-tiba marah setelah melihat telpon genggamnya? pikir Robby menebak-nebak sambil memandang sayang ke arah laptop yang jatuh itu. Tapi Robby tidak berani bertanya dan hanya berdiri mematung menunggu instruksi. Tiba-tiba dia merasa ruangan itu menjadi mencekam. Byantara mendadak bangun dari duduknya.
"Itu sudah ku tandatangani, kalau ada meeting sore nanti kau batalkan semua!" instruksi Byantara yang langsung mengambil kunci mobil dan keluar dari ruangannya.
"Baik Tuan!" sahut Robby mengangguk, tapi mengomel dalam hati karena dia harus membatalkan meeting yang sudah dibuat dari Minggu lalu. Pasti rekan bisnis itu akan kecewa!
*********
Setelah Samuel pulang, Anggita kembali menuju ke dapur untuk mengisi waktu, ketika melihat Bu Darmawan dan Benji belum juga pulang. Tapi ketika tiba di dapur, semua Brownis yang dibuat sudah jadi, Anggita pun berterimakasih pada Bu Ida.
"Gak pa pa nona Gita, Bu Ida kan sekalian memasak. Kalau cuman jaga doang mah gak ganggu!" ujar Bu Ida.
Anggita kemudian memotong-motong kue itu dan memberikannya beberapa potong kepada Bu Ida.
"Dicoba Bu, enak gak?" tanya Anggita.
"Wah! Ini enak banget non! Bahkan Bakery terkenal saja kalah non!" puji Bu Ida kembali mengambil satu potong lagi dan memasukkannya ke mulut.
"Bu Ida paling bisa saja. Ya sudah. Aku mau mandi dulu Bu, gerah banget soalnya cuaca panas." ujar Anggita berpamitan dari dapur sambil membawa brownis buatannya yang sudah dipotong-potong dan dimasukkan ke kotak itu.
__ADS_1
Setelah menaruh kue itu di ruang makan, Anggita pun segera menuju ke kamarnya untuk mandi.
*********
Anggita yang merasa bahagia setelah kedatangan Samuel, saat keluar dari kamar mandi masih bernyanyi lagu kesukaannya menuju ke meja rias untuk mengeringkan rambutnya.
Nyanyian Anggita langsung terhenti ketika melihat Byantara yang sedang duduk di atas tempat tidurnya dan memandang ke arahnya, dengan kedua tangannya dilipat di dada.
"Begitu bahagia nya kamu sesudah dikunjungi kekasih mu itu?" sindir Byantara.
"Bukan urusan mu! Keluar dari kamar ku sekarang! Kau jangan sesuka mu masuk dalam kamar ku!" omel Anggita marah sambil menunjuk ke arah pintu, mengusir Byantara.
"Kau sungguh hebat ya! Membiarkan ibu menjaga Benji agar kau bisa bermesraan dengan pria itu!" ujar Byantara yang cemburu menghampiri Anggita.
"Apa mau mas Byan? Aku sudah menuruti kehendak mu untuk membawa Benji tinggal di sini sampai kau mempunyai anak dengan Sella. Tapi itu bukan berarti kau boleh mengatur hidup ku mas Byan!" ujar Anggita.
"Kau yakin kau sudah tidak mencintai ku Gita?" tanya Byantara mencengkram kedua lengan Anggita, membuat Anggita tidak bisa bergerak.
"Aku sudah menyesal mencintai mu dulu, mas Byan! Andai bisa mengulang masa itu, aku ingin tidak pernah jatuh cinta pada mu!Aku sudah lama membuang rasa cinta ku itu! Pengalaman adalah guru terbaik mas, aku tidak mungkin jatuh ke lubang yang sama lagi." jawab Anggita dengan yakin, Anggita merasa senang akhirnya hari ini Byantara bisa tahu perasaannya setelah kejadian empat tahun yang lalu. Setidaknya rasa sakit hatinya terbalas.
Mendengar perkataan Anggita Byantara tiba-tiba merasa hatinya menjadi sakit.
Mengapa dulu aku menyia-nyiakan cinta Anggita hanya karena alasan-alasan yang tidak masuk akal itu? Mengapa aku menyadari perasaan ku begitu terlambat? sesal Byantara.
"Aku tidak percaya kau bisa melupakan aku semudah itu Gita!" ujar Byantara yang tiba-tiba mengunci Anggita dalam pelukannya dan mendorong Anggita ke arah tembok.
__ADS_1
"Apa mau mu? Lepaskan!" ujar Anggita yang terus memberontak dalam pelukan Byantara.
Bersambung .............