Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Ingin bahagia juga


__ADS_3

Begitu melihat sebuah mobil asing yang masuk ke Mansion, dan melihat Anggita dan Benji yang keluar dari mobil, Samuel langsung melangkah keluar halaman.


Samuel menyambut senang kedatangan Benji dan Anggita. Hatinya langsung merasa lega, ternyata apa yang diucapkan sang nenek tidak menjadi kenyataan, pada akhirnya Anggita tetap membawa Benji ke Mansion Tang kembali.


"Benji anak hebat! Kau tidak apa-apa bukan?", tanya Samuel.


"Benci baik Om! Ada om lembo!" ujar Benji sambil menunjuk ke arah Rizky.


Samuel menganggukkan kepala kepada Rizky, kemudian berjongkok di bawah, seperti biasa Benji langsung melebarkan tangan minta digendong, Samuel langsung mengangkat dan menggendong Benji.


"Ayo! Kalian segera masuk ke dalam beristirahat dulu, kalian pasti sudah capek, apalagi Benji!" ajak Samuel.


"Terimakasih mas Rizky!" ujar Anggita sebelum masuk ke mansion, bagaimanapun Rizky sudah menolong Benji dan mengantar mereka pulang.


"Tidak perlu nona, saya menjalankan perintah dari Tuan saja," sahut Rizky yang merasa tidak enak.


"Terimakasih bang Rizky sudah mengantar kami pulang," ujar Hani sambil tersenyum manis, berusaha menarik perhatian Rizky.


"Aduh!" teriak Hani tiba-tiba. Tampak Bu Minah menjewer telinga Hani sambil mengomel.


"Heran ya! Kau sudah mau kuliah malah keluyuran tanpa tujuan. Jangan suka ikut campur urusan orang!"


Semenjak tahu kalau Anggita adalah bekas istri Byantara, Bu Minah tidak ingin Hani terlalu dekat dengan Anggita lagi. Bu Minah tidak mau terlibat dengan Anggita, apalagi sepertinya nenek Tang sudah punya rencana untuk mengganti Anggita dengan perawat lain.


"Ih..ibu! Hani sudah dewasa, jangan pakai jewer segala!" ujar Hani yang merasa malu karena sang ibu melakukannya di hadapan bang Rizky sang idola, sungguh memalukan!


"Saya permisi dulu nona Anggita," ujar Rizky berpamitan, dan segera berjalan masuk ke dalam mobil sebelum Bu Minah terlalu memperhatikannya dan sadar kalau dia adalah Ali. Anggita hanya mengangguk.


*********


"Siapa yang sudah menculik Benji?" tanya Samuel curiga.

__ADS_1


"Belum tahu Tuan, tapi mas Byan berkata kalau bukan dia yang menculik," sahut Anggita.


"Apakah kau percaya dengan perkataannya?" tanya Samuel ragu.


"Tadinya aku juga berpikir kalau mas Byan yang sudah menculiknya, tapi dia tetap tidak mengaku. Katanya kalau saya tidak percaya, saya diminta untuk bertemu orang yang sudah berhasil menemukan Benji, saat orang itu datang mengambil hadiah," cerita Anggita.


"Kau sudah bertemu dengan orang itu?" tanya Samuel lagi.


"Tidak Tuan, saya sudah tidak ingin berhubungan dengan mas Byan lagi, jadi semakin jarang bertemu semakin bagus. Bahkan kalau perlu tidak perlu bertemu sama sekali!" sahut Anggita sambil mengetatkan rahangnya.


Samuel semakin yakin kalau Anggita sudah benar-benar sangat membenci Byantara, saat mendengar Anggita mengatakan itu.


Sepertinya kesempatan sedang berpihak padanya, ketika dia melihat ke arah Benji yang berada di gendongannya sudah tertidur. Samuel langsung menggunakan kesempatan yang ada untuk menyatakan perasaannya.


"Gita, ayo ke kamar mu! Benji sudah tidur, dia pasti kelelahan karena sudah diculik seharian!" ujar Samuel.


Anggita pun segera menuju ke kamarnya, diikuti Samuel yang menggendong Benji. Setelah Anggita membuka pintu kamar, Samuel segera meletakkan Benji ke atas tempat tidur. Anggita segera melepaskan sepatu Benji.


"Gita! Aku yakin kau tahu perasaan ku pada mu! Maukah kau menerima perasaan ku dan ikut dengan aku ke New Zealand. Kalau kau sudah tiba di sana, aku yakin Byantara sudah tidak bisa mengganggu kalian. Aku berjanji pada mu kalau aku akan memperlakukan mu dan Benji dengan baik! Aku akan menjaga kalian dan menganggap Benji seperti putra ku sendiri" janji Samuel.


Mendengar itu, Anggita menjadi terlarut dengan perasaan dan terpengaruh. Selama ini tidak pernah sekali pun Byantara pernah perhatian padanya, perlakuan Samuel membuat dia merasa menjadi perempuan yang begitu berarti buat Samuel.


Ternyata seperti itu rasanya dicintai, aku merasa begitu bahagia! Tapi apakah aku pantas?


Tapi sekali ini aku tidak mau memikirkan apapun lagi, aku ingin menyambut kebahagiaan ku dan Benji, aku harus mengambil kesempatan itu, Mas Sam sepertinya tulus pada ku. Bahkan dengan begitu aku selamanya tidak akan bertemu dengan Byantara lagi. Maafkan aku yang egois ibu. Putus Anggita dalam hati, setelah itu Anggita mengangguk setuju dan tersenyum manis pada Samuel. Samuel langsung merasa senang dan perlahan bangun dan mengecup dahi Anggita penuh kasih.


"Jangan khawatir Gita, Aku akan segera menyusun keberangkatan kita!" ujar Samuel yang segera berjalan keluar dari kamar Anggita, Samuel sadar kalau dia tidak boleh terlalu lama berada di dalam kamar Gita, takutnya ada yang melihat dan menyebarkan gosip.


Tapi sayang, Samuel kalah selangkah, Bu Minah sudah mendengar semua pembicaraan Anggita dan Samuel.


Kepala pelayan yang setia kepada nenek Tang itu sudah pasti melaporkan apa yang dia dengar itu kepada junjungannya.

__ADS_1


*********


Mendengar cerita Bu Minah, nenek Tang hanya bisa mengepalkan tangannya geram dan menahan perasaan marahnya. Setelah berpikir sejenak, nenek Tang memberi instruksi pada Bu Minah.


"Aku harus segera melakukan sesuatu Bu Minah! Kau tolong hubungi nomor telpon Tuan Byantara, Aku harus berbicara dengan Tuan Byantara untuk menyelesaikan masalah ini!", perintah nenek Tang.


Nenek Tang adalah seorang perempuan berumur yang sudah berpengalaman, nenek Tang tidak ingin bertentangan langsung dengan Samuel cucunya sendiri.


Nenek Tang ingin membuat Anggita sendiri yang menolak Samuel, sehingga Samuel tidak memusuhinya.


*********


Byantara hari ini sepertinya ditakdirkan untuk emosi terus. Setelah Rizky kembali ke perusahaan, Rizky langsung diminta Byantara untuk menceritakan apa yang dia lihat saat mengantar Anggita dan Benji.


"Sepertinya hubungan Tuan Samuel dengan Nona Gita dan Benji sangat dekat. Begitu sampai halaman, Tuan Samuel langsung keluar halaman dan menyambut kedatangan nona Gita dan Benji. Bahkan Tuan Samuel langsung menggendong Benji, Benji langsung melompat ke pelukan Tuan Samuel, berbeda saat dia dengan Tuan Byantara, Benji kelihatannya sangat dekat dan menyukai Tuan Samuel," ujar Rizky dengan polos dan melaporkan dengan jujur apa yang dia lihat.


Mendengar laporan itu Robby yang merasa kaget.


Astaga! Polos banget nih si Rizky, kayaknya bentar lagi bakal ada yang meledak lagi! pikir Robby.


Benar saja! Byantara langsung meremukkan kertas yang berada di mejanya menjadi gumpalan dan melemparkan ke arah Rizky dengan kesal.


"Kau menghina aku tidak bisa mengambil hati anak ku ya!" omel Byantara.


"Tidak berani Tuan, saya hanya jujur menceritakan apa yang saya lihat saja," sahut Rizky.


Untung saja tiba-tiba telpon di ruang itu berbunyi.


"Tuan Byantara, ada telpon masuk dari nenek Tang, katanya masalah penting. Mau disambungkan?" tanya sang operator.


"Sambungkan!"

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2