
"Papa! Papa! Tolong aku, aku takut!"
"Tenang! Papa pasti akan menolong mu keluar dari tempat ini!", ujar Byantara sambil melepaskan ikatan pada tangan seorang anak laki-laki. Kemudian Byantara membuka kain hitam yang menutupi wajah anak kecil itu.
Byantara tersentak kaget ketika melihat anak kecil di hadapannya itu adalah dia sendiri saat masih kecil.
"Kau---Kau---siapa kau?" tanya Byantara kaget dan langsung terbangun dari tidurnya. Hentakan Byantara membuat Sella yang memang sudah tidak tenang sejak kedatangan Anggita, langsung ikut terbangun.
"Kau kenapa Byan?" Sella dengan jari-jarinya menghapus keringat di dahi Byantara.
Apakah kau mimpi buruk?"
Byantara sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sella, Byantara menepis tangan Sella dari dahinya dan langsung bangun dari tempat tidurnya. Tiba-tiba sebuah pikiran muncul di kepalanya.
Byantara langsung berjalan ke arah meja kerja yang terletak di kamarnya dan mulai membongkar isi laci itu. Sella yang ikut bangun dari tempat tidur tidak berani berkata apa-apa lagi ketika melihat wajah dingin Byantara, Sella hanya mengikuti Byantara dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan Byantara.
Sella kaget ketika Byantara mengeluarkan album yang berisi foto Byantara saat masih kecil. Setelah itu Byantara menyalakan telpon genggamnya dan membuka galeri foto Benji, kemudian Byantara membandingkan foto di album dan foto pada telpon genggamnya itu. Terlihat jari jemari Byantara yang bergetar setelah beberapa saat membandingkan foto itu.
Pantas aku merasa si tuyul itu wajahnya begitu familiar. Apakah dia anak ku?
Sella semakin ketakutan ketika melihat Byantara duduk mematung di meja kerjanya sambil menjambak rambutnya sendiri.
Semoga anak itu sudah dibunuh Arman, paling tidak sudah dibuang ke tempat jauh, kalau tidak posisi ku bisa direbut perempuan itu kembali! Harap Sella yang semakin tidak tenang.
*********
Sejak bangun dari tidurnya menjelang jam empat pagi, Byantara termenung hingga pagi di meja kerja kamarnya.
Semua kejadian empat tahun yang lalu terbayang kembali, bagaimana dia menuduh Anggita, tapi berakhir keduanya marah dan Anggita juga sama sekali tidak berniat menjelaskan foto yang ada padanya.
Dan terakhir saat Anggita meninggalkan Mansion, Anggita sendiri juga mengaku kalau anak yang di perutnya bukan anak nya.
__ADS_1
Kini menemukan kenyataan kalau Benji bisa jadi adalah anak kandungnya, hati Byantara menjadi sakit. Apalagi Byantara pernah mendengar cerita penderitaan yang dialami Benji saat kecil dari Theo.
Belum lagi suara Hani yang terngiang-giang di kupingnya yang mengatakan kalau Benji begitu senang kalau Samuel menjadi ayahnya.
Hal itu membuat Byantara duduk bagaikan patung hingga menjelang pagi, bahkan dia sama sekali tidak menyadari entah sejak kapan Sella sudah meninggalkan kamar.
Melihat kamar tidurnya yang sudah kosong akhirnya Byantara menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap ke kantor untuk menunggu hasil pencarian Benji.
*********
"Ke mana Sella?" tanya Byantara.
"Katanya ada job, tadi sudah berangkat!"
"Apa mungkin Gita mau tinggal di sini lagi Byan? Dia kan sudah punya anak, berarti dia sudah menikah dan punya suami?" sambung Bu Darmawan melanjutkan pertanyaan yang hendak dia tanyakan kemaren pada Byantara, tapi Byantara menghindarinya dan berkata sudah lelah. Ini saat yang tepat untuk bertanya, mumpung Sella sedang tidak ada, pikir Bu Darmawan.
"Ibu mau tidak melihat foto anak Gita?" tanya Byantara yang tiba-tiba ingin tahu bagaimana penilaian ibunya tentang Benji.
"Ini Bu!" ujar Byantara sambil menyodorkan telpon genggamnya.
Bu Darmawan segera mengambil kaca matanya dan melihat gambar di telpon genggam Byantara.
Bu Darmawan langsung menatap tidak percaya ke arah Byantara.
"Apakah kau pernah berhubungan dengan Gita lagi setelah kalian bercerai?" tanya Bu Darmawan dengan suara bergetar, Bu Darmawan melihat foto Benji merasa seperti melihat foto Byantara saat masih kecil.
"Saat Anggita meninggalkan Mansion, dia sedang hamil." ujar Byantara menggeleng.
"Mengapa kau membiarkannya pergi? Padahal dia sedang mengandung anak mu! Kau tahu berapa lama sudah ibu merindukan seorang cucu! Kau malah menikahi Sella dan membuang istri mu yang sedang hamil! Kau sungguh terlalu" sesal Bu Darmawan kini bangun dari duduknya, menghampiri Byantara dan memukul punggung Byantara dengan kesal. Byantara hanya membiarkan sang ibu melampiaskan kemarahannya.
"Aku tidak menyangka kalau itu anak ku, Bu! Anggita sendiri setelah ku desak mengaku kalau itu bukan anak ku!"
__ADS_1
"Kau masak tidak mengenal sifat Anggita? Kau tahu sendiri Gita jarang mau membela dirinya sendiri dan sifatnya agak tertutup. Kalau bukan anak mu memang anak siapa yang dia kandung? Kau sungguh bodoh Byan, kau bahkan tidak bisa mengenal orang yang sudah begitu lama tinggal bersama! Kau malah menuduhnya yang tidak-tidak! Kau cepat bawa pulang cucu ibu, ibu tidak mau tahu kau mau menggunakan cara apapun! Dia adalah milik keluarga Darmawan! Kau harus segera menemukan cucu ibu!" ujar Bu Darmawan kini menangis tersedu-sedu karena perasaan khawatir.
Bu Darmawan sudah lama memimpikan mempunyai cucu, tapi saat dia tahu kalau dia memiliki seorang cucu, dia harus menerima kenyataan kalau cucunya hilang, bagaimana dia tidak sedih.
"Aku sudah mengerahkan orang untuk mencari Benji Bu, bahkan aku sudah mengumumkan akan memberi hadiah yang besar pada orang yang berhasil menemukannya."
********
Akhirnya dugaan Samuel benar adanya ketika dia melihat berita di televisi kalau Byantara mencari anaknya yang hilang, dan foto yang terlihat adalah foto Benji. Nenek Tang juga terkejut melihat berita itu, nenek Tang tidak menyangka kalau perawatnya dulu adalah bekas istri Byantara.
Anggita sendiri tidak menyangka kalau Byantara akan mencari Benji dengan cara seperti itu. Akhirnya identitasnya sebagai bekas istri Byantara sudah pasti menyebar di Mansion Tang.
"Pantas saja Anggita terlihat anggun dan terpelajar, juga sangat cantik." Bu Minah memberi pendapatnya pada nenek Tang, saat nenek Tang bertanya atas penemuan baru mengenai identitas Anggita.
"Gita, apakah benar yang diberitakan oleh televisi?" tanya Samuel yang kecewa dengan berita itu, sebenarnya Samuel sudah dapat menebak ke mana Anggita menghilang kemaren malam, tapi dia hendak memastikan.
"Aku sulit untuk menjelaskan yang sebenarnya,Tuan Samuel. Tapi aku sungguh tidak menyangka kalau Byantara akan mencari dengan cara seperti itu," ujar Anggita yang sebenarnya mulai menyukai Samuel, tapi dengan kejadian itu Anggita tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Samuel untuk ke depannya.
"Tetapi mengapa kau tidak meminta bantuan ku saja? Mengapa kau harus melibatkan Byantara? Apakah kau masih punya perasaan pada Byantara?" tanya Samuel yang merasa kecewa.
"Sebetulnya aku bukan masih punya perasaan pada Byantara. Tadinya aku kira Byantara yang menculik Benji, makanya aku pergi mencari Benji. Tapi Byantara bilang akan membantu ku mencari Benji, aku sendiri tidak mengerti atas dasar apa dia mengaku Benji adalah anaknya." ujar Anggita yang juga bingung.
"Anggita, aku yakin kalau kau tahu aku menyukai mu. Aku benar-benar serius pada mu dan Benji. Apakah kau masih mempunyai perasaan pada Byantara? Apakah aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan hati mu?" tanya Samuel yang tidak bisa menahan perasaannya lagi.
Lebih baik aku mengakui perasaan ku sekarang, daripada Gita diambil Byantara kembali!
Anggita terpaku menatap Samuel, kalau dia mau jujur sudah pasti dia menyukai Samuel, bahkan akhir-akhir ini dia sering merasa jantungnya berdebar kencang setiap berada di dekat Samuel. Seperti perasaannya dulu pada Byantara setiap berdekatan. Tapi saat ini bukan waktu yang tepat untuk jujur.
"Maaf Tuan, saat ini bagi ku adalah Benji kembali dulu pada ku. Kalau Tuan mau tahu perasaan ku pada Byantara, aku akan jujur pada Tuan, aku sangat membenci Byantara!"
Bersambung...........
__ADS_1