Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Selalu menjadi yang benar


__ADS_3

"Tuan Byan, orang kita Rizky sudah berhasil masuk menjadi tukang kebun di Mansion Tang," lapor Robby begitu dia mendapat laporan dari Rizky.


"Apakah sudah ada informasi mengenai kegiatan Anggita di sana?" tanya Byantara menatap ke arah Robby sejenak, setelah itu masih melanjutkan tanda tangan ke kertas yang sudah sempat dia baca tadi sebelum Robby masuk.


"Sudah ada sedikit Tuan," sahut Robby.


"Langsung ceritakan saja!" ujar Byantara kini menatap ke Robby dan menghentikan kegiatannya itu.


"Sepertinya hubungan Tuan Samuel dan nona Anggita sangat dekat. Tuan Samuel membuat foto nona Anggita dan anaknya Benji untuk mengikuti lomba foto Internasional Tuan..." lapor Robby yang belum selesai sudah langsung diputus oleh Byantara


"Hanya membuat foto bersama itu tidak mencerminkan kedekatan hubungan Samuel dan Gita!"


"Memang harusnya tidak Tuan Byantara, apalagi Tuan Samuel yang sibuk berbisnis itu ternyata adalah salah satu fotografer hebat, hanya saja karena kesibukannya, Tuan Samuel tidak menerima tawaran dari orang yang ingin memakai jasanya sebagai fotografer untuk suatu acara, jadi dia hanya melakukan hal itu karena hobi saja Tuan." angguk Robby membenarkan ucapan Byantara.


"Nah kan! Makanya bilang si Rizky jangan sembarang ambil kesimpulan!" sahut Byantara merasa menang.


"Harus ku akui Gita itu memang cantik dan si tuyul kecil itu memang lucu. Tuan Samuel memang pintar memilih objek foto yang mau dia ambil, karena dia sudah profesional." puji Byantara tanpa sadar.


Robby menatap sejenak ke arah telpon genggamnya dan Robby memang harus mengakui kalau bekas istri Byantara memang cantik, tapi Robby tidak mengerti apa yang sudah membuat Byantara menceraikan Anggita. Robby memang pernah sekilas mendengar gosip kalau adanya orang ketiga, tapi Robby tidak pernah mendalami gosip yang beredar itu. Robby hanya merasa aneh saja karena selama ini Byantara kelihatannya gila kerja dan kurang menyukai istri barunya itu. Robby memang hanya konsentrasi pada pekerjaannya, jadi kurang suka bergosip.


"Tapi Rizky juga profesional Tuan Byantara, tentu dia tidak akan menebak sesuatu tanpa adanya alasan dan bukti. Ini saya berikan buktinya yang membuat Rizky mengambil kesimpulan kalau hubungan Tuan Samuel dan nona Anggita dekat," bela Robby yang segera menghampiri meja Byantara dan memperlihatkan foto yang berhasil diambil Rizky tadi.

__ADS_1


"Hanya sayang, Rizky hanya bisa mengambil satu gambar saja karena Rizky diikuti anak gadisnya kepala pelayan Mansion Tang terus."


Robby sama sekali tidak menyadari kalau emosi Byantara sudah sampai ke kepala saat melihat foto mesra yang berhasil diambil Rizky itu, bahkan wajahnya sudah berubah merah dan mencengkram telpon genggam Robby karena geram.


*********


"Aduh! Tuan Byan hati-hati! Nanti rusak" ujar Robby bersyukur dia memiliki refleks yang cepat dan berhasil menangkap telpon genggamnya yang dibanting Byantara.


Ketika melihat Byantara tiba-tiba bangkit dari duduknya, untung Robby segera menyadari kalau Byantara sedang marah. Robby sudah hafal dengan sifat Byantara yang kalau sedang marah, apa saja yang berada di hadapannya bisa dibanting. Sudah berapa laptop di meja sang Tuan yang rusak dibanting hanya karena emosi.


Huh mentang-mentang Sultan seenaknya saja. Handphone ku baru saja ku beli seharga gaji ku dua bulan, kok seenaknya mau dibanting. Lagipula nona Anggita sudah bercerai dari nya, hal yang wajar kalau dia mencari pengganti, mengapa Tuan Byantara harus marah, sedangkan dia sendiri juga sudah punya istri. Dasar egois! gerutu Robby kesal.


"Kalau rusak tinggal klaim ke kantor! Kalau sudah selesai laporannya kau boleh keluar! Hubungi Theo untuk datang ke sini!" perintah Byantara ketus dan melambaikan tangannya memberi tanda Robby sudah boleh keluar.


Di mana-mana yang namanya bawahan tetap harus mengalah, walaupun atasannya yang bersalah.


********


Begitu Robby sudah keluar dan ruangannya sepi, bayangan foto mesra Anggita dan Samuel terbayang terus di pelupuk mata Byantara. Byantara saja kesal dengan hatinya sendiri yang tidak bisa diatur itu. Akhirnya semua pekerjaan di atas mejanya tidak ada satupun yang dikerjakan.


Aku sungguh tidak rela kalau Gita hidup bahagia dengan pria lain, dia sudah mengacaukan hidup ku! Mengapa dia harus berakhir bahagia dengan pria lain. Dan tuyul kecil itu mengapa begitu menentang ku! Memang ada permusuhan apa antara aku dan dia? Saat aku mendekati Gita, dia malah mengganggu ku, tapi saat Samuel mendekati Gita, dia malah sengaja menghilang dan membiarkan Gita bermesraan dengan Samuel! Sepertinya kedua ibu dan anak itu memang muncul untuk mengacaukan perasaan ku dan selalu menentang ku. Aku tidak boleh kalah, aku harus membuat ibu dan anak itu tunduk pada ku! Biar perasaan ku puas dan aku bisa tidur dengan nyenyak!

__ADS_1


pikir Byantara yang mau menang sendiri itu. Maklum saja sang sultan sudah terbiasa selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, walaupun dengan cara pemaksaan, itu hal yang wajar menurutnya, Byantara sudah lupa saat Anggita memaksa Byantara untuk menikahinya, Byantara juga membenci hal itu.


**********


Sebetulnya yang merasakan sakit hati bukan hanya Byantara saja, Theo pun merasakan sakit hati ketika dia kembali berkunjung ke Mansion Tang untuk melihat perkembangan hubungan Anggita dan Samuel. Ternyata dia harus kecewa ketika melihat kedekatan Samuel dan Anggita. Bahkan Benji juga terlihat begitu menyukai dan dekat dengan Samuel.


Theo tentu tidak menyangka saat dia mengenalkan Anggita bekerja di Mansion Tang, suatu saat Samuel akan tertarik dengan Anggita, karena yang Theo tahu kalau Samuel itu sudah memiliki istri, dan hubungan Samuel dan istrinya begitu baik setahunya, Theo tentu tidak menyangka kalau Samuel akan bercerai dan berstatus duda.


"Apakah kau menyukai Anggita?" selidik Theo, ketika Samuel sudah sendirian, Anggita sudah permisi untuk masuk ke mansion karena dipanggil nenek Tang, dan Benji yang sudah capek juga sudah kembali ke kamar untuk tidur siang.


"Iya, aku memang menyukai Gita. Gita perempuan yang cantik dan baik, aku juga tidak keberatan dengan keberadaan Benji, karena aku juga menyukai Benji," jawaban jujur Samuel malah membuat Theo semakin merasa sakit hati. Padahal dia juga punya keinginan untuk menikahi Anggita. hanya sayang saja keadaannya yang belum memungkinkan. Tiba-tiba Theo merasa dia hanya menjadi penjaga Anggita saja, sepertinya dia hanya menyiapkan pasangan untuk Samuel, Samuel tanpa harus bersusah payah bisa menarik perhatian Anggita dan Benji, bahkan tidak memerlukan waktu lama.


"Kalau nenek mu tidak setuju?" tanya Theo lagi.


"Masalah pasangan kita yang menentukan sendiri, aku selalu menghormati nenek ku, tapi pasangan ku, akulah yang menentukan sendiri." Jawaban tegas Samuel membuat Theo terpaku dan mulai berpikir bagaimana menjauhkan Samuel dari Anggita. Bunyi telpon genggamnya membuat Theo sadar dari lamunannya.


"Baik pak Robby, saya akan segera ke sana." ujar Theo yang menggunakan kesempatan itu untuk pamitan pulang pada Samuel.


Kali ini aku harus memanfaatkan Byantara, agar Anggita tidak bisa dimiliki Samuel, pikir Theo .


Bersambung............

__ADS_1


Halo pembaca ku, author ingin mengabarkan pada pembaca, buat yang pernah mengikuti cerita Aku Hanyalah Pengganti, sudah di up bonus chapter nya, jangan lupa mampir ya. Terimakasih 🙏🤗🤗🤗



__ADS_2