Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Menjadi tertuduh


__ADS_3

Anggita menatap sedih ke arah Samuel dan memilih duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Samuel.


Maafkan aku Samuel, aku terlanjur bermimpi indah. Aku sudah terlalu meremehkan Byantara. Harusnya aku bisa lebih mengenal Byantara yang suka menghalalkan semua cara untuk mencapai keinginannya. Sepertinya tidak mungkin buat kita bersatu, maafkan aku yang sudah membuat kau menjadi seperti ini. Semoga kau bisa segera melupakan aku setelah ini dan menemukan gadis yang lebih baik. Aku tidak cocok untuk pria sebaik diri mu, ujar Anggita dalam hati dan mengelus punggung tangan Samuel dengan sedih, melihat Samuel yang terbaring tak berdaya dan belum sadar.


Anggita sudah memutuskan kalau Samuel kembali menjumpainya, dia akan menolak Samuel demi kebaikan Samuel sendiri.


"Terimakasih Anggita, nenek harap kau bisa menepati janji mu!" ujar nenek Tang sebelum Anggita meninggalkan Rumah Sakit itu.


*********


"Bagaimana keadaan nenek Tang? Apakah baik-baik saja?" tanya Bu Darmawan saat Anggita kembali dan hendak mengambil Benji. Tapi Benji terlihat sudah tertidur di kamar Bu Darmawan.


"Bukan nenek Tang Bu, tapi Samuel mengalami kecelakaan," sahut Anggita.


"Lho, kecelakaan kenapa?" tanya Bu Darmawan.


"Sepertinya kecelakaan yang disengaja dan direncanakan, Bu. Gita juga tidak tahu kok ada orang yang setega itu mencelakakan orang, entah di mana hati nuraninya!" sindir Anggita saat melihat Byantara yang masuk ke dalam kamar Bu Darmawan juga, menuju ke arah Benji, duduk di samping tempat tidur dan menatap Benji yang sedang tertidur.


Byantara memang sengaja ingin menguping pembicaraan antara ibunya dan Anggita, karena Byantara merasa cemburu saat dia bertanya ke ibunya kemana Anggita pergi, dan dia mendapat jawaban kalau Anggita pergi menemui nenek Tang yang berada di rumah sakit.


Huh! Kalau bertemu nenek Tang pasti bertemu dengan Samuel juga! Bahkan sampai meninggalkan Benji ke ibu! pikir Byantara yang cemburu saat itu.


********


"Untuk apa Gita pergi ke sana lagi bu? Kok ibu memberi ijin saja sih? Gita kan sudah tidak bekerja pada nenek Tang!" ujar Byantara saat itu yang merasa tidak senang, karena dia khawatir pada akhirnya Anggita tetap akan bertemu Samuel.

__ADS_1


"Kau jangan terlalu mengikat Anggita, ingat posisi mu sekarang yang sudah bukan apa-apa nya Gita lagi. Kalau kau seperti ini nanti yang ada malah Gita jadi gak betah tinggal di sini!" nasehat Bu Darmawan.


"Tapi aku gak suka kalau Gita terlalu bebas Bu! Ibu masak tidak tahu kalau Samuel, cucunya nenek Tang menyukai Gita?" ujar Byantara.


"Ibu sudah pernah bertanya pada Gita, kata Gita kalau Samuel itu cucu nenek Tang, dan Gita sama sekali tidak mengatakan ada hubungan apa-apa dengan Samuel."


"Masak gak ada hubungan Gita membiarkan Samuel memeluknya?" sahut Byantara yang langsung teringat video yang pernah dia lihat, yang direkam oleh Sella.


Mendengar itu akhirnya Bu Darmawan terdiam beberapa saat.


"Tapi hal yang wajar kalau Anggita menyukai pria lain, apalagi kalian sudah berpisah hampir empat tahun." ujar Bu Darmawan menghela nafas.


"Aku tidak terima begitu saja, pokoknya aku akan menghalangi hubungan Gita dan Samuel dengan cara apapun juga agar Gita menerima ku kembali." sahut Byantara tidak senang.


"Ibu kok malah memihak ke Samuel sih? tanya Byantara tidak senang.


"Ibu bukan memihak Samuel, ibu mengatakan sesuai kenyataannya. Masak Gita selamanya akan hidup sendiri? Pasti suatu hari Gita juga ingin menikah kembali. Apalagi Gita masih muda dan cantik, walaupun statusnya janda anak satu, ibu yakin masih banyak pria yang menyukainya." sahut Bu Darmawan lagi.


"Aku akan menceraikan Sella Bu! Aku akan menjadikan Gita sebagai istri ku kembali? Sebetulnya hubungan ku dengan Sella sudah lama merenggang bu" ujar Byantara.


"Baiklah, ibu akan membantu kau, Byan. Tapi kau harus sabar. Kita harus pelan-pelan melunakkan hati Gita, jangan memakai kekerasan. Ibu lebih tahu sifat Gita. Bagaimana juga kelakuan mu dulu sudah pasti meninggalkan trauma yang mendalam buat Gita, tentu tidak mudah menyembuhkannya!" ujar Bu Darmawan mengingatkan perbuatan Byantara terhadap Anggita dulu.


"Tapi aku sudah menyesalinya Bu, Aku janji setelah ini akan merubah sikap ku dan bersikap baik pada Anggita!" janji Byantara, Bu Darmawan akhirnya mengangguk setuju dan berjanji akan membantu memperbaiki hubungan Anggita dan Byantara


***********

__ADS_1


"Apa maksud mu Gita? Memang ada yang mencelakakan Samuel?" tanya Bu Darmawan yang tiba-tiba merasa hatinya menjadi tidak enak. Bu Darmawan langsung teringat perkataan Byantara yang mengatakan kalau dia tidak akan menghalangi hubungan Samuel dan Anggita.


"Samuel sepertinya bukan kecelakaan biasa, sepertinya ada yang sengaja mau mencelakakan Samuel, Bu!" ujar Anggita yang langsung menatap curiga ke Byantara.


"Berdasarkan apa mereka bisa mengatakan hal seperti itu Gita?" tanya Bu Darmawan yang semakin khawatir dan juga memandang ke arah Byantara curiga.


"Karena mobil yang menabrak Samuel itu langsung kabur Bu, dan tidak bisa diselidiki saat ini karena tidak ada nomor platnya. Jadi sepertinya memang ada yang sengaja mencelakakan Samuel!" cerita Anggita sambil menatap geram ke arah Byantara, sedangkan yang ditatap masih seru mengelus rambut Benji, seakan tidak perduli, hal yang membuat Anggita semakin curiga terhadap Byantara.


Huh! Sesudah berbuat, dia sengaja menghindar, sungguh terlalu! Sifatnya benar-benar memuakkan! Aku benar-benar menyesal pernah jatuh cinta pada pria seperti itu! umpat Anggita dalam hati.


Melihat tatapan Anggita, Bu Darmawan bisa merasakan kalau Anggita sebenarnya curiga pada Byantara. Jangankan Anggita, Bu Darmawan sendiri sebetulnya merasa curiga juga, apalagi melihat sikap Byantara. Tapi namanya juga anak kandung sendiri, sudah pasti Bu Darmawan masih tidak bisa menerima.


"Memang mereka dapat mengira siapa yang sudah dengan sengaja melakukan hal itu?" tanya Bu Darmawan lagi dengan hati berdebar.


"Kejadiannya tidak lama setelah Samuel datang ke Mansion kita Bu, bahkan terjadinya sebelum mobil Samuel berada jauh dari tempat kita, setelah Samuel mengunjungi ku dan Benji. Menurut ibu kira-kira siapa yang harus kita curigai kalau kejadiannya seperti itu?" tanya Anggita yang sengaja menyindir lagi.


Bu Darmawan langsung terdiam mendengar itu. Bu Darmawan sendiri sebenarnya mencurigai Byantara juga, tapi bagaimana juga seorang ibu pasti tetap membela anaknya sendiri, tidak mungkin mengatakan hal yang jelek tentang anaknya.


"Apa maksud mu kau mau menuduh ku yang melakukannya? Ku beritahu pada mu Gita, walaupun aku tidak suka pada Samuel, aku tidak akan melakukan hal seperti itu! ujar Byantara yang langsung bangun dari duduknya di samping Benji.


"Kalau bukan kau, siapa lagi? Kau ingin merusak hubungan ku dengan Samuel bukan?" ujar Anggita yang tidak bisa menahan kemarahannya lagi, dan menghampiri Byantara melampiaskan kekesalannya dengan memukul dada Byantara dengan kedua tangannya.


(Nah loh, rasain gimana kalau dituduh melakukan suatu hal yang gak pernah dilakukan🤭🤭🤭)


Bersambung...........

__ADS_1


__ADS_2