Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Bab 6


__ADS_3

Gerry pulang setelah menemui putranya di apartemen. Rasanya percuma menasehati anak lelakinya yang hanya di masukan ke telinga kanan dan di keluarkan lagi lewat telepon kiri. Sebagai ayah, Gerry tentu tidak mau putranya terjerumus semakin dalam kubangan dosa-dosa yang dia lakukan. Bagaimanapun umurnya semakin bertambah dan membutuhkan pendamping serta pewaris.


"Apa kau punya solusi, agar putraku mau berubah Ren?" tanya Gerry pada sekretarisnya yang duduk di belakang kemudi.


"Bagaimana kalau Anda nikahkan saja Tuan muda , Tuan." Begitu saran Daren.


Gerry pun sudah pernah berpikir seperti itu tapi dengan siapa dan apa putranya mau. Bagaimana kalau dia bersikeras menolak dan malah membuat masalah. Siapa wanita yang bisa membuat putranya berubah, bukan wanita-wanita yang seperti selama ini dipacari putranya.


"Dengan siapa? Apa kau memiliki saran? Kalau kau memiliki saran yang bagus, aku akan menaikkan gajimu dua kali lipat."


Daren tentu saja dia mau tapi dia sendiri tidak memiliki bayangan saat ini. Wanita yang pasti diinginkan tuannya pasti wanita baik-baik yang bisa membuat tuan mudanya berubah. Jaman sekarang sulit sekali menemukan wanita yang seperti itu.

__ADS_1


"Bagaimana dengan salah satu kekasih Tuan muda," ujar Daren.


"Kau tau kan mereka hanya mau mengincar uang putraku saja. Marco juga tidak akan mau menikahi kekasihnya karena dia tidak pernah benar-benar jatuh cinta pada mereka. Hanya satu yang wanita yang putraku cintai sayangnya dia sudah bersama dengan pria lain. Dia juga yang membuat putraku jadi seperti ini."


Ya, Marco dulu tidak seperti ini. Dia pernah menjadi lelaki baik yang hanya mencintai satu wanita. Tapi sayangnya wanita itu justru berselingkuh dengan kakak kelasnya dan hamil. Pada akhirnya Marco pun jadi seperti sekarang karena terlalu sakit hati.


"Bagaimana dengan para wanita yang mendatangi perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban? Apa tidak ada satupun dari mereka yang bisa dijadikan menantu untuk Tuan?"


Kedua laki-laki itu sama-sama menghembuskan nafas kasar. Tidak pernah menemukan titik terang setiap kali mencoba memikirkan bagaimana caranya agar Marco berubah.


...

__ADS_1


Di sisi lain.


Setelah keadaannya membaik, Mishel sudah diperbolehkan pulang. Setelah banyak mendengar nasehat dokter dan mengkonsumsi vitamin membuat dia jauh lebih baik sekarang. Meski masih ada rasa mual di pagi hari tapi sekarang dia sudah sedikit tau bagaimana cara mengatasinya.


"Ayo ibu bantu nak." Ibu Fira dengan setia menemani putrinya dan merawatnya.


Mishel pun sudah mulai bisa tersenyum, beberapa hari ini ibunya menceritakan bagaimana saat dia mengandung Mishel. Rasanya menyenangkan karena itu adalah kehamilan pertama setelah menikah dengan suaminya dan mereka berdua awalnya sangat bahagia menyambut kehamilannya. Ibu Fira juga menceritakan bagaimana rasanya ngidam dan mual, itu memang wajar pada kehamilan di usia muda.


Mereka pulang menggunakan taksi sampai ke rumah kecil yang selama ini mereka tinggali. Namun ternyata berita tentang kehamilan Mishel sudah menyebar kemana-mana, itu karena saat itu banyak rekan kerja Mishel yang mendengar perkataan dokter. Bukan hanya dilingkungan kerja, ternyata berita itu pun sudah menyebar ke lingkungan tempat tinggal mereka. Dan sekarang banyak sekali para tetangga dan warga sedang menunggu mereka datang untuk mempertanyakan keberadaan berita itu.


"Bu, ada apa ini?" Tubuh Mishel sudah gemetar melihat banyak orang berkumpul.

__ADS_1


"Tenang nak, ada ibu yang akan melindungimu. Kamu tidak perlu takut, kamu ini hanya korban." Ibu Fira siap pasang badan untuk putrinya.


__ADS_2