
"Tante Gita! Tunggu!" teriak Hani ketika melihat Anggita uang sudah mau masuk ke dalam mobil Byantara.
"Ada apa Hani?"
"Aku khawatir sama Benji tante, aku kangen sama Benji, boleh ikut gak?" tanya Hani dengan wajah sedih.
Anggita tentu senang ada yang ikut bersamanya, kalau tidak Anggita bingung nanti Byantara akan duduk di belakang atau di depan dengan Robby. Rasanya duduk berdua dengan Byantara pasti akan canggung
"Bolehkah Hani ikut mas Byan? Hani sering bermain dengan Benji biasanya, mungkin dia kangen dengan Benji" ujar Anggita meminta ijin.
Byantara menatap ke arah Hani sejenak, akhirnya mengangguk menyetujui. Setidaknya dia harus mengambil hati Anggita dengan menyetujui permintaan Anggita.
Siapa tahu suatu hari aku juga membutuhkan informasi dari gadis ini!
"Terimakasih om, sudah mengijinkan Hani ikut." Hani kegirangan sudah diperbolehkan ikut dan dengan cepat Hani mengikuti Anggita masuk ke dalam mobil.
Asyik! Akhirnya aku bisa ngerasain naik mobil em em man (Milyaran), walau ibu ku hanya kepala pelayan. Ternyata Hani ikut pergi hanya karena ingin merasakan naik mobil mahal!
***********
Arman yang tengah ragu semenjak menghubungi Sella tidak bisa, bahkan terakhir kalinya dihubungi, nomor Sella tidak aktif lagi. Akhirnya Arman menahan keinginannya untuk membuang Benji ke luar kota. Apalagi ketika ada perasaan tidak tega dalam hati Arman
Arman benar-benar bersyukur dia tidak melaksanakan permintaan Sella ketika saat membeli sesuatu di Mini Market, tanpa sengaja Arman melihat berita Byantara yang sedang mencari anaknya yang hilang. Ketika melihat foto anak Byantara, Arman tentu dapat mengenal kalau itu adalah anak yang sudah dia culik!
Pantes saja nona Sella mau menculiknya! Ternyata Tuan Byantara mempunyai anak gelap di luaran. (Arman menebak Byantara memiliki selingkuhan di luaran). Mungkin nona Sella khawatir posisinya diambil ibu si anak gara-gara nona Sella sampai sekarang masih belum mempunyai anak dengan Tuan Byantara. Untung aku belum melaksanakan keinginan nona Sella! Terlalu beresiko jika menentang Tuan Byantara, apalagi kalau suatu hari sampai ketahuan kalau aku yang sudah menculik anaknya. Bisa mampus aku di tangan Byantara! Nona Sella kelihatannya juga hanya memanfaatkan aku saja. Sepertinya di sudah memblokir nomor telepon ku. Dia ingin lari dari rencana nya dan tidak mau terlibat lagi. Sungguh bodoh aku sudah terjebak rayuannya! pikir Arman yang akhirnya merubah rencananya.
Sejak kemaren Benji belum pernah melihat Arman, akhirnya Arman mengganti rencana, seakan-akan kalau dialah yang sudah menolong Benji. Biar dia tidak terlibat masalah penculikan itu, sekalian juga untuk mendapatkan hadiah besar dari Tuan Byantara. Buat apa dia membela Sella lagi, sedangkan Sella saja sudah memutuskan komunikasi dengannya.
__ADS_1
*********
"Adek, siapa yang sudah mengikat mu?" tanya Arman bersandiwara dan membantu membuka ikatan pada tangan dan kaki Benji. Sesudah itu Arman membuka kain hitam yang menutup mata Benji.
"Lali om! Lali om! olang jahat (Lari Om, Lari Om, ada orang yang jahat)!" ujar Benji yang segera menarik Arman keluar juga.
"Ayo kita lari kalau begitu, lari yang jauh." ajak Arman merasa senang akhirnya sandiwaranya berhasil. Ternyata lama mengikuti Sella, Arman baru sadar kalau dia juga memiliki bakat akting juga.
*********
Arman walau hanya seorang bodyguard ternyata memiliki otak yang cerdas juga. Arman sengaja membawa Benji ke tempat umum yang bisa melihat televisi secara umum, biar dia kelihatan tidak sengaja melihat berita pencarian Benji tanpa sengaja.
"Wah kau dicari ayah mu! Ternyata kau anak Tuan Byantara!" ujar Arman berlagak kaget
"Boong, itu montel (Bohong, itu monster)!" ujar Benji menggeleng. Kini Benji malah ketakutan, dia sudah selamat, tapi kalau mau dibawa ke Byantara tentu dia tidak mau, karena dia menganggap Byantara adalah monster.
Mendengar itu, Benji malah merasa takut dan berteriak tolong, membuat orang sekitar itu memperhatikan Benji yang dikejar Arman. Rizky yang kebetulan sedang berada di sana dan ditugaskan untuk mencari Benji, segera mengenali Benji.
"Benji!" panggil Rizky, walau dia baru dua hari bekerja di Mansion Tang, tentu Rizky mengenali Benji yang sering mengikuti Hani.
"Bang Ali." Benji segera menarik celana Rizky, Benji lebih memilih Rizky karena takut dibawa Arman ke Byantara.
"Apakah kau yang menculik Benji?" tuduh Rizky memandang curiga ke arah Arman.
"Aku yang menolongnya, tapi saat aku melihat pengumuman di televisi dan menelpon Tuan Byantara untuk meyerahkan anaknya kembali, anak ini malah berlari ketakutan dan minta tolong." cerita Arman.
"Baiklah! Kalau memang benar demikian kau besok bisa ke Darmawan Grup, pasti Tuan Byantara tetap akan memberikan hadiahnya pada mu!" ujar Rizky sambil menyodorkan kartu namanya. Melihat kartu nama yang menandakan kalau Rizky adalah orang Byantara akhirnya Arman mengangguk. Mau tidak mau Arman mengalah, karena orang-orang di sekeliling mereka sudah menatap curiga padanya karena teriakan Benji tadi.
__ADS_1
Setelah Arman pergi, Rizky pun mengelus rambut Benji.
"Aku akan membawa mu pulang rumah tuan muda!"
"Benci(Benji)." sahut Benji yang tidak setuju dipanggil tuan muda.
Rizky yang tidak mengerti apa yang diucapkan Benji hanya tersenyum mengangguk, yang penting Benji mau mengikutinya.
"Bang lembo (Rambo)." panggil Benji yang langsung teringat Hani yang sering berkata kalau Rizky mirip Rambo seperti yang mereka nonton di film. Karena saat menyiram tanaman Rizky hanya memakai kaos oblong yang memperlihatkan badannya yang six pack itu, sehingga membuat Hani menjuluki Rizky sebagai Bang Rambo di hadapan Benji.
Akhirnya Benji pun merasa tenang dan bisa tidur di mobil setelah dia kurang beristirahat karena diculik.
Benji percaya pada Rizky, karena menganggap Rizky seperti Rambo yang dia tonton di film bersama Hani.
*********
Anggita berjalan mondar mandir tidak tenang di dalam ruangan Byantara. Sedangkan Hani dari tadi terpaku menyaksikan kemewahan ruangan Byantara sampai tidak bisa berkata apa-apa. Walau ruang kerja nenek Tang juga bagus, tapi tidak semewah ruang Byantara
Wah ini bakal menjadi cerita yang seru di Mansion nenek Tang nanti! pikir Hani membayangkan apa saja yang sudah bisa dia ceritakan mengenai penemuan barunya itu.
"Duduk saja Gita! Aku sudah bilang jangan khawatir, Benji sudah berada bersama Rizky, orang ku! Dalam perjalanan ke sini." ujar Byantara yang dari tadi hanya menatap ke arah Gita.
"Kau tidak usah mengurus ku! Kau kerjakan saja urusan mu!" sahut Anggita ketus.
Saat itulah tiba-tiba pintu ruangan Byantara diketuk. Perintah masuk dari Byantara membuat Anggita langsung memandang ke pintu dan berharap kalau yang datang adalah Benji.
"Bang Ali!" panggil Hani ketika melihat yang berdiri di pintu adalah Rizky yang sedang menggendong Benji yang masih terlelap.
__ADS_1
Bersambung...........