Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Benji marah


__ADS_3

Byantara yang baru tidur sebentar, mendadak bangun dan langsung duduk di atas tempat tidur. Byantara tiba-tiba merasa sesuatu yang aneh menyerang tubuhnya.


Sella yang merasa pergerakan Byantara sudah bersorak kegirangan saat melihat Byantara yang mendadak bangun dari tidurnya. Sella dari tadi sudah menunggu dengan hati berdebar-debar, apakah obatnya benar-benar bekerja.


Akhirnya! Ha-ha-ha kali ini kau tidak bisa menolak ku lagi Byan! Jangan-jangan kambing dibedakin saja bakal kau seruduk! tawa Sella dalam hati kesenangan, teringat promosi kehebatan obat yang dia beli itu.


Sella kemudian berlagak terbangun dari tidurnya.


"Byan, kau kenapa lagi? Apakah mimpi lagi?" tanya Sella sambil mengelus punggung Byantara dengan mesra, memancing Byantara.


Tiba-tiba Byantara membalikkan badannya menghadap ke arah Sella dengan tatapan aneh, membuat Sella semakin merasa kesenangan.


Dia pasti menginginkan ku dan tidak bisa menolak ku lagi! pikir Sella merasa senang karena Byantara menghadap ke arahnya, Sella sangat percaya diri saat ini karena dia sedang memakai baju tidur yang super sexy dengan warna merah menyala dan membayang.


Tapi di luar dugaan, tiba-tiba saja Byantara mencengkram dagu Sella.


"Apa yang sudah kau taruh dalam minuman ku?" tanya Byantara marah. Sella hanya menggelengkan kepalanya.


Saat Sella ketakutan, tiba-tiba Byantara mendorong tubuh Sella ke atas tempat tidur dan merangkak naik ke atas tubuh Sella. Byantara kali ini benar-benar terpengaruh obat yang diberikan Sella. Tiba-tiba Byantara melihat wajah Sella menjadi wajah Anggita.


"Gita!" panggil Byantara tanpa sadar mengelus wajah Sella. Walaupun merasa sakit hati, Sella tetap menerima perlakuan Byantara, saat ini Sella sudah tidak perduli dengan semua harga diri, yang penting tujuannya tercapai, membuat Byantara terikat padanya. Sella malah mengalungkan tangannya ke leher Byantara.


********


"Mengapa kau tidak pernah membeli baju tidur warna merah?" Suatu saat Byantara tanpa sengaja pernah mendengar ibunya yang sedang berbicara dengan Anggita.


"Sampai kapan pun aku gak mau beli baju tidur warna merah Bu! Aku merasa baju tidur warna merah identik dengan wanita penggoda Bu. Gita merasa banyak wanita penggoda suka memakai baju warna merah, jadi sejak dulu Gita anti memakai warna merah, sebetulnya gak pa pa Bu, tapi Gita yang menjadi geli sendiri kalau lihat baju tidur warna merah, apalagi kan baju tidur biasanya sexy Bu," ujar Anggita yang langsung disahut sang ibu dengan tertawa.

__ADS_1


"Kau itu ada-ada saja Gita."


Setelah itu Byantara mulai memperhatikan baju yang dipakai Gita, dan Byantara baru sadar kalau Anggita tidak pernah memakai baju warna merah, apalagi baju tidur, hampir semua baju tidur Anggita berwarna hitam.


*********


Saat menurunkan tali baju tidur Sella, tiba-tiba Byantara tersadar melihat warna baju merah menyala itu, tanpa sadar Byantara menggeleng-gelengkan kepalanya dan menfokuskan penglihatannya, akhirnya Byantara sadar kalau yang berada di bawahnya itu adalah Sella.


Byantara langsung menggulingkan badannya ke samping dan turun dari atas tempat tidur itu.


Aku harus segera keluar dari kamar ini, aku tidak boleh membiarkan obat setan itu mempengaruhi ku! pikir Byantara yang segera keluar dari kamarnya dan sama sekali tidak mau melihat ke Sella lagi.


Sella dengan kecewa menatap kepergian Byantara dan Sella mulai khawatir, apa yang akan terjadi padanya esok hari, kalau Byantara menyadari perbuatannya. Sudah rencananya gagal, ketahuan lagi.


Habislah aku kali ini!


Tanpa sadar Byantara memandang pintu di samping kamarnya. Walau ragu. Byantara tidak bisa menahan keinginannya, apalagi saat memutar handel pintu kamar Anggita, pintu itu tidak dikunci. Akhirnya Byantara pun dengan leluasa masuk ke kamar Anggita dari pintu depan. Anggita memang sengaja tidak mengunci pintu kamarnya, Anggita khawatir kalau Benji mencarinya tengah malam.


*********


Anggita tiba-tiba merasa dia sulit bernafas, seperti ada benda yang menekan dadanya. Anggita perlahan membuka kelopak matanya, dan betapa kagetnya Anggita ketika melihat Byantara berada di atas tubuhnya. Tampak mata yang berkabut memandang ke arahnya dengan gai*rah.


"Mas Byan, apa yang kau lakukan?" tanya Anggita marah dan dengan kedua tangannya berusaha mendorong dada Byantara yang menghimpit tubuhnya. Tapi sudah pasti tenaga Anggita tidak sanggup mendorong beban tubuh Byantara.


Tapi Byantara yang sudah terpengaruh obat itu sama sekali sudah tidak bisa mengontrol keinginannya lagi. Apalagi sekarang Anggita yang benar-benar berada di hadapannya, perempuan yang diinginkannya. Byantara sama sekali tidak memperdulikan perlawanan Anggita, semakin lama tenaga Anggita semakin habis untuk melawan Byantara yang tenaganya semakin kuat dan semakin bernaf*su itu.


Anggita yang merasa dia tidak bisa melawan lagi akhirnya membiarkan Byantara menyalurkan naf*sunya dan sama sekali tidak membalas perbuatan Byantara.

__ADS_1


Kejadian dulu akhirnya terulang lagi, dulu Anggita melayani Byantara dengan senang karena saat itu dia mencintai Byantara dan juga istri Byantara. Kali ini Anggita terpaksa membiarkan Byantara menikmati tubuhnya karena dia tidak bisa melawan lagi.


Byantara yang kalah dengan pengaruh obat melakukan semua keinginannya. Selimut yang menutupi tubuh Anggita dibuang ke lantai, Byantara mulai membuat tanda di tempat favoritnya dengan menyingkapkan gaun tidur Anggita.


Anggita hanya bisa pasrah saja ketika Byantara memasuki tubuhnya, dorongan tangannya tidak ada artinya buat Byantara yang sepertinya sedang kerasukan itu. Anggita hanya bisa mengutuk perbuatan Byantara dalam hati. Bahkan setelah selesai melakukan hajatnya, Byantara masih memaksa memeluk tubuh Anggita dengan ketat dan mengunci tubuh Anggita ke dalam pelukannya dengan paksa.


Anggita yang sudah kehabisan tenaga melawan Byantara dan kelelahan mau tidak mau membiarkan Byantara memeluknya dan hanya bisa menyumpahi Byantara dalam hati.


*********


"Nek! Nek!" panggil Benji sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang nenek. Bu Darmawan bangun dan melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul dua lewat sedikit dini hari.


"Ada apa Benji? Baru jam dua, Benji bobok lagi ya!" ujar Bu Darmawan menepuk kasur tempat Benji tadi tidur.


"Papa nakal nek! Nenek harus marahin papa!" ujar Benji mengerucutkan bibirnya kesal


"Lho ada apa dengan papa mu Benji? Memang Papa ngapain Benji? tanya Bu Darmawan yang tiba-tiba rasa kantuknya hilang.


"Benji tidur sama nenek, takut ganggu mama. Tapi papa ganggu mama!" ujar Benji berkacak pinggang dengan wajah marah. Bu Darmawan terpaksa menahan tawanya melihat tingkah Benji yang sedang ngambek itu.


"Bagaimana papa mu bisa ganggu mama?" tanya Bu Darmawan masih bingung.


"Papa tidur di kamar Benji. Papa tidur di tempat Benji," sahut Benji lagi. Ternyata Benji terbangun dan kangen tidur dengan Anggita, naik ke atas kamarnya menemukan sang ayah dan ibu tidur bersama, membuat Benji merasa kalau ayahnya sudah menipunya.


Mendengar itu, Bu Darmawan malah merasa senang, mengira kalau Anggita sudah mau menerima Byantara kembali.


Gerak cepat juga si Byantara, pintar mencari kesempatan dalam kesempitan, begitu Benji gak ada!

__ADS_1


Bersambung.............


__ADS_2