
"Dasar perempuan gila! Cukup sekali aku bekerja sama dengan mu! Walaupun aku menginginkan Gita, aku tidak akan berbuat seperti itu. Aku mengerti Gita, sampai terjadi hal seperti itu, pasti Gita akan merasa terhina. Cepat kau hentikan perbuatan mu itu sebelum aku melaporkan pada Byantara! Kau pasti akan dihabisi Byantara!" ancam Theo dengan geram. Memang Theo ingin memiliki Anggita, tapi kalau dengan cara harus menyakiti Anggita seperti itu, Theo tidak bersedia.
"Bagaimana kau yang sama-sama seorang perempuan bisa berbuat setega itu Sella? Kau sungguh terlalu!" omel Theo lagi ketika sambungan telpon hening dan tidak terdengar sahutan Sella.
"Apa yang membuat kalian para pria bisa tergila-gila pada Anggita? Bahkan kau saja yang hatinya tidak jauh beda dengan ku bisa berkorban untuk Anggita?" tanya Sella penasaran dan iri.
"Kau tidak akan pernah mengerti, karena kau perempuan yang tidak berperasaan dan tidak takut melakukan apa pun hanya agar keinginan mu tercapai. Beda dengan Anggita yang tulus dan baik hatinya!" ketus Theo.
"Cepat kau hentikan suruhan mu itu, sebelum menyesal!" ancam Theo lagi.
"Sayang sudah terlambat Theo, ha-ha-ha," ujar Sella tertawa terbahak-bahak dan tidak berhenti, akhirnya Theo mematikan sambungan telpon itu, Theo tahu sudah percuma berbicara dengan Sella. Theo benar-benar menyesal sudah pernah bekerja sama dengan Sella dulu.
*********
Mengingat Anggita yang rela berkorban agar hubungan kerjasamanya dan Byantara berjalan terus, Anggita yang juga selalu perhatian pada ibunya dan sering menanyakan keadaan ibunya, Theo benar-benar merasa tidak rela kalau Anggita harus dihina Sella dengan rencana yang sejahat itu.
Theo kembali memutuskan menghubungi Byantara untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya, berharap Byantara bisa menghentikan Sella.
"Ada apa lagi!" jawab Byantara ketus, Byantara sedang mengendarai mobil saat Theo menelponnya.
"Byantara! Semua ini perbuatan Sella! Sella sudah menyuruh seorang preman untuk menculik Gita, bahkan sepertinya hendak menodai Gita! Kau harus cepat Byan! Sebelum terlambat!" seru Theo memperingati Byantara.
Sejenak Byantara terdiam, Byantara benar-benar merasa geram dengan perbuatan Sella, kuku Byantara bahkan sampai memutih karena mencengkram erat setir mobilnya.
"Byan! Byan!" panggil Theo karena Byantara tidak menjawab nya.
__ADS_1
"Aku sedang mengejar pelakunya, aku sedang mengendarai mobil!" sahut Byantara yang langsung mematikan sambungan telpon agar dia bisa konsentrasi mengikuti mobil pelaku penculikan itu, Byantara bahkan menambah kecepatan mobilnya.
Maaf kan aku Gita! Kalau ada apa-apa dengan mu, ini semua salah ku! Aku lah yang sudah membawa masuk perempuan iblis itu ke keluarga Darmawan," sesal Byantara dalam hati.
**********
Sebetulnya Raka sudah tidak sabar menikmati hasil culikannya, apalagi sejak keluar dari penjara, juniornya belum diberi asupan.
Wah sayang banget kalau mulus gitu cuman dinikmati sekali doang, sebaiknya aku cari tempat yang tenang saja agar bisa indehoy berhari-hari! putus Raka akhirnya berusaha menahan gejolak keinginannya, agar dia bisa lebih puas dan aman di tempat yang sepi.
Ayo sabar Raka, orang sabar disayang Setan, hibur Raka sendiri sambil tertawa terkekeh, Raka sadar tidak mungkin Tuhan bersama orang yang perbuatannya seperti dia!
**********
Samuel pusing menghadapi neneknya sendiri yang meributkan kencan Samuel dengan Gisella, gadis yang dikenalkan sang nenek. Samuel sama sekali tidak tertarik menjalin kasih dengan Gisella, hatinya masih sulit melupakan Anggita. Sedangkan Samuel saat ini belum ada niat untuk kembali ke New Zealand juga.
Akhirnya Samuel memilih berlibur ke sebuah pondok kecil yang dikelilingi pemandangan indah untuk tempatnya mengambil foto-foto alam. Sebetulnya letaknya tidak terlalu jauh dari Mansion neneknya yang memang berada di luar kota, yang penting dia bisa menghindari sang nenek untuk sementara waktu.
**********
Anggita perlahan membuka kelopak matanya. Anggita sejenak merasa bingung dia sedang berada di mana saat ini. Perlahan ingatan nya datang menghampiri.
Anggita ingat kalau dia sedang chatting dengan supir kendaraan online, dan tiba-tiba ada yang membekapnya dari belakang. Anggita langsung kaget ketika melihat sekelilingnya dan dia sedang berada di dalam sebuah mobil. Anggita juga baru sadar kalau kedua tangannya diikat ke belakang.
Untuk bangun dari posisinya Anggita mengalami kesulitan, apalagi kedua kakinya juga diikat. Rasa takut mulai menjalar di hati Anggita.
__ADS_1
"Aku dimana? Kau siapa?" tanya Anggita membuat Raka sempat kaget karena tidak menyangka kalau Anggita secepat itu sudah bangun dari pingsannya.
Dasar si Toto! Jangan-jangan dia beri aku obat KW! Masak secepat ini sudah sadar! omel Raka dalam hati. Raka meminggirkan mobilnya ke pinggir sejenak, kebetulan suasana jalan yang mereka lalui sudah sepi.
"Kau diam-diam saja bidadari ku, aku akan mengajak mu honey moon!" ujar Raka membalikkan tubuhnya menengok ke bangku belakang dan tersenyum nakal pada Anggita.
Anggita mulai merasa takut ketika melihat wajah bekas sayatan dan tatto tengkorak di lengan Raka.
"Lepaskan aku, aku mohon pada mu! Aku tidak mengenal mu!" pinta Anggita berusaha melepaskan ikatan tangannya.
"Jangan takut bidadari ku, sebentar lagi kau akan mengenal ku luar dalam! Nanti kalau kau sudah mengenal juniorku, kau juga akan minta tambah lagi!" sahut Raka yang tertawa mesum dan sempat-sempatnya mengelus pipi Anggita, membuat Anggita merinding ketakutan, dan membuang muka.
"Tolong! Tolong!" teriak Anggita yang membuat Raka menjadi marah apalagi ketika melihat ke belakang ada sebuah mobil yang lewat.
Raka mengambil kain panjang, keluar dari dalam mobil dan menghampiri Anggita yang berada di belakang mobil. Anggita berteriak semakin kencang untuk meminta tolong, bahkan kini Anggita sudah berhasil bangun dan mundurkan tubuhnya saat Raka mendekati nya. Ketika sudah menempel di kaca mobil, Anggita benar-benar sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dengan kasar Raka menarik Anggita sehingga Anggita jatuh terlentang di jok belakang kembali. Raka langsung menutup mulut Anggita dengan kain yang dibawanya agar Anggita tidak bisa berteriak lagi.
***********
Samuel yang membawa mobilnya dengan santai sambil memperhatikan alam sekitarnya merasa seperti mendengar teriakan minta tolong. Kebetulan Samuel membuka jendela mobil untuk menghirup udara segar di daerah pegunungan itu.
Apalagi tadi dia sempat melihat dua bayangan yang mencurigakan di dalam mobil lewat kaca belakang mobil berwarna hitam yang sedang berhenti di depannya itu.
Dan tadi Samuel sempat melihat pengendara mobil itu sepertinya keluar dengan marah-marah bahkan sampai pintu mobilnya lupa ditutup kembali dan menghampiri bangku belakang mobil. Tapi ketika semakin dekat mobil itu, yang terlihat tinggal satu bayangan saja, yaitu bayangan pengemudi. Sepertinya pria yang tadi turun dari depan kemudi itu menarik penumpangnya untuk tidur di jok belakang. Terlihat pria itu kembali ke tempat kemudi lagi.
"Hey! Lihat apa lu!" tegur Raka ke arah Samuel dengan wajah tidak senang. Samuel merasa heran tapi sama sekali tidak menjawab Raka.
__ADS_1
Ah..mungkin aku hanya salah dengar saja, lagi pula untuk apa aku ikut urusan orang lain! Sebaiknya aku segera kembali ke pondok ku saja, aku mau ambil foto-foto yang menarik! pikir Samuel yang akhirnya menjalankan mobilnya meninggalkan mobil hitam itu.
Bersambung.............