Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Momen yang tepat


__ADS_3

Robby langsung mengangkat telpon genggamnya ketika telpon genggamnya berbunyi.


"Pak Robby, ini Rizky, saya mau memberi tahu kalau saya sudah masuk bekerja sebagai tukang kebun di Mansion Tang!", lapor Rizky.


"Baguslah kalau begitu, ingat kalau ada hal apa pun dan ada kesempatan kau foto yang penting, untuk dilaporkan ke tuan Byantara, dan yang paling penting selidiki bagaimana hubungan perawat nenek Tang dan Tuan muda Tang", instruksi Robby.


"Tapi saya agak kesulitan menjalankan misi kali ini Pak Robby, ada seseorang yang sepertinya mengikuti ku terus!", ujar Rizky.


"Kau kan sudah profesional bukan? Apakah orang itu curiga pada mu?", tanya Robby merasa heran.


"Bukan curiga Pak Robby, aku juga gak ngerti, mengapa anak ABG itu memperhatikan ku terus, sehingga aku agak kesulitan menjalankan misi", keluh Rizky melayangkan pandangannya dan melihat sekitarnya sambil menelpon, benar saja tidak lama kemudian terlihat lagi bayangan Hani yang dari tadi seperti bayangannya saja, mengikutinya terus.


"Jangan-jangan ABG itu naksir dengan mu! Harusnya kau tampil yang kumal biar tidak menarik perhatian dan mirip tukang kebun!", ujar Robby yang menebak dengan tepat. Dan Robby masih sempat mendengar suara seorang perempuan sebelum Rizky memutuskan telponnya.


"Wuih! Bang Ali keren, handphonenya keren banget! Jangan-jangan Bang Ali anak orang kaya yang lagi nyaru jadi tukang kebun, seperti di novel yang Hani baca", ujar Hani yang selain hobi nonton juga hobi baca novel.


********


Ibu Hani, Minah adalah pekerja yang jujur, karena itu Bu Minah dipercaya nenek Tang menjadi kepala pelayan di Mansion Tang. Banyak yang tidak mengira kalau Hani itu anaknya Bu Minah saat pertama bertemu, Bu Minah sangat serius, sedangkan Hani sikapnya berbeda jauh.


Jadi saat Rizky yang mengaku bernama Ali itu diterima bekerja sebagai tukang kebun di Mansion Tang, itu bukan karena dipengaruhi Hani, tapi Rizky sudah dites dulu sebelum bekerja. Bahkan Hani saja kepalanya diketok dengan gulungan kertas yang di tangan ibunya itu, saat Hani berusaha mempengaruhi sang ibu untuk menerima Rizky sebagai tukang kebun.

__ADS_1


"Mata mu dan mata ayah mu sama saja, mata keranjang!", omel Minah berbisik ke kuping Hani dan langsung mengetok kepala Hani dengan gulungan kertas di tangannya.


"Ih..ibu, nanti Hani jadi bego!", protes Hani yang langsung kabur karena malu pada Rizky yang melihat kejadian itu. Tapi Hani bersyukur juga akhirnya Rizky diterima si Ibu untuk bekerja menjadi tukang kebun. Lumayan ada gebetan baru, walau tukang kebun tapi badan roti sobeknya mirip bintang film Baywatch, jadi kalau Hani ingin menyaksikannya tidak usah jauh-jauh ke pantai.


Alhasil Rizky yang ingin memata-matai Anggita dan Samuel, malah dimata-matai Hani.


********


"Cantik ya? Mata Abang sampai gak berkedip! Jangan muluk-muluk bang, saingannya susah, mending sama yang masih ting-ting", ujar Hani yang langsung membuat Rizky kaget saat sedang memperhatikan Anggita, Benji dan Samuel yang tengah berada di kebun strawberry itu.


Sial! Gadis ini seperti ninja saja, di mana saja bisa muncul tiba-tiba, sungguh meresahkan! gerutu Rizky kesal.


"Aku tahu diri ya dek, masak aku berani bersaing dengan Tuan Samuel, aku hanya melihat apa yang mereka lakukan di kebun strawberry, kok seru banget! Lagian kerja ku sudah selesai, apa salahnya", ujar Rizky beralasan.


"Baiklah Hani, memang Tuan Samuel sedang ngapain?", tanya Rizky yang akhirnya merubah haluan.


Sepertinya Hani ini kepo, apa saja dia bisa tahu. Sebaiknya aku baik padanya saja, siapa tahu aku bisa mendapat informasi darinya, pikir Rizky yang akhirnya memilih memanfaatkan Hani dengan bersikap lebih ramah pada Hani.


Benar saja, begitu Rizky bersikap ramah pada Hani, apalagi setelah Rizky menawarkan permen karet pada Hani, semua cerita langsung mengalir dari mulut Hani. Dari cerita Sam yang mau memotret Anggita dan Benji untuk ikut foto Internasional, Samuel yang bebas masuk kamar Anggita (Padahal cuman sekali bertemu saat Samuel menemani Benji bermain Lego, tanpa sengaja Hani yang mencari Benji melihat itu). Tapi ya itulah namanya gosip, makin digosok makin sip. Biar bang Ali makin tertarik dengan ceritanya, jadi kadang perlu ditambah-tambah sedikit biar makin seru.


"Pokoknya fix deh seratus persen kalau om Sam itu suka sama Tante Gita, apalagi si Benji anaknya Tante Gita itu nempel terus kayak perangko. Jadi Abang Ali gak usah berharap macam-macam deh! Hani saja tadi dikasih banyak coklat sama Benji, katanya dari om Sam. Kata Benji om Sam mau bawa dia ke pabrik coklatnya buat bobok. Saya beritahu ya bang, pabrik coklatnya om Sam itu di New Zealand, kalau Benji dibawa berarti ibunya juga dibawa, kalau dibawa gitu kan sudah dipastikan kalau Om Sam mau nikahi Tante Gita", ujar Hani mengutarakan pendapatnya.

__ADS_1


Rizky yang mendengar cerita Hani merekamnya semua dalam otak untuk dilaporkan kepada Robby. Apalagi tidak lama kemudian dia melihat sikap mesra Samuel pada Gita. Tampak tangan Samuel yang berada di kepala Anggita, tapi tidak jelas apa yang sedang dilakukan.


"Hani, Abang minta tolong ambilkan minum boleh gak?", pinta Rizky.


"Buat Abang apapun boleh!", sahut Hani penuh semangat dan langsung pergi dari sana.


Ceklek, sungguh momen yang pas saat Rizky mengambil foto Samuel dan Gita, tampak posisi wajah Gita yang sedang menatap ke Samuel yang jaraknya terlihat begitu dekat di foto, sedangkan Samuel sedang menunduk seperti menatap ke Anggita juga dengan posisi tangannya di rambut Anggita. Sedangkan Benji tidak kelihatan. Tapi hanya satu foto yang berhasil diambil Rizky, Rizky benar-benar harus salut pada Hani yang begitu cepat sudah kembali lagi dengan gelas berada di tangannya.


********


Anggita akhirnya berpikir akan mulai membuka hatinya, kalau Samuel memang menyukainya setelah melihat Benji yang begitu dekat dengan Samuel dan Samuel juga terlihat benar-benar tulus menyayangi Benji.


Biarlah mengenai cara menghadapi nenek Tang itu urusan belakangan, kalau memang Samuel menyukai ku dan mau menerima aku apa adanya, apa salahnya aku menerima? Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, pikir Anggita dalam hati.


Akhirnya sepanjang mengambil foto untuk lomba internasional itu, sifat Anggita menjadi berubah. Anggita menjadi lebih luwes, Samuel juga dapat merasakan kalau sifat Anggita menjadi lebih hangat dan tidak kaku lagi padanya. Bahkan Anggita semakin sering memamerkan senyum manisnya, senyum yang membuat Samuel semakin jatuh hati.


Malah Benji yang kurang konsen hari ini, entah kenapa hari ini banyak kumbang yang hinggap di dekat rumput-rumput. Akhirnya Benji sering berjongkok di bawah dan memperhatikan kumbang itu, karena warnanya menarik.


Anggita hanya tersenyum memperhatikan kelakuan Benji sampai tidak sadar kalau ada seekor kumbang juga yang nyasar di rambutnya itu. Samuel yang melihat itu segera menghampiri Anggita untuk menangkap kumbang itu, sekalian ingin memperlihatkannya pada Benji. Anggita yang tidak tahu apa yang hendak dilakukan Samuel mendongakkan wajahnya menatap ke Samuel, membuat Samuel malah menunduk mengagumi wajah cantik di hadapannya itu, karena tubuhnya yang tinggi itu. Sangking kagumnya sampai tangan yang berada di atas rambut Anggita juga belum diturunkan padahal tadi dia sudah berhasil menangkap kumbang yang tidak bisa membedakan rumput dan rambut itu. Momen itulah yang berhasil ditangkap kamera Handphone Rizky!


Bersambung...........

__ADS_1


...Author ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1444 H, buat yang merayakannya...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2