
Saat Sella kembali ke Mansion dan menuju ke kamarnya, Sella merasa bingung ketika melihat para pelayan sibuk keluar masuk ke kamar tidur yang berada tepat di sebelah kamar dia dan Byantara. Kamar yang tidak pernah dihuni itu, dan dari kamarnya ada pintu tembusan ke kamar itu. Sepertinya memang kamar itu sudah sejak dulu dibangun untuk anak Byantara suatu hari.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Sella penasaran ketika salah seorang pelayan melewatinya.
"Nyonya besar (Ibu Byantara) meminta kami untuk membersihkan kamar ini, katanya sebentar lagi akan ada yang huni Bu Sella." sahut pelayan itu.
"Kan ada kamar tidur tamu? Kenapa sampai harus tinggal di sini?" tanya Sella yang mengira kalau ada keluarga Byantara yang mau bertamu dan menginap.
"Sepertinya bukan tamu Bu, sepertinya penghuni baru dan menetap, kalau gak salah kata Nyonya besar sebentar lagi cucunya akan tinggal di sini." sahut pelayan itu lagi dengan hati-hati dan merasa serba salah.
Mendengar itu Sella langsung terdiam dan mengepalkan tangannya.
Sudah ku duga ada yang tidak beres dengan kedatangan Anggita di kantor Byantara. Cih! Perempuan tidak tahu malu, ternyata dia datang kembali untuk menggoda Byantara. Sepertinya dia hendak membalaskan dendamnya pada ku! Dia juga ingin menghancurkan rumah tangga ku dengan Byantara.
Karena Sella mempunyai sifat yang jahat, Sella pun berpikiran negatif dan menganggap kalau orang lain memiliki sifat yang sama dengan dirinya.
*********
"Ibu! Apakah ibu tidak pernah menganggap aku sebagai menantu ibu? Mengapa ibu sama sekali tidak menanyakan pendapat ku kalau ibu membawa Anggita kembali ke sini lagi?" protes Sella yang setelah tahu masalah itu, segera menjumpai Bu Darmawan di ruang keluarga. Sella juga ingin tahu apa yang sudah terjadi melalui ibu mertuanya. Sella tahu kalau dia tidak mungkin bisa mendapatkan jawaban dari Byantara, yang ada dia malah diomeli.
Sejak dulu Bu Darmawan memang sudah tidak suka dengan Sella, tapi pada akhirnya mau tidak mau dia menerima Sella setelah Byantara menceraikan Anggita dan menikahi Sella, apalagi Anggita sudah pergi dari Mansion mereka.
Tapi sampai sekarang juga Sella juga belum memiliki anak, sudah pasti Bu Darmawan yang memang sudah tidak suka semakin tidak suka pada Sella.
"Masak ibu mau membawa pulang cucu ibu untuk tinggal bersama ibu harus ijin dengan mu dulu?" sahut Bu Darmawan.
__ADS_1
"Apakah hanya Benji saja yang akan tinggal di sini? Biarlah aku yang bantu menjaganya, bu! Anak Byantara juga akan ku anggap seperti anak ku sendiri. Aku akan mengurangi kegiatan ku di luar bu" janji Sella.
"Tidak mungkin Benji sendiri, Gita mana mau meninggalkan anaknya sendiri di sini. Sudah pasti Gita akan ikut tinggal di sini. Apalagi Benji masih takut pada Byantara, siapa yang sanggup menenangkan Benji kalau bukan ibunya sendiri. Kau tidak mungkin Sella, Benji saja belum mau dekat dengan Byantara!" sahut Bu Darmawan.
"Kau harus bisa menerima kedatangan mereka dan jangan mempersulit mereka, agar mereka betah tinggal di sini! Ibu sudah tidak sabar menunggu kedatangan mereka" sambung Bu Darmawan lagi, karena rasa senangnya lupa menjaga perasaan Sella.
"Ibu, kalian sungguh tega. Mengapa kalian sama sekali tidak menjaga perasaan ku. Bagaimanapun aku adalah istri syah Byantara!" protes Sella sakit hati.
"Maaf Sella, bagaimanapun Benji adalah anak Byantara, cucu ibu. Lagipula bukankah kau dulu juga sama saja? Saat Byantara masih berstatus suami Gita, kau juga tidak perduli menyakiti perasaan Gita?" ujar Bu Darmawan mengingatkan.
"Tapi kan memang sejak awal hubungan Anggita dan Byantara sudah buruk. Sebenarnya Byantara lebih dulu mendekati ku, tapi kalian yang memaksanya menikahi Gita!" sahut Sella tidak terima.
"Sudahlah Sella, salahkan saja kenapa kau belum memberikan keturunan pada keluarga Darmawan. Harusnya kau sudah tahu kalau syarat utama menjadi menantu keluarga seperti ini harus bisa memberikan keturunan. Ibu tidak mau tahu, kau suka ataupun tidak suka, kau harus menerima kehadiran Gita dan Benji. Kalau memang kau masih tidak merasa puas, nyatakan saja sendiri keberatan mu pada Byantara, ibu tidak mau ikut campur urusan mu dan Byantara," sahut Bu Darmawan mengakhiri pembicaraannya dan langsung keluar dari ruangan itu.
Sella hanya bisa menatap kesal ke arah sang mertuanya itu dan menggerutu dalam hati.
*********
"Aku bisa pulang sendiri, aku harus menyiapkan barang ku di penginapan dulu, besok pagi aku baru ke Mansion" ujar Anggita yang menolak tawaran Byantara untuk mengantar Anggita ke penginapan dan membawanya kembali ke Mansion.
"Kau tunggu sebentar! sifat mu tidak pernah berubah! Selalu menentang kehendak ku! Aku ingin hari ini juga, kalau tidak pasti ibu akan bertanya terus. Ibu sudah tidak sabar menunggu kedatangan kalian" gerutu Byantara yang selalu menggunakan ibunya sebagai alasan.
"Baiklah! Terserah saja pada mu!" ujar Anggita akhirnya mengalah, Anggita malas meladeni Byantara, Anggita sudah tahu kalau Byantara mempunyai kebiasaan yang selalu harus dituruti itu
"Ayo!" ajak Byantara yang sudah selesai menandatangani dokumen penting. Byantara yang sudah bangun dari duduknya menghampiri Anggita yang sejak tadi sudah berdiri karena merasa canggung berada di ruangan yang sama dengan Byantara.
__ADS_1
Byantara langsung memeluk bahu Anggita untuk berjalan keluar, membuat Anggita kaget seketika, dan segera menarik tangan Byantara agar lepas dari bahunya.
"Jaga sikap mu mas Byan, kau jangan seenaknya! Jangan membuat aku berubah pikiran!" omel Anggita yang memandang kesal ke arah Byantara.
"Kau kan ibunya Benji, gak ada salahnya aku bersikap akrab pada mu!" ujar Byantara.
"Kau harusnya bisa lebih menjaga perasaan perempuan. Walaupun aku tidak suka pada Sella, tapi dulu aku pernah merasakan hal seperti itu. Ku harap mas Byan lebih bisa menjaga sikap di hadapan Sella," tegur Anggita yang berjalan dengan cepat menuju keluar.
Begitu sampai di luar, Anggita langsung memanggil Benji yang terlihat sedang duduk di pangkuan Rizky, dan tengah bermain ponsel dengan seru bersama Rizky.
Tapi mendengar panggilan Anggita, Benji segera turun dari pangkuan Rizky dan segera berlari ke arah Anggita.
"Mama!" panggil Benji langsung memeluk sang ibu, Benji terlihat khawatir dengan sang ibu yang hanya berdua dengan Byantara saja.
"Ayo kita pergi sekarang Benji!" ajak Anggita yang membungkukkan badannya dan segera menggendong Benji. Byantara yang berada di belakang hanya bisa menatap ibu dan anak itu dan berusaha sabar, kali ini dia sudah tidak mau menakuti Benji lagi.
Aku harus sabar kalau mau menaklukkan Benji dan ibunya.
*********
Rizky dipilih Byantara untuk membawa mobil, karena Byantara tahu kalau Benji cukup menyukai Rizky. Sepertinya kesabaran Byantara memang benar-benar sedang diuji.
"Mas Byan mau di depan atau di belakang?" tanya Anggita yang sudah duduk di belakang mobil bersama Benji, ketika melihat Byantara membuka pintu belakang juga dan bersiap masuk ke dalam mobil. Byantara tentu mengerti maksud perkataan Anggita, Anggita dan Benji tidak ingin duduk bersamanya.
"Depan saja!" sahut Byantara ketus dan menutup pintu belakang mobil kembali dan masuk duduk di samping Rizky.
__ADS_1
Rasanya lama-lama stok sabar ku bisa habis kalau Gita seperti itu terus, pikir Byantara menghela nafas kesal.
Bersambung...........