Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Theo lebih memihak Byantara


__ADS_3

"Nona, saya sudah berhari-hari menunggu di luar Mansion Tang, sepertinya anak yang nona inginkan itu tidak pernah keluar dari Mansion. Tapi saya akan terus mengamati nona, begitu ada kesempatan pasti akan ku culik dan ku buang ke luar pulau", ujar Arman pada pertemuan kedua mereka di Hotel. Biasa yang namanya selingkuh sekali, pasti akan berlanjut ke perselingkuhan berikutnya karena seru dan ketagihan.


"Tapi aku ingin anak itu segera ditangani Arman! Mengapa kau tidak usahakan cepat?", ujar Sella yang merasa kecewa, tangannya yang tadi sedang membantu Arman membukakan kemeja langsung berhenti, Sella langsung mendorong tubuh Arman dan Sella sendiri bangun dari posisinya yang sedang tidur tadi.


Arman semakin berani di pertemuan kedua mereka, Arman langsung memeluk tubuh Sella dari belakang. Arman yang sudah on, tetapi malah ditolak Sella, tentu tidak rela. Arman tidak mau menyerah begitu saja.


"Nona Sella jangan marah, kalau dengan menunggu tidak bisa, aku akan masuk ke dalam mansion untuk menculik anak itu! Tapi aku harus tunggu situasi yang tepat. Pokoknya nona sabar sedikit, saya pasti akan berhasil menculik anak itu, kalau saya sudah berjanji pasti akan saya tepati," janji Arman sambil mulai menci*um belakang leher Sella. Mana ada yang gratis di dunia, mumpung ada kesempatan bertemu sudah pasti Arman minta jatah lagi.


"Benar ya? Kau secepatnya akan melaksanakan permintaan ku itu ya?" ujar Sella meyakinkan.


"Iya nona, demi mu, apapun akan ku lakukan," jawab Arman merayu.


Mendengar itu Sella langsung tersenyum senang, Sella langsung mendorong Arman ke tempat tidur, kali ini Sella yang berada di atas Arman, Sella ingin memberikan servis yang memuaskan agar Arman setia dan menurut padanya, sekalian mencari kepuasan untuk dirinya sendiri. Sedangkan Arman yang sudah lama mengagumi Sella itu, sudah pasti tidak akan menolak rejeki.


*********


"Aku tak mau tahu Theo, kau harus bertanggung jawab! Kau yang sudah membuat Gita akhirnya dekat dengan Tuan Samuel! Aku tidak suka itu, aku ingin kau mengembalikan Gita!" ujar Byantara dengan marah pada Theo. Byantara menyalahkan Theo yang sudah membawa Anggita untuk bekerja di Mansion Tang.


"Tapi bukankah kau sudah menceraikannya? Mengapa harus mengembalikan nya pada mu? lagipula bukan aku yang mengambil milik mu, Byan," sahut Theo yang tidak terima, moodnya juga sedang jelek karena cemburu melihat kedekatan Samuel dan Anggita.


"Kan aku sudah bilang, aku kasihan pada ibu ku yang terus kangen dengan Gita. Ibu ku sering menangis dan meminta ku mencari Gita. Kau tahu sendiri kalau Sella sibuk dan kurang dekat dengan ibu ku, setiap kesepian ibu sering menyebut Gita." Byantara menggunakan ibunya sebagai alasan, Byantara tentu merasa gengsi kalau berkata dia tidak rela kalau sampai Anggita dibawa Samuel ke New Zealand. Mendengar perkataan Byantara, Theo pun termenung dan berpikir.


Andaikata Gita dengan Samuel, aku sudah tidak ada kemungkinan bersama Gita lagi. Tapi kalau Gita dibawa Byantara, Byantara tidak mencintai Gita, dia hanya menginginkan Gita untuk ibunya saja, tentu aku masih memiliki kesempatan untuk memiliki Gita. Sepertinya lebih baik aku membantu Byantara untuk membawa Gita kembali!


"Hanya ada satu cara Byan, tapi aku tidak tahu itu akan berhasil atau tidak! Tapi tidak ada salahnya kalau kau mau coba." ujar Theo.

__ADS_1


"Apa itu?' tanya Byantara penasaran, bagaimana Theo bisa menemukan cara dengan cepat untuk membawa Anggita kembali padanya.


"Baiklah, kau memang sahabat terbaik ku Theo. Terimakasih!" ujar Byantara menepuk bahu Theo dengan senang, setelah mendengarkan cara yang diberitahu oleh Theo.


*********


Hari ini tiba-tiba nenek Tang tidak sadarkan diri saat dibawa Anggita berjalan-jalan di taman. Anggita tentu merasa kaget, karena sudah lama kesehatan nenek Tang sudah stabil.


Beberapa pelayan yang berada di taman segera menghampiri Anggita dan nenek Tang.


"Cepat laporkan pada Tuan Samuel", ujar Anggita pada salah satu pelayan itu. Sedangkan Anggita tidak bisa ke mana-mana karena dia masih memangku kepala nenek Tang.


Tidak berapa lama kemudian, Samuel sudah datang dan segera mengangkat tubuh nenek Tang ke ruang tamu dan menidurkan nenek Tang ke sofa yang berada di ruang depan. Anggita yang sudah terbiasa merawat nenek Tang tentu lebih mengerti cara penanganan nya. Anggita segera mengambil alat pengecek GDS, dan segera mengeceknya.


"Astaga! Kok GDS nenek Tang bisa naik setinggi itu? Padahal aku selalu menjaga menu makanan nenek Tang. Kita harus segera membawanya ke Rumah Sakit Tuan!" ujar Anggita curiga.


"GDS nenek Tang meningkat tinggi mendadak. Biasa salah makan sesuatu yang mengandung gula banyak." ujar Anggita menjelaskan.


"Padahal aku selalu mengontrol makanan nenek Tang." ujar Anggita yang masih merasa bingung, mengapa nenek Tang bisa tiba-tiba GDS nya meningkat tinggi hingga tidak sadarkan diri.


"Maaf Gita, kemaren nenek memaksa ingin memakan coklat yang aku bawa dari New Zealand, aku tidak tega akhirnya ku berikan pada nenek." ujar Samuel yang merasa bersalah dan menyesal karena sudah secara diam-diam memberikan coklat pada nenek nya itu, bahkan menuruti kehendak neneknya untuk tidak memberitahu Anggita.


"Kau jangan memberitahu Gita ya, Gita pasti gak ijinkan aku makan Sam. Masak kau kasih coklat itu pada Benji, tapi tidak memberikannya pada nenek. Kau tega Sam," rajuk nenek Tang


"Memang boleh nenek makan cokelat?" tanya Samuel ragu.

__ADS_1


"Boleh Sam, kan cuman sekali-kali gak pa pa."


Akhirnya Samuel memberikan cokelat pada nenek Tang karena tidak tega, tapi kini Samuel benar-benar menyesal karena perasaan tidak teganya malah membuat neneknya celaka.


Mendengar perkataan Samuel, Anggita hanya bisa menarik nafas.


********


Anggita dengan cekatan menyiapkan barang-barang nenek Tang yang diperlukan bila harus dirawat di Rumah Sakit. Anggita mau tidak mau meninggalkan Benji di Mansion dan meminta Bu Minah untuk membantunya menjaga Benji.


"Jangan khawatir, aku akan meminta Hani menjaga Benji, Gita. Yang penting kau perhatikan keadaan nenek Tang!" ujar Bu Minah yang mengkhawatirkan keadaan nenek Tang juga.


"Terimakasih Bu Minah, kita berdoa saja semoga nenek Tang segera pulih kembali."


*********


Anggita mau tidak mau harus menemani nenek Tang di Rumah Sakit, setelah diputuskan kalau nenek Tang harus dirawat di Rumah Sakit. Walau keadaannya sudah tidak berbahaya lagi, nenek Tang tetap harus rawat inap agar keadaannya segera pulih kembali.


"Jangan khawatir Tuan Samuel, keadaannya sudah stabil. Hanya butuh pemulihan saja, paling satu dua hari sudah boleh pulang." ujar sang dokter menenangkan Samuel.


"Baiklah Dokter, terimakasih," ucap Samuel.


*********


"Aku percayakan nenek pada mu Gita. Biar aku pulang dulu untuk menemani Benji." ujar Samuel yang masih merasa bersalah, Samuel merasa sudah menyebabkan neneknya tidak sadarkan diri sehingga akhirnya Gita mau tidak mau harus menyerahkan Benji pada Bu Minah selaku kepala pelayan di tempat nenek Tang

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2