Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Bab 39


__ADS_3

Lalu bagaimana dengan perasaan Mishel selama ini? Sebenarnya melihat kesungguhan yang Marco tunjukkan, perlahan membuat rasa kecewanya membaik. Dia sudah percaya jika ayah dari anaknya itu memang sudah lebih baik sekarang, sudah lebih bertanggungjawab dan sangat menyayangi putranya. Lalu apa Mishel menyukai lelaki itu seperti Marco menyukainya. Entahlah, sampai sekarang Mishel belum memikirkan hal itu.


Selama ini bukan tidak ada lelaki yang coba mendekatinya selain Marco. Ada beberapa tapi Mishel sendiri yang memang belum bisa membuka diri. Dia hanya ingin fokus pada kebahagiaan putranya. Tapi jujur saja setiap melihat putranya dia pun merasa sedih karena tak bisa memberikan keluarga yang lengkap untuknya. Mishel sendiri tak pernah sekalipun menceritakan apa yang terjadi mengapa dia dan ayah putranya tidak bersama. Biarlah itu menjadi masa lalu, yang penting sekarang Marco sudah berubah.


Hari ini, pada akhirnya dia memutuskan untuk datang ke acara ulang tahun ibu Ayunda dan suami. Bagaimana mereka sudah seperti pengganti ibunya yang sudah tiada. Selama ini merekalah yang selalu ada untuknya. Biasanya Mishel tidak mau datang karena merasa kedatangannya hanya akan membuat malu, banyak yang mengatakan dia wanita yang tidak benar karena melahirkan tanpa suami. Mishel tak memperdulikan omongan orang tapi dia tidak ingin keluarga ibu Ayunda juga ikut menjadi bahan gunjingan.


Jadi selama ini hanya Rafael yang diperkenalkan di depan publik tanpa mengatakan siapa ibunya.


"Hmm, apa penampilan ku sudah bagus." Mishel bercermin lagi. Dia tidak ingin membuat malu putranya nanti dihadapkan banyak orang. Walaupun sebenarnya dia ingin meminta agar tidak perlu di perkenalkan, dia hanya ingin datang itu saja.


Setelah menghirup udara sebanyak-banyaknya akhirnya dia pun memutuskan untuk berangkat karena waktunya sudah hampir terlambat.


...

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh. Akhirnya Mishel sampai di salah satu hotel yang menjadi tempat acara. Pasangan itu memang selalu menggelar ulang tahun pernikahan mereka secara meriah. Sungguh beruntung menjadi ibu Ayunda, itu seperti bukti cinta sang suami yang besar padanya.


Cukup lama berdiam diri di mobil akhirnya dia turun juga.


"Tidak apa-apa, tidak akan terjadi apa-apa di dalam." Setelah meyakinkan diri, diapun berjalan menuju ballroom.


Sementara di dalam. Marco masih menunggu seseorang. Sejak tadi dia terus menatap ke arah pintu masuk. Sampai dia melihat orang yang ditunggu datang.


"Bagaimana kalau saya memperkenalkan putri saya Tuan Marco, dia lulusan luar negeri dan sekarang membangun perusahaan sendiri. Saya yakin kalian pasti cocok," ujar salah satu rekan rekan bisnis perusahaan yang Marco jalankan. Ini bukan pertama, selama ini banyak sekali yang menawarkan putri mereka pada Marco.


"Maafkan saya Tuan, sayang sekali sepertinya putri Anda tidak akan cocok dengan saya karena wanita yang cocok dengan saya sudah ada di depan mata," ucapnya. Pria itu lalu pergi meninggalkan mereka dan berjalan menghampiri Mishel.


Mishel sendiri kebingungan di sana karena tidak mengenal siapapun. Dia hanya berjalan asal sembari mencari ibu Ayunda dan suami sebagai pemilik acara. Teidia harus memberikan selamat terlebih dahulu pada mereka.

__ADS_1


"Mishel," panggil seseorang yang mengenal Mishel.


Wanita itu pun menoleh, dia terkejut melihat pria itu ada di sana.


"Mishel, kau di sini? Apa kau mengenal Presdir dan istrinya. Ah jika tau kau akan datang, aku akan datang bersamamu tadi," ujar pria yang merupakan atasan Mishel di kantor.


"Tuan, Anda di sini juga?" Mishel tak tau harus menjawab apa. Pria itu petinggi perusahaan, wajar jika dia menghadiri pesta seperti ini.


"Ya, aku menghadiri undangan. Kebetulan aku beberapa kali pernah bertemu dengan Presdir. Kau sendiri, kau belum menjawab pertanyaanku."


Memang tidak ada yang tau kalau Mishel dekat dengan keluarga Presdir perusahaan besar itu, apalagi dia adalah ibu dari cucu Presdir pasti orang-orang akan terkejut jika tau.


"Saya .... mmm— saya..." Mishel kebingungan.

__ADS_1


"Ibu ...." panggil suara seorang anak kecil yang tentunya sangat Mishel kenali.


Tentu itu adalah Rafael, dia langsung berlari setelah melihat ibunya sudah datang.


__ADS_2