Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Mencintai Byantara lagi


__ADS_3

Flashback sebelum Byantara pulang


Sebetulnya hari itu Byantara malas bertemu dengan rekan bisnisnya, tapi salah satu rekan bisnisnya yang lumayan akrab, Anton sedang berulang tahun. Mau tidak mau Byantara menghadiri acara itu sekedar menghormati yang punya hajat.


Seperti biasanya para rekan bisnis Byantara yang berkisar usia tiga puluh tahun sampai lima puluh tahun itu dan berjenis kelamin pria semua itu, begitu terbebas dari pandangan istri mereka, mereka ingin merasa bebas seperti jomblo-jomblo yang belum punya istri. Apalagi acara itu acara santai, bukan acara resmi ataupun bisnis.


"Kapan lagi kayak gitu? Mumpung lagi luput dari pandangan istri! Sekali-kali menikmati hidup, kalau tidak buat apa kita punya uang banyak." Kurang lebih alasan seperti itu yang membuat Anton memesan suatu tempat di Night Club.kalangan atas, sekedar bersenang-senang dan menghilangkan rasa bosan dengan kehidupan monotonnya. Dan yang namanya Night Club sudah pasti banyak perempuan cantik yang disediakan hanya sekedar menemani tamunya, apalagi ketika pemilik tahu kalau yang memesan tempat adalah pebisnis-pebisnis sukses. Semua perempuan penghibur high class sudah diberi tahu dulu kalau mereka akan kedatangan tamu istimewa yang memiliki kantong tebal itu.


Sebetulnya Byantara bukan sekali saja ke acara seperti itu, Byantara sering juga ke acara seperti itu. Apalagi kalau perusahaannya sedang kedatangan tamu dari luar negeri.


Rekan bisnis Byantara sebagian juga sudah tahu kalau Byantara paling anti didekati perempuan-perempuan di Night Club itu, biasa Byantara hanya sekedar menemani rekan bisnisnya sekedar minum dan ngobrol saja. Tapi saat itu Byantara masih mempunyai istri seorang foto model yang juga bintang film. Jadi mereka bisa memaklumi kalau Byantara menolak perempuan-perempuan itu, mungkin saja takut terekspos oleh wartawan yang kepo.


Tapi saat ini yang Anton tahu kalau Byantara sudah bercerai, memang Byantara tidak pernah membicarakan masalah pribadi dengan semua rekan kerjanya. Anton mengetahuinya dari surat kabar, karena bagaimanapun Sella dulu adalah seorang foto model dan bintang film yang cukup dikenal. Mereka juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan hubungan Byantara dan Sella, yang mereka tahu sesudah bercerai, Sella masuk penjara. Mereka juga tidak berani menanyakan nya pada Byantara.


Begitu tahu status Byantara single (mereka tidak tahu kalau Byantara sudah menikah kembali, maklum saja pernikahan Byantara tidak dirayakan, sedangkan Byantara sendiri pelit informasi pribadi), Anton diam-diam sudah merencanakan memberi Byantara perempuan tercantik yang merupakan primadona di Night Club itu. Anton langsung memesan pada pemilik Club, agar perempuan itu yang menemani Byantara saat mereka berpesta.


*********


"Apa ini?" tanya Byantara dengan emosi ketika salah satu perempuan cantik berpakaian sexy duduk menempel padanya. Bahkan perempuan itu dengan percaya diri, langsung memeluk pinggang Byantara. Byantara langsung menepis tangan perempuan itu dan bangun dari duduknya, kemudian menatap penuh tanda tanya ke arah Anton.

__ADS_1


Byantara merasa heran mengapa Anton yang sudah tahu kebiasaan nya membiarkan seorang perempuan penghibur menemaninya minum. Byantara paling anti dengan yang bekas, apalagi perempuan penghibur yang sudah pasti bekas banyak orang, walau secantik apa pun! Tampak Anton yang juga sudah dipeluk perempuan lain, segera bangun menghampiri Byantara.


"Kalian mau bersenang-senang dengan perempuan silahkan, aku tak akan melarang! Tapi kau kan tahu kalau aku paling anti dengan perempuan penghibur!" omel Byantara.


"Aku hanya ingin kau bersenang-senang. Kau kan sudah bercerai tiga bulan lebih Byantara? Masak aku dan yang lain bersenang-senang, kau malah gigit jari?" protes Anton yang tidak percaya Byantara tidak tergoda perempuan cantik itu.


"Aku memang sudah bercerai, tapi aku sudah punya istri lagi! Kau tidak perlu sibuk mengurus aku! Kalau bukan karena kau meminta ku datang ke ulang tahun mu, aku lebih suka pulang menikmati malam bersama istri ku!" sindir Byantara.


Anton tentu kaget mendengar perkataan Byantara, dia tidak menyangka kalau Byantara yang dingin terhadap perempuan bisa secepat itu sudah menikah lagi. Tapi Anton juga tidak berani bertanya banyak lagi pada Byantara, karena Byantara wajahnya sudah memerah karena marah.


"Baiklah, aku akan beritahu perempuan itu untuk menyelesaikan tugasnya saja dan keluar dari ruang kita!" ujar Anton mengalah. Anton segera menghampiri primadona Night Clubs itu, memberitahu pada perempuan itu kalau Byantara tidak ingin ditemani.


Primadona itu tentu merasa sakit hati saat Anton meminta dia pergi. Selama ini banyak yang meminta jasanya hingga dia menjadi primadona di Night Club itu, tapi hari ini tiba-tiba dia diusir setelah dipesan dan dibayar, tentu dia merasa malu. Apalagi banyak sesama temannya yang sama-sama melihat kejadian itu!


Begitu melihat perempuan itu sudah bangun, Byantara pun kembali duduk di tempatnya tadi.


Byantara tidak menyangka kalau perempuan itu tiba-tiba berlagak jatuh ke pangkuannya dan cup, cap bibirnya melekat di kemeja Byantara tanpa Byantara sadari.


Byantara sebenarnya sudah mau marah kembali, tapi perempuan penghibur itu segera meminta maaf dan berkata kalau dia tidak sengaja. Akhirnya Byantara hanya mengibaskan tangannya, memberi tanda agar perempuan itu segera menghilang dari hadapannya.

__ADS_1


Huh, pria sombong, sok suci! Kalau begitu suci ngapain ke tempat seperti ini! Biar tahu rasa! Biar istri mu marah! gerutu perempuan penghibur itu, dia membalaskan rasa sakit hatinya karena merasa Byantara sudah menghinanya.


Memang sudah bukan rahasia lagi, biasa perempuan penghibur itu dengan sengaja meninggalkan jejak pada pelanggannya, agar sang pelanggan rumah tangganya ribut. Kalau sudah seperti itu, biasanya sang pria sudah tidak akan betah berada di rumah, akibatnya mereka akan sering datang lagi mencari hiburan, dengan demikian mereka kemudian mendapatkan pelanggan tetap. Semua pekerjaan tentu ada triknya.


********


Anggita membuka pintu perlahan, dan melongok kan kepalanya keluar, ketika melihat Byantara sudah tidak ada dan aman, Anggita pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke tempat tidur. Tampak Benji masih tertidur lelap dan mendengkur halus, sepertinya Benji lelah dengan aktivitas sekolahnya.


Tanpa sadar air mata Anggita kembali menetes keluar, Anggita sendiri juga merasa bingung mengapa dia tiba-tiba menjadi begitu cengeng.


Yang Anggita tahu ketika melihat cap bibir di kemeja Byantara, dia merasa hatinya begitu sakit seperti diremas-remas.


Dulu saat dia mengetahui Byantara menjalin hubungan dengan Sella saja, hatinya tidak sesakit ini.


Mungkin hormon kehamilan ku membuat aku menjadi mudah merasa sedih, aku tidak mungkin jatuh hati lagi pada pria seperti itu! Dasar Buaya! Aku tidak boleh mudah termakan rayuan nya. Pantas saja sekarang dia sangat pintar merayu. Paling aku hanya mau dijadikan pelampiasan saja seperti yang sudah-sudah! ujar Anggita bermonolog pada dirinya sendiri.


Perkataan memang mudah diucapkan, tapi perasaannya tidak bisa dikhianati. Anggita tetap saja merasa hatinya sakit. Anggita mulai sadar, sepertinya dia mencintai Byantara kembali untuk kedua kalinya. Anggita akhirnya memukul-mukul dadanya sendiri karena kesal dan menangis tersedu-sedu.


Byantara yang melihat kelakuan Anggita dari laptopnya ikut menjadi khawatir.

__ADS_1


Bersambung..............


__ADS_2