Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Sifat yang sama


__ADS_3

"Ya, ayo kita pergi kalau Benji takut!" ajak Anggita menggunakan kesempatan itu dan segera menggendong Benji dengan terburu-buru menuju ke pintu keluar.


"Gita! Tunggu! Ibu kangen dan ingin mengenal Benji !" panggil Bu Darmawan.


"Maaf Bu, ibu jangan khawatir, aku pasti akan mempertemukan ibu dan Benji. Ini Benji ketakutan, sebaiknya saya bawa pulang dulu!" tolak Anggita. Bu Darmawan terdiam.dan terpengaruh mendengar perkataan Anggita.


Tapi Byantara segera mengejar Anggita dan mencengkram lengan Anggita agar Anggita tidak pergi.


"Aku tidak akan membiarkan kau pergi membawa Benji!" ujar Byantara.


"Apa hak mu? Lepaskan!" sahut Anggita marah. Tiba-tiba Benji yang berada di gendongan Anggita berusaha membantu sang ibu, tangan-tangan kecilnya berusaha menarik lepas tangan Byantara.


"Montel ahat(Monster jahat)!" teriak Benji. Kali ini Byantara sudah mengerti perkataan Benji, Byantara akhirnya melepaskan tangannya dan memandang ke arah Benji.


"Lihat baik-baik Benji! Aku papa mu! Bukan monster jahat!" ujar Byantara kesal.


"Bukan! Boong!" teriak Benji sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Anggita segera menggunakan kesempatan itu untuk mendorong pintu ruangan Byantara dan segera berlari keluar.


Di depan tampak Rizky dan Hani yang duduk di hadapan Robby, entah apa yang sedang mereka lakukan. Yang jelas terlihat Hani yang sedang berbicara seru.


"Hani! Ayo pulang ke Mansion! Sekarang!" perintah Anggita.


Hani yang jarang melihat Anggita marah, merasa kaget dan segera bangun dari duduknya dan mengekor di belakang Anggita. Rizky dan Robby juga langsung bangun dari duduknya dan menatap ke arah Anggita dan Hani yang berjalan ke arah lift, bingung apa yang harus mereka lakukan. Untung Anggita dulu sudah terbiasa ke perusahaan itu, jadi Anggita cukup tahu jalan tercepat menuju ke bawah.


*********


"Sudahlah Byan! Semua salah mu sendiri. Bahkan anak mu saja tidak suka pada mu! Seharusnya kau bisa lebih tahu menjaga emosi. Kau lihat, akhirnya dia takut pada mu!" ujar sang ibu menarik tangan Byantara, menahan Byantara agar tidak mengejar Anggita lagi.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan dia begitu saja! ibu jangan mencegah ku mengambil Benji!" ujar Byantara.


"Kau dengarkan ibu dulu Byan! Kalau kau mau mengambil Benji, kau harus mengambil hati Gita juga! Masak kau mau anaknya, ibunya kau tidak mau?" tanya Bu Darmawan.


"Tentu aku menginginkan keduanya, tapi ibu lihat saja Gita seperti itu!" sahut Byantara.


"Kau tenang dulu Byantara, kejadian ini begitu mendadak. Pikirkan dengan tenang dulu, nanti setelah mendapatkan caranya baru kita bawa Gita dan Benji kembali ke Mansion kita. Saat ini Benji masih takut, kau juga bisa-bisanya mengaku sebagai ayahnya begitu mendadak, sudah pasti dia kaget. Apalagi Benji baru habis diculik, mungkin masih trauma. Ibu tidak mau terjadi apa-apa dengan cucu ibu! Kau yang sabar, yang penting Gita sudah mengijinkan ibu untuk bertemu dengan Benji! Saat ini sebaiknya kau jangan menggunakan kekerasan! Kau tahu sendiri kalau Anggita juga perempuan yang berhati keras!" nasehat Bu Darmawan yang akhirnya membuat Byantara sadar kalau dia sudah membuat Benji kaget. Apalagi pertemuan pertamanya yang kurang bagus saat Benji meminta minuman Wine. Byantara cukup menyesali perbuatannya yang malah mentertawakan Benji, harusnya saat itu dia menjelaskan baik-baik pada Benji kalau minuman itu tidak diperuntukkan untuk anak kecil. Tapi saat itu dia tidak mengira kalau Benji adalah anaknya, buat apa dia perduli? Semua itu sebetulnya akibat keegoisan sikapnya dan rasa sosialnya yang kurang.


"Bagaimana kau bisa mengerti kalau dia mengatai kau Monster jahat?" tanya Bu Darmawan yang tiba-tiba teringat dengan perkataan Byantara tadi.


"Aku hanya menebak saja Bu! Baiklah aku akan meminta Rizky untuk mengantar mereka pulang saja!" ujar Byantara yang tentu merasa gengsi untuk mengakui kejadian yang sebenarnya, apalagi kalau sampai ibunya tahu mengapa Benji memanggilnya monster jahat!


Setidaknya Byantara masih punya kontak batin dengan anaknya, dia masih bisa mengerti ucapan anaknya itu! pikir Bu Darmawan yang tidak tahu kalau Byantara baru menyadari kalau Benji adalah anaknya setelah beberapa kali bertemu. Bahkan Byantara mempunyai hubungan yang jelek dengan Benji sejak pertama bertemu


*********


"Ke mana Gita dan anak ku?" tanya Byantara.


Robby dengan cepat menyalakan CCTV di monitornya dan memperlihatkan keberadaan Anggita yang sudah berada mendekati meja resepsionis.


"Perintahkan penjaga buat menahan Gita dulu, biarkan Rizky yang mengantar mereka pulang! Aku khawatir kalau penculik akan beraksi lagi," instruksi Byantara.


"Baik Tuan," ujar Robby yang langsung menghubungi bagian penjaga pintu keluar untuk menahan Gita. Sedangkan Robby dengan cekatan sudah langsung berjalan ke arah pintu lift untuk segera menyusul Anggita.


**********


Tampak Anggita yang mulai adu mulut dengan penjaga pintu saat dia tidak diijinkan untuk keluar, Rizky segera berlari menghampiri Anggita.


"Nona Gita, saya akan mengantarkan nona bersama tuan muda kembali ke Mansion Tang", ujar Rizky mengangguk hormat.

__ADS_1


"Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri dan naik kendaraan online!" tolak Anggita ketus. Karena Anggita sedang marah dengan Byantara, akhirnya melihat bawahan Byantara, Anggita pun juga tidak suka.


"Tuan Byantara khawatir kalau penculik akan beraksi lagi nona. Perjalanan juga jauh, biar tuan muda bisa lebih tenang kalau menggunakan mobil pribadi nona." ujar Rizky lagi.


"Tante Gita, ayo! mumpung ada yang ngantar gratis ngapain ditolak? Pakai mobil bagus lagi. Jauh gini pasti mahal, Tante!" rayu Hani yang mendukung sang idola.


Asyik! Bisa satu mobil sama bang Rizky, udah gitu pasti duduk di samping bang Rizky lagi! pikir Hani yang sudah membayangkan kalau sudah pasti dia yang duduk di samping Rizky, Anggita dan Benji pasti di belakang.


"Tidak perlu! Aku tidak mau berhutang budi pada tuan mu itu!" sahut Anggita lagi dengan ketus, sama sekali tidak terpancing dengan rayuan Hani.


Hani yang berada di belakang Benji, kini menusuk-nusuk kaki Benji yang berada di gendongan Anggita, Benji menengok ke arah Hani dan Hani langsung memberi tanda pada Benji agar setuju diantar Rizky.


"Mama mau ! Mau ama bang lembo!" ujar Benji tiba-tiba.


"Mau apa Benji? Bang lembo apa?" tanya Anggita yang kali ini tidak mengerti maksud perkataan Benji.


"Benji bilang dia mau diantar bang Rizky, Tante Gita. Benji sebut bang Rizky pakai nama bang Rambo, soalnya bang Rizky yang membantu Benji saat diculik," sahut Hani yang mengartikan perkataan Benji tanpa diminta.


"Sok tahu kau, Hani! Memang kau bisa telepati?" sindir Anggita kesal.


Tapi ternyata Benji tetap pada pendiriannya juga.


"Mama! sama bang lembo!" ujar Benji kini sambil menunjuk ke arah Rizky.


Akhirnya Anggita mau tidak mau mengalah, namanya juga sayang anak. Rizky pun merasa lega, dia berhasil menjalankan perintah Tuan nya.


Ternyata Tuan dan Nyonya yang terdahulu sama-sama keras kepala, pantas saja tidak akur!


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2