Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Ajakan rujuk


__ADS_3

"Kau jangan sembarang menuduh kalau tidak ada bukti!" ujar Byantara yang menangkap kedua pergelangan tangan Anggita agar Anggita berhenti memukulnya, karena pukulan Anggita cukup menyakitkan.


"Kalau bukan kau siapa lagi? Pasti itu ulah mu! Aku tahu kau selalu ingin mengganggu kebahagiaan ku karena rasa dendam mu! Kau dulu merasa aku sudah mengikat mu dan mengganggu kebebasan mu! Kini kau hendak membalasnya pada ku! Kau sudah puas! Kau sudah berhasil memisahkan aku dan Samuel!" omel Anggita kesal, mengeluarkan unek-uneknya.


"Aku memang puas kalau kau sudah berpisah dengan Samuel. Tapi bukan aku yang melakukannya!" sahut Byantara yang merasa senang karena Anggita berpisah dengan Samuel.


"Ibu! Ibu dengar kan kata mas Byan? dia puas karena aku berpisah dengan Samuel!" ujar Anggita kesal dan menatap marah ke arah Byantara.


Ibu Darmawan menjadi serba salah ketika mendengar perkataan Anggita, Bu Darmawan menjadi bingung hendak membela siapa, akhirnya Bu Darmawan malah jadi terdiam beberapa saat.


"Coba kalian berdua bicarakan baik-baik, ibu juga menjadi bingung mengapa kalian dari dulu setelah menikah selalu berbeda pendapat dan tidak pernah akur?" ujar Bu Darmawan akhirnya.


"Tidak ada yang bisa aku bicarakan baik-baik lagi dengan mas Byan, Bu, memang sudah sejak dulu hubungan kami selalu buruk! Pada akhirnya kami selalu saling menyakiti. Aku akui kalau semua ini aku yang memulai karena menyukai mas Byan, tapi sejak empat tahun yang lalu bukankah aku sudah menyudahinya?" ujar Anggita akhirnya menghampiri Benji yang masih tertidur dengan nyenyak dan hendak menggendong Benji kembali ke kamarnya, Anggita merasa percuma dia berbicara dengan Byantara.


"Apa yang kau lakukan Gita? Biarkan Benji tidur di sini dulu, nanti setelah bangun baru kau bawa kembali ke kamarmu!" ujar Byantara menarik tangan Anggita agar menangguhkan niatnya.


"Aku malas keluar dari kamar lagi! Aku malas harus melihat wajahmu!" ujar Anggita.

__ADS_1


"Gita! Kita bisa perbaiki hubungan kita demi Benji. Aku akan menikahi mu dan berjanji menceraikan Sella!" ujar Byantara akhirnya mengakui perasaannya.


Tentu ucapan Byantara membuat Anggita terkejut.


**********


Sial, mengapa aku mencelakakan Samuel dengan tujuan hendak memperburuk hubungan Anggita dan Byantara, malah Byantara mau menikahi Gita kembali dan menceraikan aku. Bisa besar kepala perempuan itu! Apa yang harus ku lakukan? Aku sungguh tidak rela mengapa pada akhirnya aku harus kembali kalah pada perempuan itu! pikir Sella yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan di kamar Bu Darmawan yang pintunya terbuka itu.


Tapi Sella menjadi sedikit lega ketika mendengar jawaban Anggita.


"Ku beritahu mas! Kau harusnya tahu sifat ku sejak dulu, saat aku mencintai seseorang sulit buat ku berubah. Kau yang dulu saja kejam pada ku, aku bisa mencintai mu begitu lama, sampai akhirnya ketika aku sadar ketika kau sepertinya menginginkan kematian ku, perlahan perasaan itu baru hilang. Walaupun aku tidak bisa bersama Mas Sam lagi, mas Sam tetap berada di hati ku, itu sudah menjadi sifat ku kalau aku mencintai apa pun aku akan sungguh-sungguh! Dengan mu saja perasaan ku bisa bertahan begitu lama, apalagi dengan Mas Sam yang begitu baik dan perhatian pada ku? Mungkin untuk selamanya aku tidak bisa melupakan mas Sam!" sahut Anggita sengaja menyakiti Byantara.


"Aku tidak perduli dengan segala perasaan cinta Gita. Bagi ku yang penting Benji dan kau tidak pergi lagi dari Mansion ini, dan kalian akan menetap di sini selamanya! Dan cara satu-satunya adalah menjadikan kau sebagai istri ku lagi! Aku tidak perduli kau cinta atau tidak pada ku! Aku tidak perduli siapa yang ada di hati mu! Yang penting kau dan Benji menjadi milik ku!" ujar Byantara.


"Dasar pria tidak berperasaan! Setiap mengucapkan kata cerai bisa dengan semudah itu! Bisa-bisanya kau menceraikan Sella yang dulu kata mu kau cintai itu dengan semudah itu! Hanya demi obsesi mu, kau benar-benar gila!" omel Anggita marah.


"Gita, coba kau tenangkan dulu pikiran mu. Menurut ibu ada baiknya kalian bersatu kembali, bagaimanapun susah ada Benji di antara kalian. Kalau kau sudah tidak mungkin bersama Samuel, bukankah sebaiknya kau kembali pada Byantara? Setidaknya kamu memiliki status di keluarga ini!" ujar Bu Darmawan yang memihak Byantara.

__ADS_1


"Ibu! Kau sungguh tega! Sejak dulu kau memang tidak menyukai ku! Kau bahkan bisa setuju dengan Byantara yang mau menceraikan aku!" ujar Sella yang tiba-tiba muncul di kamar itu dan menangis tersedu-sedu.


Melihat itu Byantara langsung menarik Sella keluar dari kamar sang ibu.


"Jangan bikin ribut di sini! Benji sedang tidur!" ujar Byantara menarik Sella keluar dari kamar itu.


"Ibu! Biasa kau selalu bijaksana, mengapa kini kau malah mendukung Byantara yang tidak benar?" tanya Anggita kecewa.


"Maafkan Ibu, Gita. Sampai kapan pun ibu tetap akan menganggap kau adalah anak perempuan ibu. Ibu menjadi egois karena ibu juga menginginkan kau dan Benji selamanya menjadi keluarga Darmawan. Ibu sungguh tidak rela kalau kau menikah dengan pria lain, kau dan Benji dibawa pria yang lain ke tempat yang jauh. Ibu yakin kalau Byantara sudah berkata bukan dia yang mencelakakan Samuel, berarti bukan dia." ujar Bu Darmawan membela Byantara, padahal hatinya juga ragu siapa yang sudah mencelakakan Samuel.


"Sebetulnya perasaan Byantara sudah berubah pada mu sejak kau kembali ke sini Gita, sudah beberapa kali dia meminta bantuan ibu untuk membantu agar hubungan kalian menjadi lebih baik. Ibu sungguh tidak menyangka sekarang malah kau dan Byantara semakin salah paham!" sambung Bu Darmawan lagi ketika melihat Anggita yang masih diam dan tidak berkata apapun. Bu Darmawan segera menggunakan kesempatan ini untuk mempengaruhi Anggita.


"Ibu mohon kau pertimbangkan lagi Gita, ibu mengerti kalau kau sudah terlanjur kecewa dengan sikap Byantara dulu. Berilah kesempatan sekali lagi, siapa tahu pada akhirnya kalian bisa bahagia. Apalagi ada Benji di antara kalian, anak bisa tumbuh pesat dan bahagia jika memiliki keluarga yang lengkap, Gita," ujar Bu Darmawan menggenggam tangan Anggita memohon.


"Mama!" panggil Benji yang sudah bangun akhirnya menyadarkan Anggita dan Bu Darmawan menghentikan pembicaraan mereka.


"Wah Benji sudah bangun, ayo tidur-tiduran sebentar lagi, nanti kalau sudah gak pusing kita mandi ya!" ujar Anggita menghampiri Benji dan mengelus rambut Benji. Benji hanya menurut karena baru bangun

__ADS_1


Untung Benji bangun di waktu yang tepat, pikir Anggita yang ingin menghindari pembicaraan dengan Bu Darmawan.


Bersambung.............


__ADS_2