
"Bu, sudah kamu laksanakan perintah ibu! Kami sekarang minta uangnya agar segera ditransfer ke kami?"
"Kalian tidak bohong? Sudah beres apa yang aku tugaskan?" tanya Sella ragu.
"Ibu lihat saja WA ibu, ini sedang kami kirimkan kronologi kejadiannya Bu, mungkin sebentar lagi, sinyalnya lagi payah Bu!" ujar suara pelaku itu.
"Baiklah! Saya transfer sekarang!" ujar Sella terburu-buru ketika melihat pintu kamar tidurnya dibuka.
Tampak Byantara melangkah masuk dengan wajah masam, alhasil Sella sementara tidak berani melihat handphonenya.
Dasar preman kagak mutu, gak modal, sinyalnya saja ada acara lelet segala! omel Sella dalam hati.
********
"Benji sudah menemukan sekolah yang cocok?" tanya Sella sok perhatian. Byantara hanya mengangguk, sama sekali tidak menjawab Sella.
Melihat keadaan Byantara, Sella benar-benar bingung, bagaimana dia bisa mengambil hati Byantara.
Belum sempat mengatakan apapun, malah Byantara yang memulai pembicaraan yang membuat Sella shock.
"Sella! Sebaiknya kita bercerai saja, menurut ku hubungan kita sudah tidak bisa dipertahankan lagi!" ujar Byantara mendadak, membuat Sella merasa kaget.
"Aku tidak mau Byan! Bukankah kau dulu sudah berjanji pada ku akan menjaga ku terus setelah aku menyelamatkan nyawa mu?" tanya Sella mengingatkan kembali jasanya itu.
__ADS_1
"Aku sekarang baru tahu, cinta tidak bisa begitu Sella. Aku sama sekali tidak punya perasaan apa-apa lagi pada mu! Aku sekarang baru mengerti, ketika aku mencintai seseorang aku akan merasa tersiksa melihatnya bersama yang lain!" sahut Byantara.
"Maksud mu Anggita? Apakah kau yakin? bukankah hanya karena Anggita sudah memiliki Benji dan kau dipengaruhi ibu mu? Aku tahu ibu mu sejak dulu tidak suka pada ku Byan!" tuduh Sella tidak terima.
"Aku sudah bilang Byantara, kau tolong maafkan aku! Kita juga bisa segera punya anak, asal kau mau!" ujar Sella yang langsung memeluk Byantara dengan erat.
"Lepaskan aku Sella! Sebaiknya kau menerima saja, saat aku masih bicara baik-baik dengan mu! Aku akan memberi tunjangan untuk mu, jadi kau tidak perlu khawatir!" ujar Byantara menarik lepas tangan Sella yang memeluknya.
"Kau sungguh tega Byantara! Dulu kau mengusir Anggita, kini kau juga ingin mengusir aku! Aku tidak mau menerima begitu saja." ujar Sella marah.
"Dari awal aku sudah salah langkah Sella, makanya aku menyesal. Aku bahkan tidak tahu hati ku sendiri, ku pikir aku mencintai mu ternyata tidak. Jadi kita sudahi saja pernikahan kita sampai di sini. Kau bisa menemukan pria yang cocok untuk mu. Kau tentu tidak selamanya ingin hidup dalam pernikahan seperti ini bukan?" tanya Byantara.
"Aku tidak bersedia Byantara. Aku yakin kita bisa memperbaiki hubungan kita lagi!" ujar Sella yang tidak terima dan langsung berjalan keluar meninggalkan Byantara, tidak ingin melanjutkan pembicaraan lagi.
"Sudah tidak mungkin Sella!" sahut Byantara sebelum Sella menghilang di balik pintu kamar.
********
"Nenek Tang! Kau baik-baik saja kan? Mengapa nenek berada di luar?" tanya Anggita khawatir, menggenggam kedua tangan nenek Tang dan memandang nenek Tang dari atas ke bawah.
"Aku tidak apa-apa Gita! Samuel yang kena masalah. Samuel mengalami kecelakaan mobil, dan pelakunya kabur, sepertinya disengaja setelah dicek lewat CCTV jalanan!" ujar Nenek Tang yang membuat Anggita kaget dan langsung bangun dari duduknya, lupa dengan keberadaan nenek Tang. Tapi ketika Anggita hendak membuka kamar Samuel, nenek Tang segera menarik tangan Anggita.
"Tunggu Gita, nenek belum selesai bicara!" ujar nenek Tang yang menyadarkan Anggita.
__ADS_1
"Maaf nek, aku khawatir dengan keadaan Samuel!" sahut Anggita.
"Masa kritisnya sudah lewat Gita, hanya menunggu Samuel sadar kembali. Nenek tidak menyangka kalau kau berhubungan kembali dengan Samuel. Bukankah saat itu kau sudah berjanji pada nenek kalau akan menyudahi hubungan mu dengan Samuel? Mengapa kau mengingkari janji mu Gita?" tanya nenek Tang yang terlihat agak marah.
"Samuel datang mencari ku dan menyatakan perasaannya. Saya juga menyukai Samuel nek, saya pikir nenek sudah tidak keberatan lagi. Saya berjanji akan tulus mencintai Samuel nek, tidak bisakah nenek memberi kami kesempatan?" tanya Anggita terus terang.
"Sebenarnya nenek dari dulu menyukai mu walaupun kau hanya perawat nenek, Gita. Kau berbeda dengan pelayan lain, kau pintar menempatkan diri. Tapi sayang kau adalah bekas istri Byantara, bahkan kau punya Benji yang ternyata adalah anak Byantara. Tapi Byantara baru tahu keberadaan anaknya saat ini, coba kau pikir Gita, apakah Byantara akan membiarkannya begitu saja? Kalau kau bersama Samuel, kau pikir Byantara akan membiarkan mu membawa Benji ke New Zealand?" tanya nenek Tang.
"Tapi Byantara berjanji akan melepaskan aku, kalau dia dan istrinya sudah punya anak, nek." sahut Gita dengan jujur.
"Apakah kau bisa tahu mereka kapan akan punya anak? Bukankah mereka sudah menikah tiga tahun lebih, sampai sekarang saja belum punya anak. Seharusnya kau yang bisa lebih berpikir sesuai kenyataan. Kalau nenek mau menasehati Samuel tidak mungkin, saat Samuel mencintai seorang perempuan, dia akan berkorban segalanya demi perempuan itu!" ujar nenek Tang menghela nafas, sesudah mengeluarkan unek-uneknya.
"Mengingat hubungan kita di masa lalu, nenek mohon pada mu Gita, sudahi hubungan kalian. Kau jangan lagi memberi harapan pada Samuel, agar dia mundur sendiri!" ujar nenek Tang sambil menatap tajam ke arah Anggita. Anggita terlihat diam dan bingung dengan wajah sedih.
Mengapa di saat aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Byantara lagi, tetap saja Byantara mampu membuat ku tidak bisa memperoleh kebahagiaan ku?
**********
Anggita akhirnya berjanji mengiyakan permintaan nenek Tang, setelah mendengar perkataan Nenek Tang lagi.
"Aku tidak menuduh siapa pun karena saat ini belum ada bukti. Kau adalah perempuan yang cerdas Gita, coba kau pikir selama Samuel membawa mobil, Samuel orang yang berhati-hati. Menurut mu ini murni kecelakaan atau Samuel dicelakai? Saat melihat kejadian tabrakan di CCTV jalan, mobil yang menabrak Samuel plat nya kosong, bukankah itu suatu kebetulan yang aneh? Dan kejadiannya di dekat Mansion kau tinggal!" ujar nenek Tang yang curiga.
"Percayalah pada nenek, kalau kau tidak ingin hal yang buruk terjadi pada Samuel lagi, sebaiknya kau menjauhi Samuel mulai sekarang. Samuel tidak bisa nenek nasehati mengenai pasangan hidup, jadi nenek berharap kau yang memutuskan hubungan dengan Samuel!" tekan nenek Tang.
__ADS_1
"Saya berjanji nek, saya benar-benar akan menjauhi Samuel! Tapi biarkanlah aku masuk ke ruang rawat Samuel untuk melihat Samuel terakhir kalinya." pinta Anggita berusaha menahan air matanya. Kali ini nenek Tang mengangguk, nenek Tang cukup mengenal sikap Anggita, nenek Tang yakin kali ini Anggita akan memenuhi janjinya.
Bersambung...........