
"Sudah seperti ini sebaiknya kau menerima Byantara kembali Gita. Dulu kau pernah mencintai Byantara, pasti tidak sulit untuk mengembalikan perasaan itu, apalagi kini kau akan mempunyai anak lagi dari Byantara! Byantara juga sudah berusaha merubah sikapnya Gita. Ibu sangat bahagia saat kau dan Benji datang kembali ke Mansion ini. Ibu dari awal sudah berharap kau tidak akan pergi lagi dari sini lagi selamanya. Apalagi kini bukan hanya ada Benji saja!" ujar Bu Darmawan menghampiri Anggita juga.
Anggita tidak bisa menolak lagi, akhirnya Anggita pun menganggukkan kepala menyetujui. Lagipula benar kata Bu Darmawan, sebentar lagi Benji akan punya adik. Cukup Benji saja yang dulu dibesarkan tanpa ayah, tidak mungkin kedua anaknya akan dibesarkan tanpa seorang ayah! Bagaimanapun Anggita tidak boleh egois, dia juga harus memikirkan Benji dan kandungannya.
Melihat anggukan Anggita, Byantara langsung tersenyum senang.
"Terimakasih Gita, kau sudah mau memberikan kesempatan pada ku lagi," ujar Byantara mere*mas kedua tangan Anggita yang berada dalam genggamannya sejak tadi. Hal yang membuat Anggita akhirnya sadar kalau tangan dia berada dalam genggaman Byantara.
Anggita segera menarik tangannya dari genggaman Byantara, bagaimanapun perlakuan buruk Byantara padanya dulu masih membekas, sehingga membuat Anggita merasa risih kalau Byantara bersikap mesra padanya.
Byantara sendiri juga tidak mau terlalu memaksa, yang penting Anggita sudah bersedia menikah kembali dengannya. Sejalannya waktu Byantara yakin hubungan mereka akan membaik kalau mereka sudah menjadi suami istri kembali.
Saat itu, kau juga tidak bisa melarang ku untuk menyentuh mu, kalau sudah menjadi istri ku! pikir Byantara akhirnya memilih mengalah. Mengalah untuk menang!
***********
"Mengapa kalian menangkap ku? Apa salah ku? Kalian tahu siapa aku?" tanya Sella pada petugas yang datang ke rumah ibunya.
Ibu Sella juga kaget ketika melihat rumahnya kedatangan polisi.
"Maaf pak, bisa saya tahu bapak sekalian hendak mencari siapa?" tanya ibu Sella.
"Kami ke sini hendak menangkap nona Sella Amanda, karena nona Sella Amanda sudah melakukan perbuatan yang melanggar hukum, Bu!" ujar salah satu petugas itu.
__ADS_1
"Benar pak, Sella Amanda memang anak saya. Memang kesalahan apa yang sudah dilakukan anak saya? Rasanya selama dia di sini, dia lebih banyak berada di dalam rumah? Apakah mungkin ada kesalahpahaman pak?" tanya sang ibu yang tentu tidak percaya kalau anaknya sudah melakukan kejahatan.
"Anak ibu bukan hanya melakukan satu kejahatan saja. Sudah dua kali dia melakukan kejahatan, dan kedua-duanya adalah kejahatan yang fatal, yang bisa membahayakan nyawa orang! Memang bukan dia yang melakukan, tapi dia dalangnya!" ujar petugas itu menerangkan.
"Siapa yang berani menuduh aku? Pasti mereka hanya iri karena ketenaran ku! Kalian pasti tahu siapa aku? Aku foto model terkenal dan istri dari Byantara Darmawan! Mengapa kalian berani sekali memfitnah aku?" ujar Sella.yamg tidak terima, ketika salah satu petugas hendak membawanya ke mobil polisi.
"Setiap.orang bersalah akan diproses hukum! Harusnya nona Sella sudah tahu kesalahan nona sendiri, kalau nona Sella tidak terima, nona Sella bisa mengajukan keberatan saat sudah tiba di kantor polisi. Nona siap kan saja pengacara yang akan membela nona, kalau tidak sanggup, akan disediakan oleh negara!" ujar petugas itu.
Melihat itu ibu Sella menjadi semakin tidak tenang, ibu Sella kembali menghampiri salah satu petugas itu.
"Pak Petugas, tolong beritahu saya. kejahatan apa yang sudah dilakukan anak saya?" mohon ibu Sella.
"Anak ibu sudah menjadi otaknya yang mencelakakan seseorang. Untung saja orang itu hanya terluka dan tidak meninggal. Anak ibu juga meminta bantuan seseorang untuk menculik seorang perempuan untuk melakukan hal yang tidak senonoh pada perempuan itu!" ujar petugas itu.
"Sella, apakah benar kau melakukan itu semua?" tanya ibu Sella tidak percaya.
"Aku tidak melakukan hal itu Bu! Kau jangan mudah percaya!" seru Sella yang sudah dibawa keluar oleh petugas untuk menuju mobil.
"Tapi mengapa kau bisa dituduh seperti itu Sella, kalau kau tidak melakukan semua itu?" tanya ibu Sella yang mengejar Sella yang sudah dibawa keluar.
"Pasti perempuan itu yang sudah memfitnah ku Bu, gara-gara dia menginginkan Byantara kembali!" tuduh Sella.
"Maksud mu siapa?" tanya Ibu Sella lagi.
__ADS_1
"Anggita bu!" ujar Sella yang sudah dibawa masuk ke dalam mobil, sehingga ibu Sella sudah tidak bisa bertanya apa-apa lagi. Apalagi sebentar saja mobil itu sudah langsung meninggalkan rumah ibu Sella.
Ibu Sella menatap kepergian mobil yang membawa anaknya itu dengan sedih. Ibu Sella tidak tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi, tapi bagaimanapun Sella adalah anaknya. Sebisa mungkin dia tentu ingin menolong anaknya.
"Aku harus pergi ke Mansion Darmawan untuk menemui nona Anggita, siapa tahu aku bisa mewakili Sella untuk meminta maaf pada nona Anggita, agar nona Anggita bersedia melupakan kejahatan yang sudah dilakukan anak ku kalau memang benar adanya!" pikir ibu Sella yang langsung berencana kalau besok dia akan ke kota untuk menemui Anggita. Ibu Sella tentu mengenal Anggita.
**********
Sella masih tidak mau mengakui perbuatannya saat dia sudah berada di kantor polisi dan ditanyai petugas. Sella membantah semua pernyataan dari petugas, tapi ketika petugas itu membawa saksi, yaitu orang suruhan yang diminta Sella untuk menghabisi Samuel, Sella tentu saja kaget.
"Dasar kau tak berguna! Katanya sudah profesional, tapi mengapa kau bisa tertangkap juga? Bahkan kau menyebut nama ku! Padahal bukankah kau sudah berjanji kalau sampai kau tertangkap, kau akan menanggungnya sendiri!" omel Sella dengan emosi hingga wajahnya memerah. Sella sudah lupa kalau masih banyak petugas di sana yang ikut mendengar ucapannya.
Orang suruhan Sella hanya diam dan tidak menyahut, membuat Sella merasa semakin geram. Sella berusaha menghampiri orang itu. Sella ingin sekali memukul orang suruhannya itu, tapi salah satu petugas segera menahan Sella dengan menangkap tangan Sella.
Kepala petugas mengibaskan tangan, memberi tanda pada petugas yang membawa orang suruhan Sella itu untuk dibawa kembali ke sel nya.
"Dasar pengecut! Tidak berguna! Cih!" teriak Sella yang masih tidak puas dengan orang suruhannya itu.
Tetapi ketika Sella melihat salah satu petugas masuk ke ruang interogasi nya dengan membawa Raka, mata Sella langsung melotot kaget.
Aku benar-benar sudah habis kali ini! Mengapa aku bisa begitu sial! Aku sungguh menyesal karena sudah tidak mendengarkan nasehat ibu ku sejak dulu! Byantara! Pasti semua ini adalah perbuatan mu, kau sungguh pria kejam dan tidak berperasaan! Kau benar-benar ingin menghancurkan aku! gerutu Sella dengan kecewa, tapi kini dia tidak bisa apa-apa lagi, semua bukti sudah terpampang.
"Aku tidak mau menjawab lagi Pak! Tunggu saja sampai pengacara ku tiba!" ujar Sella yang terduduk lemas di hadapan petugas itu, sama sekali tidak mau menoleh ke arah Raka lagi!
__ADS_1
Bersambung.............