
"Mama, Benji lapar!" ujar Benji yang sudah rapi sejak pagi. Karena Benji semalam tidurnya cepat, akhirnya pagi-pagi jam lima sudah bangun.
Setelah kejadian semalam, Anggita akhirnya sampai jam dua dini hari baru jatuh tertidur karena perasaan malunya.
Bahkan sampai sekarang Anggita merasa segan untuk turun ke bawah, Anggita benar-benar merasa malu, padahal mungkin dulu Byantara juga sudah pernah melihat semuanya, tapi kini mereka sudah tidak ada hubungan lagi, bukan suami istri lagi.
Mengingat biasanya Byantara berangkat kerja paling cepat jam setengah delapan, Anggita berencana turun setelah itu. Tapi ternyata Benji dari tadi sudah ribut lapar, padahal sudah banyak mainan yang Anggita keluarkan dari lemari untuk memancing Benji agar tetap bertahan di kamar sampai jam setengah delapan, ternyata semua itu sudah tidak menarik buat Benji ketika cacing di perutnya sudah minta makan.
*********
Dengan enggan Anggita menggandeng Benji ke ruang makan. Dan benar saja, saat itu ruang makan semuanya lengkap, ibu Darmawan, Byantara dan Sella tengah duduk di ruang makan dan sudah mulai melahap sarapannya. Begitu melihat Anggita, ketiga orang itu berhenti makan.
Bu Darmawan langsung menghampiri Benji dan gantian menggandeng Benji menuju ke meja makan.
"Benji capek ya? Makanya bangunnya siang?" tanya Bu Darmawan.
"Enggak. Mama gak mau tulun(turun)" sahut Benji yang membuat Anggita kaget dan menjadi salah tingkah saat Bu Darmawan dan Byantara menatap ke arahnya.
Mengapa Benji jadi lancar bicara di saat yang tidak tepat seperti ini? keluh Anggita dalam hati, sambil menggigit bibirnya kesal. Tanpa sadar Anggita melirik ke arah Byantara, Anggita tidak menyangka kalau Byantara juga tengah menatap ke arahnya.
Ish! Ngapain si pria ca*bul melihat ke arah ku? gerutu Anggita dalam hati yang melengos dan tanpa sadar mengerucutkan bibirnya kesal. Sedangkan Byantara dari tadi masih saja menatap ke arah Anggita dengan lekat.
Sepertinya ada yang gak beres dengan otak ku, aku kok merasa Anggita semakin menarik dan menggoda, melihat dia memberengut begitu kok aku malah merasa dia semakin cantik? pikir Byantara yang bingung dengan perasaan nya sendiri.
Sella yang melihat tatapan Byantara ke Anggita tentu merasa cemburu.
"Byan! Ini lauk kesukaan mu!" ujar Sella sambil menyendok kan lauk itu ke piring Byantara, mengalihkan perhatian Byantara dari Anggita. Ucapan Sella membuat Byantara sadar dan akhirnya mengalihkan pandangannya pada piringnya kembali.
********
Benji yang diajak Bu Darmawan untuk duduk di antara Byantara dan dirinya, langsung menarik lepas tangannya dari Bu Darmawan dan segera berlari ke arah Anggita dan memeluk kaki Anggita.
__ADS_1
"Kenapa Benji?” tanya Bu Darmawan yang bingung melihat tingkah Benji.
"Gak mau! Ada montel!" sahut Benji yang ternyata tidak mau duduk di samping Byantara.
"Gita apa maksudnya itu? Apa itu montel?" tanya Bu Darmawan bingung.
"Dia takut dengan mas Byan, Bu! Dia menganggap mas Byan monster! Gita juga gak tahu kenapa Benji seperti itu, tapi biasa ada sebabnya Bu. Mungkin mas Byan pernah menakuti Benji." sahut Anggita dengan jujur dan sengaja karena dia juga sedang kesal dengan Byantara.
Huh! Memang monster, monster cabul, monster mesum! omel Anggita dalam hati teringat insiden kemaren malam lagi.
"Kok bisa begitu Byan? Apa yang pernah kau lakukan pada Benji?" tanya Bu Darmawan penasaran.
"Sudahlah Bu, aku sedang bersiap ke kantor, nanti baru ku ceritakan kalau sedang santai. Biarkan saja Benji mau duduk di mana." ujar Byantara yang kembali melahap sarapannya, memberi tanda kalau dia sudah tidak ingin diganggu lagi.
Akhirnya Bu Darmawan tidak protes lagi, Benji memilih duduk di samping Anggita, dan begitu disiapkan makanannya, Benji langsung melahap sarapannya dengan cepat karena sudah lapar.
Melihat itu Anggita menyesali tindakannya tadi yang tidak memikirkan Benji, hanya gara-gara enggan bertatap muka dengan Byantara.
Pelayan Mansion Darmawan terdiri dari pelayan lama dan pelayan baru. Pelayan yang lama tentu mengenal kalau Anggita adalah nyonya mereka yang dulu, sedangkan yang baru tentu tidak mengenal Anggita.
Dan berita Byantara yang mengakui Benji sebagai anak kandungnya saat Benji diculik tentu menjadi topik yang cukup hangat. Saat mereka sedang senggang dan kelebihan waktu, sudah pasti membicarakannya diam-diam hanya di antara sesama pelayan sekedar mengisi waktu.
"Wik, aku masih bingung lho, kok bisa ya tuan punya simpanan dan tahu-tahu sudah punya anak umur empat tahun, padahal apa kurangnya nona Sella yang seorang bintang film dan model itu?" ujar Dini yang memang cukup mengidolakan Sella.
"Kau belum pernah bertemu ibunya Benji, ibunya tuan muda kita bukan?" tanya Wiwik.
"Belum sih" sahut Dini.
"Wah! Walaupun ibunya Benji bukan bintang film, astaga cantik banget Din! Bahkan Bu Sella saja kalah cantik!" sahut Wiwik.
"Gak mungkin ah! Pasti kau sentimen sama Bu Sella gara-gara pernah diomeli!" bela Dini yang tidak setuju Wiwik menjelekkan idolanya.
__ADS_1
"Kalau enggak masak Tuan Byantara memilih Bu Sella menjadi istrinya, bukan ibunya Benji padahal mereka mempunyai anak," sambung Dini mengemukakan alasannya.
"Mengapa Bu Sella yang jadi istri aku gak tahu Din, tapi yang jelas kemaren malam aku memergoki Tuan Byantara keluar dari kamar ibu Benji dengan terburu-buru. Coba kau pikir apa yang dilakukan Tuan Byantara di tengah malam, jangan-jangan nanti bakal muncul lagi Benji kedua!" ujar Wiwik terkekeh, memanasi Dini yang pro ke Sella.
"Tapi..," belum selesai Dini mengajukan protes, terdengar suara deheman yang membuat kedua pelayan itu langsung terdiam seketika, apalagi ketika melihat seorang perempuan tinggi kurus berdiri di hadapan mereka.
"Jangan suka menyebar gosip yang tidak-tidak. Kalian jangan terlalu sok tahu! Tahu apa kalian? Nona Anggita adalah istri Tuan Byantara terdahulu, juga merupakan anak angkat Bu Darmawan! Jangan sampai aku mendengar kalian membicarakan masalah tuan Byantara lagi lain kali!" ancam Bu Tatik, sang kepala pelayan, membuat Dini dan Wiwik langsung tertunduk.
********
"Nyonya, saya mau melaporkan sesuatu!" ujar Bu Tatik, kepala pelayan yang sudah lama mengabdi pada Bu Darmawan itu.
"Ada apa Tatik?"
"Kemaren salah satu pelayan di sini memergoki Tuan Byantara keluar dari kamar nona Anggita tengah malam. Sepertinya keinginan Nyonya agar Tuan Byantara kembali pada Nona Anggita ada harapan," lapor Bu Tatik.
Bu Darmawan memang sejak dulu kalau mempunyai masalah selalu menceritakannya pada Tatik. Tatik sudah sejak lama mengikutinya, Tatik seumuran dengan Bu Darmawan. Tatik sejak muda sudah melayani Bu Darmawan. Saat Bu Darmawan menikah, Tatik juga dibawa Bu Darmawan ke kediaman barunya, dan pada akhirnya Bu Darmawan menjadikan Tatik sebagai kepala pelayan di Mansion Darmawan, setelah kepala pelayan yang lama pensiun.
Karena tidak ada orang untuk berbagi, akhirnya setiap ada masalah bu Darmawan menceritakannya pada Tatik, apalagi sejak Anggita diceraikan Byantara dan pergi dari Mansion.
"Benarkah Tatik?" tanya Bu Darmawan lagi.
"Iya Bu, Semoga keinginan ibu agar Tuan Byantara dan nona Anggita bersatu kembali bisa kesampaian," ujar Tatik yang langsung membuat Bu Darmawan tersenyum bahagia.
"Tapi bukan hal yang mudah, Benji saja tidak suka pada ayahnya sendiri. Tapi perlahan aku akan pikirkan cara untuk mendekatkan hubungan Benji dan Byantara. Bagaimana Byantara bisa mengambil hati Anggita, kalau anaknya saja tidak suka padanya?"
"Jangan khawatir Nyonya, yang namanya hubungan darah itu erat. Saya yakin cepat atau lambat Tuan Byantara bisa berhubungan baik dengan Benji!" ujar Tatik menenangkan.
Sella yang tadinya hendak berjalan masuk ke dalam ruang makan itu untuk mengambil air tidak jadi, Sella bersembunyi di balik tembok mencuri dengar pembicaraan antara Tatik dan Bu Darmawan. Mendengar itu Sella hanya bisa mengepalkan tangan dan merasa geram.
Aku tidak akan membiarkan kalian menyatukan Byantara dan Anggita kembali. Tidak akan ku biarkan kalian semudah itu menjalankan rencana kalian! Sampai kapan pun Byantara adalah milik ku!
__ADS_1
Bersambung..............