Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Bu Darmawan salah duga


__ADS_3

Sella yang termenung bingung karena rencananya sudah gagal total, tiba-tiba curiga setelah beberapa saat Byantara belum kembali ke kamar juga.


Setelah mengintip ke depan kamar dan Byantara tidak ada, Sella segera melangkah menuju ke meja kerja Byantara dan mulai membuka laptop Byantara.


Sella hatinya seperti mau meledak ketika menyaksikan Byantara yang tengah menindih tubuh Anggita dan tengah menggagahi Anggita, membuat Sella tidak sanggup melihat kelanjutannya lagi. Sella akhirnya menutup laptop itu dan terduduk lemas di bangku besar itu.


Mengapa nasib selalu mempermainkan aku? Setiap aku memberi obat pe*rangsang, selalu berakhir dengan Byantara meniduri Anggita!" sesal Sella dalam hati, dan tanpa sadar air matanya menetes, Sella benar-benar sudah putus asa kali ini.


*********


"Sudah puas mempermalukan aku?" tanya Anggita, begitu Byantara membuka matanya. Kali ini Byantara sudah sadar dari pengaruh obatnya. Byantara tidak tahu entah sejak kapan Anggita sudah bangun.


"Lepaskan aku! Kau bukan hanya menyakiti ku. Kau bahkan membuat aku tidak bisa beristirahat semalaman!" omel Anggita lagi.


Setelah Byantara melepaskan pelukannya yang ketat, akhirnya Anggita kini bisa bergerak bebas lagi. Anggita segera bangun dari posisi tidurnya dan duduk di atas tempat tidur. Wajah Anggita langsung memerah, setelah Anggita sadar begitu keluar dari selimut yang tadi membungkus dia dan Byantara, hampir seluruh tubuh nya terekspos. Bahkan dadanya masih menyembur keluar dari baju tidurnya yang sudah tidak jelas posisinya. Anggita segera membetulkan letak baju tidurnya, merapatkan bajunya pada bagian da*da dan segera menutupi bagian kewanitaannya.


Sial! Entah ke mana cela*na da*lam ku dilempar mas Byan! gerutu Anggita dalam hati. Ketika tidak sengaja tatapannya bertemu dengan Byantara, Anggita yang menyadari posisi Byantara yang masih tidur dan tadi menatap ke tubuhnya saat dia membetulkan pakaian, Anggita pun menjadi marah seketika.


"Dasar pria mesum kau! Cabul" omel Anggita memukul lengan dan dada Byantara bertubi-tubi melampiaskan kekesalannya.


Byantara kali ini membiarkan Anggita melampiaskan kekesalannya karena merasa dia sudah bersalah, walau rasanya cukup sakit. Apalagi bagian punggungnya juga terasa pedih, sepertinya Anggita sudah mencakar nya, saat melakukan perlawanan terhadap perbuatan Byantara kemaren malam.


Tapi setelah beberapa saat Anggita masih juga tidak menghentikan pukulannya itu, akhirnya Byantara tidak tahan lagi. Byantara ikut bangun dan segera menangkap kedua tangan Anggita.


"Maafkan aku Gita! Aku terpaksa melakukannya!" ujar Byantara meminta pengertian Anggita.

__ADS_1


”Siapa yang berani memaksa kau Mas Byan? Kau sengaja mau mempermalukan aku! tuduh Anggita.


"Minuman ku sepertinya sudah diberi obat perang*sang Gita, aku tidak bisa mengontrol keinginan ku sendiri, aku minta maaf! Aku akan bertanggung jawab Gita!" ujar Byantara.


”Kau mau menuduh ku memberikan obat perang*sang pada mu, seperti dulu lagi? Kau mau bilang aku yang sudah memancing mu berbuat hal tidak senonoh pada ku?" ujar Anggita semakin marah.


"Aku tidak berkata kalau kau yang sudah melakukan nya Gita! Aku hanya berkata kalau aku sudah diberi obat pe*rangsang oleh seseorang!" ujar Byantara berusaha menjelaskan.


"Banyak alasan! Menyalahkan sesuatu yang tidak kelihatan. Benar kata Benji, kau monster!Mengapa kau ke kamar ku? Kau kan bisa lampiaskan pada Sella!" ujar Anggita marah, dan semakin emosi.


"Aku tidak tertarik padanya," sahut Byantara yang tidak menyangka kalau jawabannya malah membuat Anggita semakin berpikiran buruk padanya.


"Aku sekarang baru tahu sifat asli mu, mas Byan! Dulu saat aku adalah istri mu, kau malah pacaran sama si Sella. Sekarang Sella sudah jadi istri mu, kau malah tidak tertarik padanya. Aku sungguh menyesal sudah salah menilai mu sejak dulu, hingga jatuh cinta pada mu! Keluar kau Buaya!" omel Anggita yang kali ini sambil mengambil bantal dan memukul Byantara dengan kesal.


"Hentikan Gita, aku tidak seperti yang kau sangka!" ujar Byantara. Tapi Anggita yang tengah emosi mana mau lagi mendengar ucapan byantara, Anggita memukul dengan seluruh tenaga nya yang tersisa.


Karena mereka berdua dari tadi sedang seru bertengkar, mereka sampai tidak sadar kalau ada yang mengetuk kamar mereka.


*********


Untung saja Benji akhirnya tidak ribut dan tidur kembali di kamar Bu Darmawan. Ketika hari sudah menjelang pagi, Bu Darmawan yang malah jadi penasaran dengan ucapan Benji.


Setelah melihat Benji yang masih tidur dengan pulas, Bu Darmawan pun memutuskan untuk ke kamar Anggita.


Sekalian mengecek keadaan Gita, pikir Bu Darmawan yang tentu itu hanya alasan untuk membenarkan tindakannya yang sebenarnya ingin menangkap basah Byantara dan Anggita.

__ADS_1


Ketika sudah mengetuk pintu kamar Anggita berkali-kali, tapi tidak mendapat jawaban apapun, Bu Darmawan pun memutuskan untuk memutar handel pintu yang tidak terkunci itu.


Heran! Kok bisa-bisanya gak kunci pintu? Bagaimana kalau mereka sedang anu ketangkap basah Benji? gerutu Bu Darmawan.


*********


Begitu membuka pintu Bu Darmawan langsung terpaku menyaksikan posisi Byantara dan Anggita.


Tampak Anggita yang berada di atas tubuh Byantara yang masih bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer saja.


"Kalau pun kalian hendak kangen-kangenan sebaiknya pintu dikunci! Bagaimana kalau sampai kelihatan oleh Benji? tanya Bu Darmawan setelah tersadar dari rasa kagetnya.


Anggita yang kaget segera turun dari tubuh Byantara dan sempat-sempatnya memukul dada Byantara karena kesal.


"Ibu! Ini bukan seperti dugaan ibu. Ini mas Byan nakal, suka masuk ke kamar Gita tanpa ijin, Gita minta pindah kamar saja! Gita ingin kembali ke kamar Gita yang dulu, kamar di sebelah ibu saja," pinta Anggita.


"Kau tidak perlu malu pada ibu, Gita! Kalau kalian rujuk kembali ibu malah senang," sahut Bu Darmawan yang masih tidak percaya dengan perkataan Anggita.


"Huh! Gita gak mau, Gita benci sama mas Byan, Bu!" ujar Anggita.


"Tapi kamar sebelah ibu terlalu kecil untuk kalian berdua Gita! Dulu kalau waktu masih single tidur di sana gak pa pa! Sekarang kau berdua Benji, rasanya terlalu sempit. Belum lagi mainan Benji dan barang-barang kalian!" sahut Bu Darmawan yang merasa keberatan dengan permintaan Anggita


"Tapi mas Byan suka seenaknya masuk ke kamar ku. Gita gak suka Bu, Gita kan ingin punya privasi sendiri!" ujar Anggita menyatakan keberatannya.


"Kau tidak usah pindah lagi Gita! Nanti aku akan membuatkan kunci di kamar mu dan kunci pintu tembus. Aku berjanji tidak akan masuk lagi ke kamar mu dengan seenaknya." Byantara yang sejak tadi hanya diam saja, akhirnya memberi janji pada Anggita.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2