
"Aku bukan menyerahkan ke Byantara. Kalau sampai Anggita diambil Samuel, Anggita akan dibawa ke New Zealand! Aku tidak akan ada kesempatan memiliki Anggita lagi. Ku pikir kau dan aku memiliki sifat yang sama Sella, selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ingin kita miliki. Karena kita pernah bekerja sama, kau tentu mengerti dengan tujuan ku kali ini" sahut Theo santai sambil tersenyum sinis.
"Lagipula bukankah Byantara sudah ada diri mu? Bukankah dulu Byantara membuang Anggita demi diri mu, jangan bilang sekarang Byantara mau membuang diri mu demi Anggita?" ujar Theo lagi sambil tersenyum mengejek dan kali ini langsung masuk ke mobilnya dan bersiap-siap keluar dari Mansion Darmawan.
Si*alan orang ini! Ternyata dia yang sudah menyebabkan Anggita kembali ke sini lagi. Bahkan perempuan bodoh itu sampai berkorban demi dia! Tak akan kubiarkan dia merasa tenang, sedangkan saat ini keadaan ku sudah kacau balau! Akan ku buat dia kalang kabut juga, biar aku punya teman senasib! gerutu Sella penuh dendam.
*********
Theo dengan kesal menurunkan kaca jendela mobilnya, ketika Sella ternyata belum mau meninggalkannya, Sella malah mengetuk jendela kaca mobilnya. Padahal Theo takut kalau sampai dia kepergok mempunyai hubungan dengan Sella..
"Ada apa lagi? Sebaiknya kau jangan sering mengajak ku berbicara! Kita berdua tidak cukup akrab, aku tidak mau orang salah sangka dengan hubungan kita!" tegur Theo dengan ketus dan perasaan tidak senang.
"Aku hanya ingin memberitahu mu, kalau tebakan mu sudah betul Theo!" sahut Sella tersenyum jahat.
"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti!" ujar Theo yang belum bisa menangkap perkataan Sella.
"Benar kata mu, kini semua sudah berbalik. Memang Byantara sudah membuang ku, kini Byantara membuang ku demi Anggita. Jadi posisi kita sama, kau juga tidak bisa memiliki Anggita. Ha-ha-ha," ujar Sella tertawa senang, setidaknya dia bisa membalaskan rasa sakit hatinya, pada akhirnya mereka sama-sama tidak bisa memiliki orang yang mereka sukai.
"Candaan mu tidak lucu Sella!" ujar Theo masih tidak percaya.
"Kau pikir aku suka bercanda dengan hal seperti itu? Kau tunggu saja waktunya sebentar lagi kau pasti akan mendengar kalau Byantara kembali menikahi Anggita! Ini semua salah mu sendiri Theo, kau sudah membawa Anggita masuk ke mulut harimau!" sahut Sella menakuti Theo.
__ADS_1
"Tapi Gita sudah sangat membenci Byantara, tidak mungkin mereka bersatu kembali," ujar Theo yang masih tidak percaya dan mengira kalau Sella sengaja memanasi nya.
"Menurut mu apa yang dilakukan Gita dan Byantara semalaman di kamar mereka, kalau mereka hanya berdua saja?" ujar Sella setelah itu langsung pergi meninggalkan Theo sambil tertawa. Sella merasa senang, setidaknya bukan hanya dia sendiri saja yang merasakan sakit hati.
Kini Theo terdiam, setelah berpikir beberapa detik, Theo memukul setir mobilnya sendiri sambil menggerutu dengan perasaan tidak rela.
Dasar perempuan bodoh, dari pertama sudah dicintai Byantara, tetapi mengapa dia tidak bisa menjaga hati Byantara? Masak Byantara bisa-bisanya kini malah tertarik dengan Anggita?
*********
Ketika Sella kembali ke kamar nya. Sella terkejut menemukan Bu Tatik, kepala pelayan di mansion Darmawan yang keluar dari kamarnya dan Byantara. Bahkan tidak lama setelah itu terlihat dua pelayan yang juga keluar dari kamarnya sambil mendorong kotak besar.
"Apa yang kalian lakukan di kamar ku? Kalian ambil apa dari kamar ku?" tanya Sella yang segera menghampiri kedua pelayan itu dan segera membuka kotak yang mereka dorong.
"Berani sekali kalian di tengah bolong begini mau jadi maling!" omel Sella kepada kedua pelayan itu dengan muka merah karena marah.
"Maaf nona Sella, kami hanya mengikuti instruksi Tuan Byantara. Tuan Byantara memberikan tugas pada kami untuk mengeluarkan barang-barang nona dari kamar Tuan Byantara. Tadi kami tidak ketemu nona, kebetulan nona Sella sudah datang kami mau tanya barang nona Sella mau ditaruh ke mana dulu?" tanya Bu Tatik.
"Berdasarkan apa kalian mengeluarkan barang ku dari kamar? Kurang ajar! Masukkan kembali!" omel Sella yang tidak terima.
"Maaf nona Sella, tetap saja Tuan Byantara pimpinan tertinggi di Mansion ini. Kami tidak berani melawan kehendak Tuan Byantara. Kata Tuan Byantara dia sudah bercerai dengan nona Sella," sahut Bu Tatik dengan perasaan tidak enak. Sebetulnya tadi dia tidak akan mengatakan hal itu, tapi karena Sella keberatan terus, akhirnya Bu Tatik mau tidak mau mengatakan apa adanya.
__ADS_1
*********
Anggita yang kebetulan naik ke atas menuju ke kamar, tanpa sengaja melihat ketegangan di depan kamar Byantara dan merasa bingung apa yang sudah terjadi. Tapi Anggita.adalah perempuan yang tidak suka mengurus urusan orang lain, dengan tenang Anggita memutar handel pintu kamarnya, hendak masuk ke kamarnya. Tapi Sella yang hatinya sudah dipenuhi rasa curiga merasa kalau Anggita seperti menertawakannya. Hal itu akhirnya membuat Sella yang sudah marah bertambah marah.
Sella langsung menahan tangan Anggita yang hendak membuka handel pintu.
"Kau sudah puas bukan? Dasar wanita rubah, memanfaatkan anak mu sendiri untuk merebut suami orang. Sungguh perempuan tidak berakhlak! Tidak tahu malu!" omel Sella dengan emosi dan menarik tangan Anggita sekuat tenaga dari handel pintu.
"Apa mau mu? Urus saja suami mu baik-baik, jangan menyalahkan orang lain!" ujar Anggita yang tidak mau kalah.
Tapi Anggita tidak menyangka kalau tiba-tiba Sella mendorong Anggita, membuat Anggita jatuh terduduk di lantai.
"Dasar perempuan tidak tahu malu! Bahkan kemaren malam kau sudah mengundang suami ku ke kamar mu! Kau berlagak sakit biar Benji dijaga ibu, dan saat itu kau menggoda suami ku ke kamar mu!" fitnah Sella yang sengaja membeberkan kejadian tadi malam untuk membuat Anggita menjadi malu, karena saat itu selain ada Bu Tatik, masih ada beberapa pelayan lagi.
Bu Tatik segera menghampiri Anggita dan membantu Anggita untuk bangun.
"Terimakasih Bu Tatik," ujar Anggita sopan.
Anggita berusaha tenang menghadapi Sella, Anggita tidak mau diprovokasi Sella.
'Kalau kau merasa aku seperti itu, aku juga tidak bisa menjelaskan apapun pada mu. Mengapa mas Byan ke kamar ku dan apa yang dilakukan mas Byan di kamar ku, harusnya kau tanya sendiri pada suami mu itu. Kau jangan melampiaskan kekesalan mu pada ku! Hubungan mu yang buruk dengan suami mu kau selesaikan saja sendiri! Jangan menyalahkan orang lain? Harusnya kau bisa jaga suami mu baik-baik agar jangan seenaknya masuk ke kamar ku!" ujar Anggita balik mengomeli Sella.
__ADS_1
"Tapi gara-gara kehadiran mu akhirnya Byan menceraikan ku! Bahkan saat ini juga aku disuruh keluar dari kamar ku! Apakah kau sudah puas?" ujar Sella menyalahkan Anggita lagi.
Bersambung......