
Melihat Byantara yang sedang main bersama Benji, sebelum Benji ikut ke kamar Bu Darmawan, Sella pun meninggalkan ketiga orang itu dan terburu-buru kembali ke kamarnya.
Kali ini Sella benar-benar sudah nekad. Sejak kehadiran Anggita yang kembali ke Mansion, Sella tidak konsentrasi melakukan apa pun. Otaknya hanya berpikir bagaimana agar dia tidak diceraikan Byantara.
Apalagi akhir-akhir ini pekerjaan pemotretan dan akting Sella mulai sepi, sepertinya bintangnya mulai meredup. Atau bisa jadi sejak Byantara sudah tidak mensponsori Production House yang biasa memakai jasa Sella. Saat itu memang Sella sendiri yang meminta pada Byantara untuk menghentikan sponsornya, karena Sella berpikir dia sudah bisa mandiri mendapatkan job. Tapi ternyata semuanya di luar dugaan Sella. Menyesal saat ini pun sudah percuma.
*********
Aku harus berhasil kali ini. Dulu aku gagal karena saat itu aku tinggal di tempat yang berbeda dengan Byantara. Dan obat itu bereaksi setelah dia tiba di rumah! Sekarang kami satu kamar, sudah pasti akan berhasil! putus Sella yang kembali mengulang rencana seperti dulu.
Sella mengambil air minum di samping meja tempat tidur Byantara, Sella sering melihat Byantara meminum air oxygen itu sebelum tidur setiap malam. Sella segera memasukkan obat pe*rangsang ke botol minum Byantara.
Sebetulnya Sella cukup menyesali mengapa rencana itu baru dia lakukan sekarang, saat posisinya sudah di ujung tanduk.
Sial! Aku terlalu sibuk syuting beberapa tahun ini! Tapi apa yang ku lakukan ini kini sama sekali tidak ada hasilnya! Malah job ku semakin sepi. Andai dari dulu aku melakukan trik ini, mungkin saat ini aku sudah punya anak dengan Byantara. Semoga kali ini berhasil dan aku segera hamil, sehingga Byantara tidak ada alasan menceraikan ku lagi! harap Sella dalam hati.
*********
Sebelum tidur, seperti biasa Byantara segera menuju ke meja kerjanya dan menyalakan Laptopnya. Sebetulnya Byantara ingin sekali ke kamar sebelah untuk melihat keadaan Anggita secara langsung, tetapi Byantara khawatir Anggita akan semakin marah padanya, apalagi saat ini tidak ada Benji di sana, tentu tidak ada alasan buat Byantara masuk ke kamar itu.
Tadi saja dia mengetahui Benji bermain sendiri dan Anggita tertidur di lantai, gara-gara Byantara mengintip apa yang dilakukan ibu dan anak itu di kamar dari laptopnya.
__ADS_1
Setelah lewat setengah jam, Byantara kembali melihat laptopnya dan melihat Anggita yang masih tidur seperti posisi pertama dia lihat. Akhirnya Byantara sadar kalau ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada Anggita.
Bahkan ketika Byantara mendatangi kamar Anggita, Anggita masih saja tertidur pulas. Padahal Byantara sempat berbicara dengan Benji.
"Mama kenapa Benji? Kok tidur di bawah?" tanya Byantara.
"Tadi mama bilang badannya sedang tidak enak. Mama mau tidur," sahut Benji.
Akhirnya Byantara memberanikan diri menyentuh dahi Anggita yang terasa sedikit hangat. Byantara pun memutuskan mengangkat tubuh Anggita ke atas tempat tidur, untung saja Anggita sama sekali tidak bangun. Setelah itu Byantara mengajak Benji keluar dari kamar untuk bermain di bawah, Byantara dapat merasakan walau Anggita sudah pindah ke Mansion mereka, tetapi Anggita lebih sering menghindar dan berada di dalam kamar bersama Benji.
*************
Byantara memutuskan melihat keadaan Anggita dari laptop nya saja. Terlihat Anggita yang sudah tertidur dengan tubuhnya tertutup selimut dengan rapat, hanya menyisakan kepalanya saja. Tanpa sadar Byantara tersenyum sendiri melihat Anggita yang seperti bayi di bedong.
Tapi tidak berapa lama setelah itu, Byantara menyudahi kegiatannya dan menuju ke tempat tidurnya. Sejenak Byantara menatap ke arah Sella dan menghela nafas.
Dari awal hubungan kami sudah salah, hutang budi sudah membuat aku pikir aku bisa menyukainya secara perlahan. Sebetulnya sebelum menikah saja hubungan kami sudah tawar. Hanya saja aku terlambat menyadarinya!" pikir Byantara teringat saat dia masih menjalin kasih dengan Sella, dia juga sangat jarang bermesraan dengan Sella, setiap dia ke apartemen Sella hanya lebih banyak mengeluarkan unek-uneknya saja, mengapa ayahnya memaksanya menikahi Anggita.
Aku harus cepat menyudahi hubungan kami, pikir Byantara yang mengambil botol minum di meja yang berada di samping tempat tidurnya itu. Dengan sekali teguk, Byantara langsung menghabiskan air Oxygen yang dipercaya bisa membuang racun dalam tubuh. Byantara tentu tidak menyangka kalau kali ini air oxygen itu malah akan meracuni otaknya dan membangunkan sang junior yang sudah bobok lama. (Ayo!! otaknya pada jangan travelling ya🤣🤣🤣).
*********
__ADS_1
Bu Darmawan baru selesai menceritakan dongeng yang kedua, karena tadi setelah selesai Benji minta tambah lagi.
"Mama sering cerita dongeng gak ke Benji waktu masih tinggal di Mansion Tang?" tanya Bu Darmawan yang merasa bangga karena berhasil menarik perhatian Benji dengan cerita dongengnya. Padahal dia hanya cerita dongeng yang umum seperti si Kancil dan Buaya, setelah itu langsung Bu Darmawan sambung lagi dengan cerita Putri Salju.
"Enggak nek, mama sibuk. Kalau sudah malam langsung tidur sama Benji," sahut Benji.
"Berarti selama ini Benji gak pernah dengar dongeng ya?" tanya Bu Darmawan yang langsung merasa kasihan pada Anggita dan Benji.
Pantas saja Anggita sangat membenci Byantara, Gita harus bekerja sambil mengurus Benji yang masih kecil. Bahkan kata Gita si Byan pernah mempersulit dia saat Gita mencari kerja di kantor. Haduh! Byantara ini juga keterlaluan, tapi mau bagaimana lagi, dia adalah anak kandung ku! pikir Bu Darmawan dalam hati.
"Ada nek, ceritanya serem nek. Ada sundel bolong, katanya badannya bolong. Ada Zombie, katanya tangan putus jalan sendiri," sahut Benji yang langsung membuat Bu Darmawan kaget.
"Astaga Benji! Siapa yang berani cerita seperti itu pada mu? Itu bukan dongeng Benji! Itu cuman takut-takutin kamu Benji!" sahut Bu Darmawan yang langsung kaget.
"Pasti orang itu jahat sama kamu ya? Siapa dia?" tanya Bu Darmawan geram.
"Enggak nek. Dia kak Hani, baik sama Benji. Suka main sama Benji. Suka bantu Benji. Memang suka nonton film hantu" bela Benji.
"Tapi tetap saja gak boleh cerita hal seperti itu pada anak-anak seumur Benji, belum waktunya." sahut Bu Darmawan.
Besok aku harus memberitahu kejadian ini pada Gita. Tuh kan, anak itu harus dirawat sendiri. Gak boleh nitip pada orang lain. Tapi Gita gak bisa disalahkan juga, dia melakukan itu karena dia juga harus bekerja. Memang si Byantara ini keterlaluan! Untung sekarang Benji sudah tinggal di sini! pikir Bu Darmawan yang memutuskan apa pun yang terjadi, dia akan mengupayakan Anggita tidak pergi dari Mansion mereka lagi. Setidaknya dia bisa ikut menjaga dan memperhatikan tumbuh kembang Benji, cucu satu-satunya yang saat ini dia miliki!
__ADS_1
Bersambung............