Benih Yang Tak Diakui

Benih Yang Tak Diakui
Benji hilang


__ADS_3

Hubungan Samuel dengan Benji semakin dekat, apalagi saat Anggita menjaga nenek Tang di Rumah Sakit, Samuel yang menemani Benji yang tidak terbiasa tidur sendiri.


Keesokan paginya saat Samuel hendak kembali pergi ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan nenek Tang, Benji pun ribut hendak ikut serta. Tentu saja Samuel tidak bisa mengabulkan permintaan Benji, karena anak kecil biasanya dilarang untuk menjenguk ke Rumah Sakit, dan lingkungan Rumah Sakit memang bukan tempat yang bagus buat anak-anak.


"Hani, kau tolong bermain bersama Benji dulu. Ingat jangan menonton film yang tidak sesuai dengan umur Benji ya!" pesan Samuel.


"Baik Om Sam," ujar Hani menurut tapi menggerutu dalam hati.


Huh! Aku lagi punya kesibukan sendiri malah dikasih tugas jagain Benji lagi." Sibuk apalagi kalau bukan mengekori tukang kebun baru Mansion Tang.


*********


"Lho, kok anak ini ikuti kamu terus Hani?" tanya Rizky yang merasa aneh.


"Iya, soalnya om Sam pergi ke Rumah Sakit, jadi Hani yang disuruh jaga. Jangan lihat Hani yang masih muda bang, Hani sudah pintar jaga anak kecil," promosi Hani.


"Lho memang ibunya kemana? Kok malah Tuan Samuel yang harus bertanggung jawab menjaga Benji?" tanya Rizky yang merasa aneh.


"Aish..Abang ini payah! Kalau cowok sudah suka, jadi budak pun bersedia. Itu lho kayak novel yang Hani baca, sebutannya bucin bang!" sahut Hani dengan sok tahunya.


"Apa itu bucin?" tanya Rizky yang malah jadi penasaran.


"Budak cinta bang, hi-hi-hi." ujar Hani tertawa genit dan berharap Rizky bersedia menjadi budak cintanya.


"Kak Hani genit," teriak Benji yang moodnya sudah jelek sejak ditinggal Samuel. Hani hanya bisa menatap kesal pada Benji, tapi tetap menjaga sikap di depan Rizky. Padahal biasanya Hani sudah pasti akan balas mengatai kejelekan Benji.


**********


Sebetulnya Rizky sudah kewalahan menghadapi Hani, bahkan saat kemarin sedang menelpon Robby, Hani yang muncul tiba-tiba membuat Rizky yang sedang menelpon di dekat kolam air pancur di halaman Mansion kaget, mengakibatkan telpon genggam Rizky jatuh ke dalam kolam air pancur itu dan rusak.


Jadi begitu selesai tugas, Rizky pun keluar dari Mansion, hendak membeli telpon genggam baru agar bisa berhubungan dengan Robby lagi.


Hani yang melihat Rizky keluar, akhirnya iseng mengikuti Rizky dari belakang. Yang pasti Benji langsung mengekor mengikuti Hani, Benji juga penasaran apa yang mau dilakukan Hani apalagi setelah mendengar perkataan Hani yang mau membeli jajanan.

__ADS_1


"Pak aku mau ke warung depan dulu, mau beli jajanan." Hani membohongi penjaga depan saat ditanya hendak ke mana. Sang Penjaga mengangguk, walau melihat Benji mengekor di belakang Hani, sang penjaga tidak bertanya lagi karena hal yang biasa kalau Benji suka mengikuti Hani, lagipula status Benji memang hanya anak perawat saja.


********


Arman tidak menyangka kalau hari ini dia begitu beruntung. Baru satu jam dia mengawasi Mansion Tang dari pohon besar itu, akhirnya dia bisa melihat anak kecil laki-laki yang keluar dari Mansion Tang bersama seorang gadis muda. Dan lebih beruntung lagi si gadis muda terlihat mengendap-endap seperti maling, entah apa yang dilakukan gadis muda itu Arman sama sekali tidak perduli, Arman hanya fokus memperhatikan Benji yang ciri-cirinya sesuai dengan yang disebut Sella.


Ketika melihat Hani yang sama sekali tidak menengok ke belakang, tapi berjalan terus tanpa memperhatikan Benji yang mulai ketinggalan di belakang, Arman langsung dengan tangkas menggunakan kesempatan itu untuk menarik Benji.


Dengan cepat Arman membekap mulut Benji lalu menggendong Benji dan langsung melompat ke samping, tempat yang dipenuhi banyak rumput. Memang jalan depan Mansion Tang kanan dan kirinya hanya ada pohon-pohon dan rumput, setelah jarak yang agak jauh baru mulai kelihatan ada bangunan yang lain. Jadi bisa dibilang Mansion Tang berada di ujung jalan dan berdiri megah sendiri.


*********


Hani sempat merasa seperti ada bayangan, tapi saat menengok ke belakang sudah tidak ada apa-apa.


Lho si Benji ke mana, kok hilang? perasaan tadi ngikuti aku deh? Dasar nakal, balik ke Mansion kok gak pakai ngomong-ngomong! pikir Hani yang mengira Benji tidak jadi mengikutinya dan balik ke Mansion sendiri.


Akhirnya Hani melanjutkan misinya mengikuti si tukang kebun idola. Tapi ketika Rizky naik kendaraan umum, Hani mengakhiri misinya kembali ke Mansion lagi tapi lupa dengan Benji.


********


"Maaf Tuan, aku angkat dulu, nomor telpon asing." ijin Robby, yang disahut Byantara dengan anggukan


"Kenapa nomor telpon mu ganti Rizky?" tanya Robby.


Mendengar nama Rizky, Byantara langsung tegang dan memperhatikan Robby.


"Tuan Byantara ingin kau selesaikan penyelidikannya saja, kau sudah boleh pergi dari Mansion Tang!" ujar Robby setelah mendengar cerita Rizky mengapa Rizky ganti nomor handphonenya.


"Apa lagi yang mau kau laporkan?" tanya Robby lagi kemudian, membuat Byantara langsung mengarahkan tangannya meminta telpon genggam Robby.


"Kau lapor langsung pada Tuan Byantara saja." ujar Robby segera memberikan telpon genggamnya kepada Byantara


"Katakan saja langsung pada ku!" perintah Byantara.

__ADS_1


"Hubungan Tuan Samuel sangat dekat dengan nona Anggita, kemaren malam Tuan Samuel yang menemani Benji tidur saat nona Anggita tidak berada di tempat, menjaga nenek Tang di Rumah Sakit. Bahkan kata Hani Tuan Samuel itu bucin." lapor Rizky.


"Maksudnya apa?" tanya Byantara tidak mengerti.


"Tuan Samuel budak cintanya nona Anggita." jawab Rizky dengan polos.


"Kau kembali saja, tidak usah lagi mengikuti mereka!" instruksi Byantara.


Dasar pria bodoh! Bahkan bersedia menjadi budaknya Gita demi mendapatkan cinta Gita. Aku harus segera menjalankan usul dari Theo sebelum Gita dibawa ke New Zealand, pikir Byantara geram dan merasa tidak rela ada pria lain yang bersedia menjadi budaknya Anggita.


"Pria bodoh!" omel Byantara teringat kembali pada Samuel, yang membuatnya langsung bangun dari duduknya dan membanting telpon gemggam di tangannya itu karena geram.


Robby menatap sedih nasib telpon genggam miliknya yang kali ini sudah dapat dipastikan tamat riwayatnya. Robby menyesal dia terlambat sadar dan gagal menyelamatkan benda kesayangan berlogo apel bekas digigit itu, yang baru dibelinya dua minggu yang lalu!


*********


Hani masih tidak sadar dengan hilangnya Benji. Ketika melihat jam empat sore akhirnya Hani menuju ke kamar Anggita, mau menyuruh Benji untuk mandi sore. Hani mengira Benji sedang bermain sendiri di kamarnya.


"Kau mau ke mana Hani?" Tanya Bu Minah ketika melihat Hani yang berjalan dengan lesu, karena sejak tadi dia belum melihat Rizky kembali.


"Mau mencari Benji Bu, mau mengingatkan Benji mandi dan sekalian membantunya!" sahut Hani.


"Ini! Sebelum ke Benji bantu ibu tempelkan di depan gerbang ya!"


"Tempel apa Bu?" tanya Hani.


"Bang Ali berhenti kerja, katanya gak betah. Jadi ini mau cari yang baru lagi, siapa tahu ada orang sekitar sini yang berminat. Mungkin bang Ali tidak terbiasa di tempat sepi." jawab Bu Minah yang langsung meninggalkan Hani, Bu Minah sama sekali tidak menyadari kalau Hani begitu kecewa ketika mendengar perkataan ibunya itu.


Hu-hu-hu, bang Ali sungguh tega, pergi gak pakai ngomong-ngomong! pikir Hani sedih.


Tapi rasa sedih itu hilang ketika Hani tidak menemukan Benji di kamarnya dan setelah berkeliling ke semua tempat yang biasanya suka didatangi Benji, Hani tidak menemukan Benji juga, Hani mulai merasa khawatir.


Duh Benji, di mana kamu?

__ADS_1


Bersambung...........


Ayo penggemar Benji jangan pada tegangšŸ¤—


__ADS_2