
"Kasian ya kakak sampai sekarang belum punya pacar," ucap Delina prihatin.
"Sayang beneran selama ini kakak belum pernah pacaran?" tanya Delina memastikan.
"Belum. Dia jomblo abadi," gurau Mahesa yang langsung mendapat tatapan tajam dari Delina.
"Jangan gitu ah. Ucapan sama dengan doa."
Kini hanya mereka berdua yang duduk di ruang makan itu. Selesai makan kembali Delina membicarakan tentang Ferdi. Entah kenapa dia ingin membuat hari-hari kakaknya itu bahagia, salah satu caranya mungkin dengan memiliki pasangan hidup.
"Kakak sudah semakin tua. Aku kasian jika dia tidak segera membina rumah tangga," ucap Delina.
"Memang dia sudah tua. Dulu papa sudah pernah mencoba menjodohkan dia dengan anak rekan kerja papa," ungkap Mahesa.
"Tetapi dia tetap menolak dengan alasan ingin fokus kerja terlebih dahulu."
"Bukan hanya sekali papa menawarkan perjodohan itu. Bahkan sebelum aku menikah, papa sudah berusaha membujuk Ferdi untuk lebih dulu menikah."
Delina mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Mahesa. Dia menyimpulkan memang Keluarga Mahesa sudah menganggap kakaknya sama seperti keluarga asli mereka. Delina senang mendengar cerita itu dari suaminya langsung.
"Kakak kamu saja yang memang enggak niat membina rumah tangga," ucap Mahesa.
"Bukannya enggak minat, mungkin belum ada yang tepat." bela Delina.
"Atau karena sibuk bekerja jadi tidak memiliki kenalan lawan jenis."
"Kau terlalu banyak memberikan pekerjaan untuknya."
__ADS_1
"Dan sekarang kamu yang harus tanggung jawab mencarikan jodoh untuk kakakku."
Cukup logis apa yang dikatakan oleh Delina. Memang dari penglihatannya Ferdi adalah tipe pekerja keras. Saking gila kerja, pria itu bisa menangani semua pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh Mahesa. Pria itu bisa dalam setiap pekerjaan dari Mahesa. Baik pekerjaan kantor, perjalanan bisnis, menjadi bodyguard, menjadi mata-mata, menjadi asisten, dan lain sebagainya.
"Lho kok jadi aku yang harus tanggung jawab Sayang?" protes Mahesa tidak terima.
"Iyalah. Kau yang sudah membuat waktu kakakku habis hanya untuk kerja, kerja, dan kerja," balas Delina,
"Tetapi kan memang dia yang giat bekerja. Bukannya aku yang memaksa. Aku juga memberikan jatah libur untuknya kok."
Jatah libur hanyalah jatah libur yang tidak pernah diambil oleh Ferdi. Hampir 24 jam dalam 365 hari Ferdi selalu mengabdi kepada tuannya.
"Enggak mau tahu. Pokoknya kamu harus mencarikan jodoh untuk kakakku," kekeh Delina.
"Hitung-hitung balas budi. Bukan hanya uang dan harta yang kamu berikan kepadanya."
"Lily!" teriak Delina saat tahu yang datang adalah Lily, pengawalnya dulu.
"Apa kabar?" tanya Delina memeluk Lily.
"Sudah lama kita tidak jumpa."
Lily sudah dianggap sebagai sahabat oleh Delina. Bahkan pengawalnya itu menyimpan banyak rahasia dari Delina. Karena Delina juga sangat nyaman saat bercerita dengan perempuan itu. Begitupun Lily yang dapat dipercaya dengan tidak menyebarkan rahasia nona mudanya.
"Lily kau bertambah cantik saja," puji Delina kagum dengan wajah Lily yang sekarang.
"Oh-ya, Nona?" Lily malu-malu.
__ADS_1
"Iya. Kau lebih tampak feminim sekarang. Sudah punya pacar ya?" tebak Delina curiga.
"Ehm ... be-belum kok Nona."
Tatapan Delina beralih kearah sang suami yang masih menikmati sarapannya. Delina memberikan isyarat mata kepada sang suami. Namun, Mahesa sama sekali tidak paham dengan kode yang diberikan Delina kepadanya.
"Apa?" tanya Mahesa tanpa bersuara. Hanya gerakan bibir saja.
"Apa sih?" ulangnya.
Segera Delina mendekati Mahesa dan membisikkan sesuatu ke telinga sang suami. Berusaha sepelan mungkin agar tidak ada yang mendengar kecuali Mahesa. Setelah berbisik Delina menangguk-anggukkan kepala dan tersenyum.
"Yang benar saja Sayang?" tanya Mahesa memastikan rencana istrinya.
"Apakah mereka mau?" bisik Mahesa kepada Delina.
"Pasti mau. Aku rasa mereka sangatlah cocok."
"Bagaimana kalau kita coba dulu?"
Delina tampak sumeringah setelah menyampaikan rencana yang dia pikirkan itu. Sementara Lily hanya bingung dengan apa yang menjadi bahasan Mahesa dan Delina. Ah, Lily kembali cuek. Mungkin mereka berbisik-bisik tentang urusan rumah tangga mereka. Begitu pikirnya.
###
Kalian setujukah jika Ferdi dijodohin sama Lily? Cocok enggak kira-kira? Coba komentarnya dulu dong teman-teman. Yes or No?
Untuk keputusannya ada di tangan tuan dan nona ya. Pembaca hanya usul saja muehehe.
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.