Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Jual Diri?


__ADS_3

Sempat kehilangan jejak mobil yang ditumpangi Delina. Tetapi akhirnya Mahesa menemukan kembali mobil tersebut dan mengikutinya secara diam-diam. Menjaga jarak agar tidak ketahuan oleh Delina dan memang benar Delina mulai curiga dengan motor dibelakangnya.


"Itu orang kenapa ugal-ugalan banget naik motornya sih," gerutu Delina kesal dengan ulah Mahesa.


"Punya nyawa banyak kali ya?" lanjutnya sembari melihat kaca spion mobil.


"Sudah malam, gelap, dan hujan-hujan masih saja nekat kebut-kebutan."


Memang tadinya saat ketinggalan jejak, Mahesa mengendarai motornya dengan seenak jidatnya sendiri. Namun, sekarang sudah mulai pelan-pelan dan jaga jarak dari mobil yang ditumpangi Delina.


"Ayo kita masuk," ajak Delina kepada pria yang mengantarkannya sampai tempat tinggal barunya.


"Terima kasih ya sudah mencarikan tempat tinggal secara dadakan," ucap Delina sembari membuka rumah dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


Pria itu tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dari Delina. Sebagai orang asli Bali dan memiliki banyak kenalan di daerah tersebut. Sangat mudah baginya mencarikan rumah walaupun Delina memintanya secara mendadak. Bayangkan saja, tadi pagi Delina meminta tolong padanya dan malam harinya rumah itu bisa langsung ditempati Delina.


"Bram. Lebih baik kamu menginap saja disini untuk semalam," tawar Delina.

__ADS_1


"Ini kan baru pertama kali aku sampai di rumah ini dan malam hari pula. Aku belum tahu kawasan sekitarnya seperti apa," lanjut Delina yang aslinya takut tinggal di rumah itu.


"Lagian di luar sana masih hujan deras bercampur angin. Rumah kamu juga jauh kan dari sini?"


Karena Delina yang memintanya langsung, maka Bram memutuskan untuk menginap disana semalam. Kasian juga Delina kalau tiba-tiba anaknya rewel karena baru pindahan ke rumah baru. Dan dalam posisi dia sendirian, makanya Bram merasa tidak tega.


"Baiklah. Aku akan menamanimu malam ini," kata Bram akhirnya.


"Terima kasih sekali lagi. Aku akan membuatkan teh untukmu," girang Delina seraya berbalik menuju dapur.


Malam semakin larut dan hujan semakin deras mengguyur daerah itu. Belum lagi susahnya mencari villa atau penginapan yang bisa Mahesa gunakan untuk bermalam. Setelah setengah jam mencari, akhirnya dia menemukan penginapan yang sisa satu kamar.


Segera dia masuk ke dalam kamar yang sudah dia sewa. Tempatnya menginap tidak ada balkon yang bisa dia gunakan untuk memantau rumah Delina. Namun, lokasi penginapan itu tepat berseberangan dengan rumah baru Delina. Setidaknya masih bisa mengintip keadaan rumah Delina dari teras yang berbatasan dengan pagar.


"Brengs3k! Siapa lagi pria itu?" Umpat Mahesa setelah mandi dan menggeringkan dirinya.


"Pria itu menginap bersama Delina?" geram Mahesa saat melihat mobil itu masiih terparkir di depan rumah baru Delina.

__ADS_1


Bahkan sampai dini hari mobil itu tidak beranjak dan tetap berada disana. Membuat Mahesa semakin kebakaran jenggot saat tahu Delina bersama pria lain di suatu rumah.


"Apa dia jual diri?" batin Mahesa menebak-nebak.


"Kemarin dia ke penginapan sama bocah tengil dari bandara itu."


"Dan kali ini di rumah baru dengan pria lain."


Mahesa menggosok-gosok dagunya dengan telunjuk dan ibu jarinya. Semakin pagi pikirannya semakin kemana-mana dan menerka yang tidak-tidak. Dia tidak bisa tidur, memutuskan untuk duduk di teras dan terus mengawasi rumah Delina.


"Apakah memang semenjak aku usir inilah pekerjaannya?" terka Mahesa.


"Dan anak itu belum tentu anakku?" dengus Mahesa.


"Astaga Delina!" Mahesa menggebrak meja yang ada dihadapannya.


###

__ADS_1


Eh udah marah-marah aja nih Mahesa. Tanya dulu kek bagaimana kebenarannya. Btw, memang siapa sih Bram lelaki yang menginap di rumah Delina? Kayaknya mereka akrab betul ya. Lalu apakah dugaan Mahesa benar? Kenapa Delina selalu bersama dengan pria yang berbeda? Bisa tebak apa pekerjaan Delina?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2