Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Siapa Dia Sebenarnya?


__ADS_3

"Minggir kamu!" bentak Clarissa datang ke meja kerja Delina.


Tepat di depan ruang kerja Mahesa. Terdapat sebuah ruangan kecil yang dulunya digunakan sebagai ruang kerja Delina. Selama Delina tidak berada di kantor. Ruangan kerja itu digunakan oleh Clarissa.


"Siapa kamu berani-beraninya duduk di tempat kerjaku," bentaknya lagi.


"Ini itu meja kerjaku dan tidak ada orang lain yang bisa duduk disini!" lanjutnya marah-marah.


Seseorang yang duduk di dalam ruangan itu tetap diam. Dia tetap mengoperasikan komputer yang ada dihadapannya. Tanpa memedulikan orang yang baru saja datang dan marah-marah kepadanya.


"Apakah kau tidak punya telinga?" tanya Clarissa.


"Dasar budek!"


Delina sedang fokus dengan apa yang dia kerjakan. Segera Delina mempercepat pekerjaannya. Perempuan itu sedang memindahkan data penting yang bisa dia gunakan sebagai bukti kecurangan Clarissa.


"Heh!" gertaknya seraya mencengkeram dagu Delina. Sampai Delina mendongak menatap Clarissa.


"Kau pura-pura budek?" marah Clarissa.


"Ngapain kau duduk di tempat kerjaku?" lanjutnya.


"Ini meja kerja saya kok," balas Delina santai.


"Kata siapa? Ini meja kerjaku!" bantah Clarissa.


"Pergi kamu dari sini. Dasar lancang!" umpatnya mengusir Delina.


Karena tak mau segera pergi dari sana. Clarissa nekat menggeret Delina keluar dari ruangan itu. Tepat di depan ruangan lewatlah Ferdi yang langsung melerai mereka.

__ADS_1


"Lepaskan dia!" teriak Ferdi memerintah.


"Ada apa ini?" lanjutnya bertanya.


Bukannya menjawab Clarissa justru menyunggingkan senyuman kepada Ferdi. Dia tahu status Ferdi hanyalah asisten. Makanya dia berani melawan bahkan merendahkan pria itu.


"Dia sudah masuk ke dalam ruangan aku tanpa izin" ucap Clarissa.


"Tetapi Tuan Mahesa yang menyuruh dia ini untuk menempati ruangan ini," jelas Ferdi.


"Enggak bisa dong! Jangan seenaknya sendiri!" protesnya tidak terima.


"Itu keputusan CEO dari perusahaan ini," ucap Ferdi tersenyum.


Kesal karena tidak bisa mengelak lagi, Clarissa pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya. Perempuan itu bergumam, "Awas saja akan aku laporkan sama Mahesa."


"Enak saja ambil tempat kerjaku!" gerundel Clarissa.


Siang harinya akan diadakan meeting. Semua karyawan yang akan mengikuti meeting sudah berkumpul di ruangan. Mahesa datang bersama Clarissa yang terus bergelayut manja dilengan pria itu.


"Clarissa ... tolong lepaskan," bisik Mahesa merasa risih.


"Enggak mau ah biar keliatan mesra," tolaknya.


"Ingatlah ini di kantor, bukan untuk mesra-mesraan," balas Mahesa.


Akhirnya Mahesa berhasil melepaskan tangan Clarissa dari lengannya. Kemudian dia duduk di tempat duduk yang disiapkan untuknya. Namun, Clarissa meminta untuk ikut duduk bersebelahan dengannya.


"Clarissa ... bisakah kau diam dan fokus dalam meeting ini?" ucap Mahesa merasa terganggu karena tingkah Clarissa.

__ADS_1


Sementara berseberangan dengan tempat duduknya. Delina sudah menertawakan tingkah keduanya. Bukannya cemburu suaminya digoda perempuan lain, dia malah seperti senang mendapatkan tontonan Tom & Jerry gratis.


"Bukannya menjaga suaminya biar enggak digoda perempuan lain. Malah diketawain," batin Mahesa kesal sembari melirik Delina.


Selama meeting berlangsung Delina terus mendominasi acara tersebut. Setelah menghilang beberapa waktu, dia kembali menunjukan keahliannya mengelola perusahaan.


"Hebat! Saya sangat setuju dengan rencana kerja yang Anda paparkan," puji Mahesa bertepuk tangan. Selanjutnya riuh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan itu.


Semua mata tertuju pada Delina. Terlihat memang semua orang yang ada disana mengagumi perempuan itu. Hingga apa yang dia presentasikan atau dia usulkan selalu diterima.


"Ih norak! Siapa sih dia sebenarnya?" batin Clarissa bertanya-tanya.


"Kalau cuma begitu juga aku bisa melakukannya," lanjutnya melirik Delina sinis.


"Anak baru saja songong. Awas ya!" geramnya.


Satu-satunya orang yang ada di ruangan itu yang tidak suka dengan Delina hanyalah Clarissa. Dia tampak terlihat tidak suka dengan Delina. Bahkan dia berniat untuk menyaingi perempuan itu.


"Tunggu saja. Aku juga bisa membuat orang lain memujiku," batinnya.


"Tetapi sebenarnya dia siapa sih?"


Tiba-tiba Clarisa bertanya-tanya tentang siapakah sebenarnya Delina. Kenapa ketika datang dia langsung disambut dan diterima banyak orang. Dan kenapa ruangan khusus itu juga diperintahkan untuk Delina.


"Sebenarnya dia siapa ya?" batin Clarissa.


###


Apa yang akan dilakukan Clarissa untuk menyaingi Delina. Bisakah dia menyaingi Delina?

__ADS_1


Lalu apakah dia bisa mengungkap identitas Delina yang sebenarnya?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2