Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Pesan Terakhir


__ADS_3

Nugroho menceritakan mengenai ibu dari ayah kandung Delina atau nenek Delina. Dulu sebelum kedua orang tua Delina meninggal. Edy, ayahnya berpesan kepada istrinya, Rianti. Dan Rianti menitipkan pesan kepada Nugroho dan Yunita.


"Dulu ayahmu pernah berpesan kepada ayah untuk menemui nenekmu dan mempertemukan kalian. Supaya nenek kalian bisa bertemu cucu terakhirnya," ungkap Nugroho.


"Tetapi kamu tahu sendiri kan, Nak?"


"Bagaimana ekonomi keluarga kita."


"Bukannya ayah tidak ingin memenuhi pesan terakhir ayahmu, tetapi keadaan yang menghambat semua ini."


"Ayah tidak memiliki cukup uang untuk mempertemukan kalian."


Rasanya berat menceritakan itu semua kepada Delina. Apalagi Nugroho yang merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi pesan terakhir sahabatnya. Keterbatasan biayalah yang membuatnya tidak bisa mempertemukan mereka.


Delina yang turut merasakan perasaan Nugroho mengelus punggung pria paruh baya itu. Kemudian berkata, "Enggak apa-apa Ayah. Aku paham kondisi keluarga kita kok."


"Ayah merawatku dengan sangat baik saja aku sudah berterimakasih," sambungnya.


"Lalu dimana nenek tinggal, Yah?" tanya Delina.


"Kalau bisa aku tetap akan mencari keberadaannya, Yah."


"Semoga saja nenek masih dalam keadaan sehat."


Selanjutnya Nugroho menceritakan semua yang dia tahu kepada Delina. Termasuk menceritakan nama lengkap sang nenek, alamat asli ayah kandung Delina, dan sebuah foto usang yang sudah tidak jelas.


"Terima kasih Ayah," ucap Delina mengelus sebuah foto pernikahan orang tuanya. Disana tampak potret diri sang nenek.


"Apakah kau benar ingin mencarinya, Nak?" tanya Nugroho memastikan.

__ADS_1


"Kalau aku bisa, aku akan berusaha mencarinya, Yah," pungkas Delina yang sudah memeluk ayah angkatnya itu.


Sejak Delina menikah dan tinggal di rumah Mahesa. Ayah dan anak itu jarang mengobrol secara intens seperti malam ini. Banyak sekali yang disampaikan Nugroho kepada Delina dan Delina senang karena bisa ngobrol kembali dengan ayahnya seperti dulu.


**


"Apa? Sumatera?" decak Mahesa saat Delina menyampaikan niatnya ingin ke Pulau Sumatera.


"Mau ngapain kesana Sayang?" Mahesa lanjut bertanya.


"Mau cari nenek, ibu dari ayah aku dan Kak Ferdi," jawab Delina.


Barulah Delina menyampaikan kepada sang suami tentang apa yang dia dengar dari Nugroho. Mahesa pun mulai paham dengan tujuan istrinya yang ingin pergi ke Pulau Sumatra. Tetapi pria itu tidak mengizinkan Delina langsung yang pergi kesana.


"Sayang, aku sangat setuju dengan niat baikmu mencari keberadaan nenek kamu," sambung Mahesa.


"Orang lain? Tetapi siapa?" tanya Delina yang awalnya ingin turun langsung mencari neneknya. Namun, lama kelamaan menurut dengan usulan dari Mahesa.


Sebenarnya banyak sekali orang suruhan yang dimiliki Mahesa. Orang-orang itu juga ahli dalam mencari seseorang.


"Tetapi sepertinya mereka juga butuh pemimpin untuk orang-orang suruhanku," gumam Mahesa berpikir sejenak.


"Kalau dulu Ferdi yang selalu memimpin mereka kalau ada misi pencarian orang."


"Tetapi sekarang Ferdi sudah sibuk dengan cabang perusahaan."


Mahesa menghembuskan napas sejenak. Memang agak susah tidak ada asisten disampingnya. Karena tidak ada lagi orang kepercayaan dan yang bisa dia suruh-suruh sesuka hati.


"Sepertinya aku membutuhkan asisten baru, Sayang," gumam Mahesa lagi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Robby saja?" usul Delina.


"Hah!?" serunya langsung menatap sang istri.


Pria itu mengibaskan tangannya seraya menggelangkan kepalanya. Dengan mentah-mentah dia menolak Robby sebagai asisten barunya. Dendam masa lalunya saja sampai sekarang masih membekas.


"Kenapa kau selalu mengusulkan Robby sih?" kesal Mahesa.


"Jangan-jangan kau---" ucapannya tercekat.


"Enggak usah berprasangka burukl!" potong Delina.


"Aku hanya melihat kemampuan lebih dari anak itu. Dia pekerjaan keras dan pekerjaan selalu beres tepat waktu," urai Delina.


"Puji terus," sindir Mahesa tidak terima Delina kebanyakan memuji Robby


Sontak Delina melotot kearah suaminya. Dan berkata, "Bisa diam dulu enggak?!"


"Bagaimana kalau kita coba dulu?" usul Delina.


"Memberikan tantangan untuknya mencari nenekku. Kalau berhasil berarti layak menjadi asisten pribadi kamu, Sayang." lanjutnya.


Tidak ada penolakan lagi dari suaminya. Entah dia sedang berpikir atau memang setuju.


###


Bagaimana menurut kalian kalau Robby yang jadi asisten baru untuk Mahesa? Kira-kira dia bisa menemukan nenek Delina enggak ya?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2