
Mahesa masih memantau keberadaan seorang pria yang sejak tadi di teras rumah Delina. Setahu dia pria itu bernama Bram. Dari kesimpulan yang dia dapatkan setelah memata-matai Delina. Bram merupakan bos pemilik agen travel tempat Delina bekerja.
"Sepertinya orang itu memiliki perasaan kepada Delina," tebak Mahesa.
"Mana ada seorang pria apalagi dia bos, tetapi setiap hari menghampiri Delina."
"Enggak tahu apa kalau Delina itu sudah bersuami."
Tadinya ada Delina bersama dia di teras, mengobrol bersama dan bermain bersama anaknya Delina. Tak lama kemudian hanya tinggallah Bram dan anaknya Delina. Pria itu mengajak main bayi kecil itu dengan menggendong dan menyanyikan lagu untuknya.
"Kemana Delina? Kok membiarkan orang itu menggendongnya. Kalau diculik bagaimana," gerutu Mahesa khawatir.
Dia semakin memelototkan matanya untuk mengawasi anaknya yang berada digendongan pria lain. Pokoknya jika terjadi sesuatu yang tidak-tidak, maka dialah yang akan menolong anaknya itu. Siapa tahu dengan aksi heroiknya membuat Delina kagum kepadanya. Begitulah pikiran Mahesa.
"Wah ... wah ... wah ... semakin kesini kok semakin berani itu orang," ucap Mahesa tidak terima melihat anaknya disayang dan diciumi oleh Bram.
"Aku saja belum pernah menggendongnya, apalagi menciumnya," lanjut Mahesa iri.
"Ini enggak bisa dibiarkan," ucapnya seraya bergegas menyamperin Bram.
Datang-datang Mahesa berkacak pinggang seperti menantang. Awalnya Bram tidak menghiraukan kedatangannya, karena tahu Mahesa memiliki hubungan spesial dengan Delina. Tetapi Bram sungguh tidak tahu kalau ternyata Mahesa adalah suami Delina.
"Berikan anakku," kata Mahesa datar.
"Hah? Anak siapa? Anakmu? Enggak salah dengarkan aku?" ledek Bram.
__ADS_1
"Memang itu anakku dengan Delina. Jangan kau gendong, biarkan aku yang menggendongnya. Dan jangan coba menciuminya," cecar Mahesa.
"Anakmu dengan Delina? Apakah kau sedang bermimpi?"
Mahesa tersenyum palsu, "Kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada ibunya."
Bram tak menggubris ucapan Mahesa dia terus bermain dengan anak bayi yang dia gendong. Hanya menganggap Mahesa pria gila yang cintanya ditolak. Sehingga mengaku-ngaku sebagai ayah dari anaknya Delina. Untung saja Bram tidak sampai segila itu.
"Aku tahu kita sama-sama menyukai Delina, tetapi kau tidak perlu gila seperti itu. Lebih baik kita bersaing dengan cara sehat," usul Bram.
"Hey! Aku ini suami dari Delina!" sambar Mahesa, namun Bram tetap tidak akan percaya.
Bram tersenyum seolah meledak Mahesa yang tetap tegar pada pendiriannya. Dia biarkan saja Mahesa berhalusinasi seperti itu.
"Aku tantang kamu untuk menaklukkan hati anak ini," tantang Bram menunjuk bayi yang digendongnya.
"Siapa pun yang kalah dia harus mundur dan menjauh dari kehidupan Delina."
"Ah! Oke siapa takut! Aku terima tantanganmu," balas Mahesa dengen percaya diri.
Keduanya sama-sama percaya diri akan menjadi pemenangnya. Mahesa percaya bahwa insting seorang bayi masih kuat dan bisa tahu siapa orang tua kandungnya. Sementara Bram percaya diri karena selama ini dialah rang luar yang paling dekat dengan anaknya Delina.
"Aku yang akan menjadi pemenangnya!" tegas Mahesa.
"Terlalu percaya diri. Akulah yang akan menang!" sambar Bram.
__ADS_1
Delina yang baru saja mandi dan bersiap diri, langsung keluar karena mendengar ribut-ribut di luar rumahnya. Matanya mendapati dua orang pria yang dikenalnya sedang berdebat. Membuat bayinya menjadi tidak nyaman.
"Kalian bisa diam tidak!" jerit Delina seraya mengambil alih anaknya.
"Dia yang memulai Del," sahut Bram menujuk Mahesa.
Mata Delina menatap tajam Mahesa, ingin memarahi pria itu. Namun, anaknya juga sedang rewel dan mulai menangis. Akhirnya Delina memlilih menimang-nimangnya agar sedikit lebih tenang.
"Bram ayo kita berangkat," ajak Delina yang sudah siap pergi.
"Cepek nanggapin orang enggak penting," ketus Delina.
"Baiklah," sahut Bram segera membukakan pintu mobil untuk Delina.
Kembali Bram memberikan senyuman meledek kepada Mahesa. Dia sombong karena merasa menang hari ini. Dengan gaya songongnya Bram meninggalkan Mahesa yang hanya bisa terdiam.
"Halah hanya menang sementara saja sombong!"
"Lihat saja nanti akhirnya kaya gimana!"
###
Coba tebak siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Kalian tim pengen cepat-cepat tau siapa pemenangnya atau biarkan saja Mahesa berjuang lebih untuk Delina?
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.