Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Skandal


__ADS_3

Perempuan yang duduk di atas perut pria yang sedang terlentang di tempat tidur itu mengambil gelas dan menuangkan wine ke dalamnya. Keduanya bersulang sebelum memasukan wine itu ke dalam mulut mereka.


"Untuk kemenangan kita," rancau Maharani yang sudah sedikit mabuk.


"Terima kasih Sayang," balas Kenzo menarik Delina masuk ke dekapannya.


"Kau memang hebat," pujinya.


Mereka sedang merayakan kemenangan karena berhasil melumpuhkan Mahesa Group. Kenzo sangat bangga dengan kekasihnya yang dengan sukarela pura-pura menjadi istri Mahesa. Hanya untuk membantunya membalaskan dendamnya kepada Mahesa.


"Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, Sayang," ucap Kenzo yang langsung menyambar bibir Maharani. Tak mau kalah Maharani juga langsung membalas *****4* bibir Kenzo.


Maharani melepaskan ciuman mereka, "Aku hanya menginginkan kamu menjadi milikku selamanya, Sayang."


"Aku pasti akan menjadi milikmu," balas Kenzo yang langsung mengajak Maharani melanjutkan ronde kedua permainan panas mereka.


Kenzo bertukar posisi menjadi di atas, sementara Maharani berada di bawahnya. Tanpa pemanasan lagi, pria itu langsung menghujam milik Maharani. Memang keduanya sudah sangat ahli dalam permainan itu.


"Lebih ce-pat, Sa-sayang," rancau Maharani yang langsung dituruti oleh Kenzo. Pria itu langsung memompa pergerakan lebih cepat dari sebelumnya.


******* demi ******* terdengar sangat merdu ditelinga mereka. Kini keduanya sudah diujung kendali merasakan surga kenikmatan dunia.


BRAK!


Saat hampir menuju puncak mereka dikejutkan dengan dobrakan pintu yang berhasil membuka pintu kamar itu. Dua orang pria sudah berdiri di dekat pintu. Salah satu pria langsung melangkah masuk mendekati ranjang.


"Apa yang kau lakukan? Hah?" murka pria yang tak lain adalah Mahesa.

__ADS_1


"Jadi ini yang kau lakukan di belakangku?" erang pria yang baru saja memergoki perselingkuhan istrinya.


Digelandangnya Maharani dari tempat tidur tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Perempuan itu meronta untuk dilepaskan, namun semakin Maharani meminta, Mahesa semakin mengeratkan cengkeraman tangannya.


"Dasar br3ngsek!" umpatnya dengan menjambak rambut pendek Maharani.


"Lepaskan!" pinta suara pria yang terdengar tegas di telinga Mahesa.


Mahesa menatap tajam Kenzo pria yang merupakan musuh bebuyutannya. Setelah mengenakan handuk kimono, Kenzo melangkah mendekati Mahesa.


"Lepaskan atau perusahaan akan benar-benar hancur!" ancam Kenzo menyunggingkan senyumannya.


"Mahesa ..." panggil Kenzo dengan tangan terlipat di dada.


"Kau terlalu bod0h untuk dikibuli," ledek Kenzo.


Sontak Mahesa menghempaskan Maharani dengan sangat kuat dan langsung menghantam Kenzo yang sedang menertawakannya.


"Baj!Ngan!" umpat Mahesa kembali melayangkan pukulan kerah wajah Kenzo.


Tanpa menunggu lagi, Mahesa langsung membabat habis Kenzo. Pukulan demi pukulan dia berikan kepada pria itu. Mahesa sangat marah dengan Kenzo yang ternyata menyerangnya dengan cara yang sangat licik.


"Aku tidak akan mengampunimu br3ngsek!" teriak Mahesa yang terus menyerang Kenzo. Saking cepatnya serangan yang diberikan Mahesa, membuat Kenzo yang hendak melawan pun kesulitan. Ya, begitulah kalau Mahesa sudah tersulut emosinya.


"Aku akan menghabisimu saat ini juga!"


Jika saja persaingan yang dilakukan Kenzo secara sehat. Mahesa pasti tidak akan marah seperti ini. Namun, bagi Mahesa ini sudah sangat keterlaluan dengan menyuruh Maharani menjadi istrinya. Dan menyerang Mahesa Grup dari dalam. Ini bukanlah persaingan bisnis yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Tuan hentikan," cegah Ferdi melerai tuan mudanya.


"Anda bisa terjerat hukum jika menghabisinya dengan cara seperti ini."


Mahesa meninggalkan Kenzo yang sudah babak belur dan terkapar. Pria itu melangkah mendekati Maharani. Dengan tatapan yang sangat tajam seolah ingin melahap Maharani hidup-hidup.


"Dan kau ..." geram Mahesa.


"Kau juga harus mempertanggungjawabkan semuanya!" teriak Mahesa yang sudah mencengkeram dagu Maharani.


"Tuan ..." Ferdi menarik Mahesa mundur.


Asistennya itu berbisik, "Apakah Tuan lupa bahwa Nyonya Maharani sedang hamil?"


Mahesa sepertinya tidak peduli. Dia mengibaskan lengannya agar tidak ditahan oleh Ferdi.


"Katakan siapa yang menghamilimu!" berang Mahesa dengan suara bariton.


"Cepat katakan!"


###


Anak siapa ya kira-kira yang ada dikandungan Maharani? Anak Mahesa atau Kenzo? Waaah rumit wkwke


Tebaklah ...


🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu..

__ADS_1


__ADS_2