Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Telepon Tidak Dikenal


__ADS_3

Flashback


Malam itu Mahesa benar-benar bingung dan tak habis pikir. Meskipun belum mendapatkan bukti bahwa istrinya diculik oleh Michel. Tetapi dia sangat yakin kalau istrinya itu sedang ada bersama dengan pria itu. Dan saat ini dia sangat mengkhawatirkan Delina.


"Tuan saya izin ke kantor polisi untuk mendapatkan informasi tentang kecelakan yang dialami putra Pak Thomas," pamit Robby.


"Permisi, Tuan," ucap Robby yang tidak digubris Mahesa.


Pria itu sudah tidak mau memikirkan hal lainnya kecuali Delina. Jadinya membiarkan Robby meninggalkan dirinya begitu saja. Dia sudah tidak peduli dengan masalah tersebut yang penting saat ini adalah istrinya bisa segera ditemukan.


Sesampainya di kantor polisi Robby mendengar informasi tentang kejadian kecelakaan saat itu. Sesuai dugaannya kalau ada yang tidak beres dengan kecelakaan tersebut. Dan yang paling membuatnya tercengan adalah saat polisi mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu.


"Lali dimana penumpang mobil tersebut, Pak?" tanya Robby.


"Kemungkinan penumpang yang selamat segera melarikan diri saat jatuh ke dalam jurang," terang polisi.


"Karena dari dalam jurang tersebut juga kami tidak menemukan siapa pun disana," lanjutnya.

__ADS_1


Robby percaya saja dengan keterangan yang dia dapatkan dari pihak kepolisian. Setelah mendengarkan cerita panjang lebar dari polisi. Robby segera mengucapkan terima kasih dan berpamitan untuk pulang dengan hati yang sedikit lega.


"Tolong cari seseorang bernama Bram Raditya untuk ciri-cirinya akan aku kirimkan beberapa foto," ucap Robby melalui sambungan telepon.


Setelah memberikan perintah kepada orang-orang suruhannya. Ada panggilan masuk dari nomer yang tidak dikenal. Awalnya ragu untuk mengangkat panggilan telepon tersebut. Namun, akhirnya dia angkat panggilan telepon tersebut, siapa tahu memberikan informasi mengenai Delina.


"Oh ya  benarkah?" ucapnya setelah mendengar penuturan orang diseberang telepon sana.


"Lalu bagaimana dengan keadaannya? Bisakah aku segera ke tempat itu untuk menemuinya?" lanjut Robby tidak sabaran.


Orang dibalik telepon tersebut adalah Irawan. Dia sempat terkejut saat Irawan meneleponnya. Karena setahu dia memang kuasa hukum dari Thomas itu mendadak menghilang tanpa jejak. Pdahal pria itulah yang menyimpan semua berkas dan semua informasi tentang Thomas.


"Lanjutkan saja pencarian Bram dan saya sudah merencanakan sesuatu dengan Nona Delina," imbuhnya.


"Rencana? Rencana apa itu? Apa tidak membahayakn? Bolehkah saya ikut dalam rencana Anda?" ucap Robby.


"Yakinlah Nona Delina akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Tetapi---"


Robby sudah tidak bisa membantah. Hanya pesan itu yang disampaikan Irawan kepada Robby. Hal itu dilakukan Irawan atas perintah Delina untuk menyampaikan bahwa keadaannya baik-baik saja. Supaya suami dan keluarganya tidak terlalu mengkhawartirkan dirinya.


Segera Robby kembali menemui tuan mudanya untuk menyampaikan informasi terbaru dari Irawan. Ada sedikit kelegaan dari raut wajah Mahesa. "Kita harus menemui Delina sekarang juga, Robby."


"Mana nomer telepon Pak Irawan aku aka  menghubunginya langsung," pinta Mahesa.


"Setelah obrolan tadi, ponsel Pak Irawan sudah tidak dapat dihubungi lagi, Tuan," balas Robby.


"S1al!! Kenapa Delina tidak menghubungiku dan kenapa malah menghubungi orang lain?" kesal Mahesa.


Mahesa kesal dengan istrinya yang tiba-tiba menghubungi orang lain disaat yang seperti ini. Apakah dia tidak tahu bagaimana perasaannya saat mengetahui kabar Delina yang tiba-tiba menghilang?


"Saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya Nona Delina bisa berhubungan dengan Pak Irawan," balas Robby.


"Nanti kita tanyakan langsung jika masalah sudah selesai, Tuan. Yang penting saat ini kita yakin dengan keselamatan Nona Delina."

__ADS_1


"Percaya kalau Nona Delina kembali dengan selamat," lanjutnya.


"Oh iya Tuan. Pak Irawan juga berpesan untuk kita segera ..."


__ADS_2