Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Impian Bersama


__ADS_3

Delina tahu kekhawatiran Mahesa saat pertemuan merek terakhir saat itu. Pasti Mahesa selalu kepikiran akan kondisi Delina yang saat itu tampak sakit dan lemah. Supaya Mahesa bisa tenang di hari jadwal kunjungan, Delina datang mengunjungi Mahesa lagi.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan? Kamu sakit apa? Bagaimana kondisi kamu? Tau enggak, aku sanggat mengkhawatirkan kamu," cecar Mahesa saat Delina baru saja tiba.


"Aku tidak kenapa-kenapa kok, aku sehat," balas Delina menghambur ke dalam pelukan Mahesa.


"Ini aku bawakan pesanan kamu."


Delina menyodorkan sebuah tas yang berisi kotak makan nasi goreng masakannya. Sekilas Mahesa menghirup harumnya nasi goreng tersebut, "Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Setiap malam aku memikirkan kamu."


"Cie jatuh cinta nih ye," ledek Delina menjulurkan lidahnya.


"Iya memang lagi jatuh cinta yang kedua kalinya sama istri kedua aku," akunya. Mahesa sudah tidak gengsi lagi menyatakan cintanya kepada Delina.


Yang dulunya cuek dan tidak peduli Delina, bahkan membencinya kini sudah berubah menjadi perasaan cinta dan sayang. Mahesa baru menyadari ketulusan Delina setelah istri keduanya itu berjuang mati-matian untuknya dan untuk keluarganya. Pada awalnya Mahesa mencurigai Delina, namun ternyata semua terbantahkan oleh waktu. Jutsru Maharani-lah yang seharusnya dia curigai malah dulunya Mahesa sangat mencintainya.


"Hah? Kamu mencintaiku?" ulang Delina menggoda suaminya sendiri.

__ADS_1


"Sangat mencintaimu!' tegas Mahesa yakin.


"Dan sekarang tinggal kamu satu-satunya di hatiku untuk selamanya."


Untungnya Maharani segera mengakhiri sandiwaranya, meskipun dengan drama yang sangat menegangkan. Bahkan harus membuat perusahaan Mahesa Grup rugi besar-besaran. Tidak ada yang perlu disesali, kini tinggal mengambil hikmah dan pelajaran setelah badai berlalu.


"Yang bener? Bagaimana dengan istri lainnya?" goda Delina sembari tersenyum mengejek,


Hikmah dari kejadian itu adalah Delina bisa menjadi istri satu-satunya milik Mahesa. Saat ini proses perceraian sedang berlangsung dan ditangani oleh Hendra. Tinggal menunggu waktu ketok palu dan semuanya selesai.


"Enggak lagi ada yang kedua kaya kemarin. Sudah trauma dan ribet."


Puncak dari perjuangan Delina sebagai istri kedua yang memperjuangkan cintanya kepada sang tuan muda berhasil juga. Sudah tidak ada persaingan, kecemburan, dan tekanan yang dilakukan istri pertama kepadanya. Delina yakin kedepannya dia akan hidup bahagia dengan Mahesa.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera hidup selayaknya orang pada umumnya. Bisa makan berdua dengan istri, jalan-jalan, liburan, dan menghabiskan waktu dengan kamu. Bekerja bersama kamu dan hidup bahagia dengan anak-anak kita kelak." Mahesa membayangkan betapa indahnya hari-harinya saat keluar dari penjara nanti.


"Iya sama. Aku juga segera ingin mewujudkan cita-cita berumah tangga seperti orang pada umumnya," sahut Delina tersenyum manis.

__ADS_1


"Enggak menjadi istri kedua seperti dulu," celetukknya.


"Enggak akan Sayang," ucap Mahesa manarik tangan Delina lalu mencium punggung tangannya.


Dua-duanya sedang membayangkan kehidupannya yang akan indah nanti. Ketika cinta mereka mulai tumbuh dan akan terus berkembang saat nanti Mahesa bisa menghirup udara bebas dan menjalani kehidupan barunya dengan Delina.


"Oh iya. Ngomong-ngomong aku belum tanya ke Pak Hendra mengenai kelanjutan kasus ini," ucap Delina.


Seketika Delina teringat akan kelanjutan kasus Mahesa. Dia pun berencana seteleh pulang nanti akan menemui Hendra di kantor tempat kuasa hukumnya itu bekerja.


"Aku akan segera menemui Pak Hendra," pamit Delina setelah waktu kunjungan usai.


###


Mari kita simak kelanjutan kasus ini. Apakah Hendra memiliki bukti kuat untuk segera membebaskan Mahesa? Agar impian Mahesa dan Delina untuk hidup bersama segera terwujud. Semoga saja ...


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2