
Lagi-lagi Mahesa terlambat pulang yang tentu saja membuat Delina sangatlah kesal. Mungkin sudah sekitar satu bulan dia selalu terlambat pulang. Dan setiap kali Mahesa tiba di rumah, Delina selalu saja cemberut dengan pikiran-pikiran buruknya.
"Sayang maafkan aku terlambat pulang lagi," ucap Mahesa saat membuka pintu kamarnya.
"Kamu sudah makan malam Sayang?" lanjutnya bertanya.
Dua kalimat itu yang selalu ditanyakan kepada Delina saat dia sampai di dalam kamar. Tampaknya Delina sudah bosan menjawab pertanyaan yang sama itu. Ya jelas saja dia sudah makan malam, karena waktu Mahesa pulang sudahlah sangat larut.
Saat Mahesa hendak merayu istrinya dengan memeluknya dari belakang. Sontak Delina langsung menolaknya, "Mandi sana berantakan sekali penampilan kamu."
Tidak seperti biasanya suaminya yang selalu rapih walaupun disaat-saat pulang kerja. Namun, hari ini suaminya itu tampak berbeda. Selain pakaiannya yang acak-acakan dan tidak teratur, rambutnya juga tampak tak beraturuan, serta wajahnya yang lesu. Mungkin pria itu sedang stress dengan semua yang terjadi di perusahaan. Selain masalah tentang kedatangan Michel, masih banyak juga permasalahan yang harus dia selesaikan.
Setelah selsai membersihkan diri, Mahesa menyusul Delina. Dia menghempaskan tubuhnya untuk duduk disamping Delina. Kemudian menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya. Tentu saja membuat Delina semakin penasaran dan bertanya, "Ada apa?"
Beruntungnya Mahesa memiliki istri yang sangat peka dengan keadaan yang sedang dia alami. Mahesa yang awalnya ingin merahasiakan masalah ini drai Delina. Akhirnya buka suara karena Delina yang terus memaksanya. Dan setelah dia pikir-pikir, memang seharusnya dia mengatakan itu semua agar istrinya tidak terus-terusan curiga kepadanya.
"Apa? Yang benar saja? Lalu bagaimana kelanjutan pembagian keuntungan saham Pak Thomas?" cerocos Delina.
"Semua aset atas nama Pak Thomas di perusahaan masih aku tahan dan amankan," tutur Mahesa.
__ADS_1
"Aku sedang menyuruh Robby untuk bekerja dengan cepat. Agar aku bisa membuktikan kebenarannya dan membuatnya pergi dari perusahaan," lanjutnya.
Delina mangut-mangut memahami rencana suaminya. Dan sedikit demi sedikit pun dia paham mengenai semua masalah itu dari awal hingga akhir,
"Aku akan membantu kamu menyelesaikan masalah ini," ucap Delina menawarkan diri.
"Temukan aku dengan Michel," pintanya.
"Aku ingin melihat wajahnya."
Sontak saja Mahesa menggelengkan kapalanya, menolak permintaan sang istri. Mahesa sudah berjanji tidak akan melibatkan istrinya ke dalam masalah yang stau ini. Dia meminta Delina untuk fokus mengurus rumah dan kuliahnya yang sedang ada ditahap akhir.
"Apa dia mengancam kamu?" sahut Delina.
"Ini tidak bisa didiamkan Sayang!" lanjut Delina ikut-ikutan geram.
Mahesa tahu jika seseorang sudah mengatakan ancaman. Pasti dia bisa nekat melakukan hal-hal yang tak terduga yang mungkin bisa membahayakan orang-orang disekitarnya. Bisa jadi juga keluarganya yang akan menjadi sasarannya. Oleh karena itu, dia meminta semua yang ada di rumah itu untuk lebih hati-hati.
"Aku akan meninggkatkan pengawalan saat keluar rumah dan keamanan saat berada di rumah," ucap Mahesa.
__ADS_1
"Kamu tetap di rumah dan jangan ikut campur ya Sayang," perintah Mahesa.
"Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa. Serahkan saja kepadaku. Aku bisa mengatasi ini semua Sayang," imbuhnya.
Perempuan itu diam, tetapi dengan beragam pikiran yang sudah ada di dalam kepalanya. Semalaman dia menjadi kepikiran dengan masalah yang ada di perusahaan.
"Aku curiga dengan satu orang yang bekerja di perusahaan saat ini," gumamnya dalam hati.
"Sepertinya dia terlibat dalam kasus ini," lanjutnya bergumam.
"Aku harus memastikannya."
Mahesa menatap istrinya yang sedang melamun. Kemudian kembali mengingatkan, "Sudahlah Sayang lebih baik kau istirahat saja."
###
Pertanyaannya adalah apakah Delina akan mematuhi perintah suaminya. Atau dia akan nekat? Dan kira-kira siapa orang yang dicurigai Delina?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya.
__ADS_1