
Pagi, siang, sore malam jika tidak ada kegiatan di lapas. Mahesa selalu memikirkan Delina, perempuan itu berhasil menguasai pikirannya akhir-akhir ini. Mahesa baru merasakan jatuh cinta kepada Delina. setelah sekian lama menyia-nyiakan istri keduanya itu.
"Dia sedang apa ya saat ini?" gumam Mahesa di ruangan sempit tempatnya tidur.
"Kapan aku bisa berkumpul kembali bersamanya ya?"
Sesekali Mahesa melamun lalu tersenyum sendiri membayangkan saat-saat lucu pertemuan mereka dulu. Tidak menyangka gadis SMA pilihan papanya dulu menjadi satu-satunya istri yang sangat dia sayangi. Sekilas Mahesa juga teringat akan petuah-petuah yang diberikan papa kepadanya.
"Maafkan aku pa yang tidak bisa melihat saat-saat terakhir papa di dunia ini," gumam Mahesa seketika menjadi sedih.
"Ternyata semua yang papa katakan kepadaku memang yang terbaik. Aku tahu papa selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Tetapi maafkan aku yang bandel dan suka membantah perkataan papa."
"Sekarang aku baru menyadari bahwa semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya."
Kembali Mahesa merasa menyesal karena sering membangkang perkataan Atmajaya selama masih hidup. Diacak-acaknya rambut pendek itu.
"Terima kasih banyak karena papa sudah memilih Delina untuk aku. Papa pasti tahu sejak awal kalau Delina memang perempuan baik dari yang terbaik, makanya papa memaksaku menikah dengannya. Meskipun awalnya Delina menjadi istri kedua," lanjutnya membatin.
__ADS_1
Ingin rasanya Mahesa menceritakaan kebahagiaannya dan kekagumamnya terhadap Delina kepada Atmajaya. Karena tidak mungkin terjadi makanya Mahesa hanya bisa berbicara dari dalam hati saja. Seakan Atmajaya bisa mendengarkan apa yang dia katakan.
"Ternyata gadis kecil pilihan papa adalah perempuan yang sangat hebat. Kini dia sudah beranjak dewasa dan semakin bijak, pa. Pasti kalau papa masih ada, papa akan sangat bangga kepadanya," puji Mahesa.
"Iya pa. Aku sedang jatuh cinta kepada istriku sendiri, rasanya sudah tidak sabar ingin memeluk Delina."
Setelah tadi merasa menyesal, kini pria itu menerbitkan senyuman tatkala teringat Delina. Mahesa berkata, "Sekali lagi terima kasih pa karena sudah menemukan aku dengan perempuan yang tepat."
"Seperti kata-kata papa dulu. Aku janji akan menjaga Delina untuk papa." Permintaan itu yang selalu dikatakan Atmajaya saat dulu Mahesa belum menerima Delina dikehidupannya. Kini Mahesa berjanji akan menuruti permintaan Atmajaya itu.
Malam semakin larut, disaat yang lain mulai tertidur. Dipikiran Mahesa wajah dan senyuman Delina semakin memenuhi isi pikirannya. Membuat pria itu mesem-mesem sendiri membayangkan malam pertama mereka dulu. Dan teringat saat paginya Delina kesusahan untuk berjalan, bukannya menolong Delina. Mahesa justru mencibir istri keduanya saat itu.
Sebagai lelaki normal Mahesa terbayang-bayang saat dirinya sedang bercinta dengan Delina. Pria itu sangat merindukan harum tubuh Delina dan dekapan hangatnya. Apalagi mata indah milik Delina yang membuatnya jatuh cinta dan terpikat.
"Bod0h sekali aku dulu saat bercinta dan menutup mata kamu, Sayang." Mahesa menutup mata Delina saat bercinta supaya dia tidak jatuh cinta kepada perempuan itu. Karena Mahesa adalah tipe pria yang mudah jatuh cinta walau hanya dari tatapan mata saja.
"Menyesal aku tidak melihat mata kamu sejak pertama melakukan hubungan itu."
__ADS_1
***
Seorang perempuan dengan gaya stylish datang mengunjungi Mahesa. Perempuan itu dicegah di bagian informasi untuk menanyakan identitas. Karena tidak memenuhi syarat perempuan itu dilarang masuk menemui Mahesa.
"Status saya masih istri dari Mahesa, Pak. Perceraian saya masih diproses dan belum diputuskan," protes Maharani memaksa ingin masuk ke dalam ruang kunjungan.
"Maaf Bu. Ini sudah menjadi aturan bahwa yang bisa menemui terpidana hanya kuasa hukum, keluarga dekat, dan orang-orang yang diminta terpidana untuk dia temui."
Terpaksa Maharani hanya menitipkan barang bawannya kepada petugas yang akan diserahkan kepada Mahesa. Sebelumnya barang-barang itu dicek terlebih dahulu. Lolos pengecekan petugas barang bawaan Maharani akan diserahkan kepada Mahesa dan Maharani harus kembali pulang.
"Enggak apa-apa deh enggak bisa masuk. Yang penting barangnya sudah diterima dia," gumam Maharani berjalan menuju mobil.
"Selamat menikmati keterkejutan di dalam penjara."
"Ah lupa memberikan obat sakit jantung tadi. Siapa tahu terkena serangan jantung."
###
__ADS_1
Pertanyaannya untuk apa Maharani datang ingin menemui Mahesa? Dan kira-kira apa yang dibawakan Maharani untuk Mahesa? Kok tiba-tiba ikut deg-degan karena sepertinya ada rencana besar. Kira-kira ada apa ya?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya.