
"Terima kasih ya Robby sudah mengantarkan laporan yang aku minta," ucap Delina menerima berkas dari Robby.
"Iya sama-sama Delina. Itu kan memang tugas aku," balas Robby memberikan senyuman ramah.
"Eh, apa kamu bilang? Delina? Hei, dia itu istriku dan dia juga atasan kamu," sahut Mahesa tidak terima.
"Dan kamu memanggil atasan kamu dengan sebutan nama?"
"Sungguh tidak sopan sekali kamu ini. Karywan baru saja sudah seenaknya sendiri."
Mahesa ngomel-ngomel tidak jelas hanya karena perkara panggilan dari Robby kepada Delina. Pria itu sudah terbiasa memanggil Delina dengan namanya langsung. Karena mereka memang teman sekaligus sahabat sejak kecil.
"Sayang. Aku enggak masalah kok," aku Delina menatap suaminya.
"Enggak apa-apa kok Robby. Panggil Delina saja biar lebih akrab," lanjutnya menatap Robby.
"Tidak! Tidak boleh! Dia harus tetap memanggilmu dengan sebutan Bu atau Nona," tegas Mahesa.
"Delina saja," timpal Delina dengan cepat.
Delina berkata sembari memelototkan matanya kearah sang suami. Tujuannya agar Mahesa menurut saja dengan ucapannya. Namun, nyatanya pria itu tetap tidak mau Robby memanggil istrinya langsung dengan sebutan nama panggilan.
"Tidak sopan kalau memanggil langsung dengan sebutan nama. Dia itu bawahan kamu, Sayang," urai Mahesa.
"Lagian apa kata karyawan lain jika dia memanggilmu dengan sebutan nama panggilan saja?"
"Enggak mau tahu. Pokoknya manggilnya harus ibu atau nona."
Robby yang masih berdiri diambang pintu ruangan Mahesa tetap menundukkan kepala. Kepalanya mengangguk-angguk mengerti saat mendengar keputusan Mahesa mengenai panggilan dari Robby untuk Delina.
"Baik, Tuan. Maafkan saya atas ketidaksopanan saya," ucapnya meminta maaf.
__ADS_1
"Nona tugas saya sudah selesai? Atau ada yang bisa saya bantu lagi?" Robby menawarkan pekerjaan yang dapat dia lakukan.
"Tidak ada! Cepat pergilah. Kau sudah menganggu waktu istirahatku," sahut Mahesa.
"Eh! Tunggu sebentar," cegah Delina.
Sontak Mahesa menoleh kearah istrinya dengan tatapan tajam. Seakan menyiratkan ketidaksukaan jika Robby berlama-lama dihadapan mereka. Mahesa menggerutu, "Ada apa lagi sih?"
Sejenak Delina terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian dia pun tersenyum, "Sepertinya aku punya pekerjaan tambahan diluar pekerjaan kantor."
"Apakah kau mau menerima pekerjaan tambahan ini?" tawar Delina.
"Sebuah proyek yang harus kau selesaikan, karena aku tidak bisa menyelesaikannya sendirian," ungkap Delina.
"Dan kalau kau bisa menyelesaikan proyek tambahan ini. Aku akan memberikan gaji tambahan untukmu."
"Bagaimana?"
"Sayang apa-apaan ini? Proyek apa lagi?" tanya Mahesa bingung.
"Kita tidak pernah merencanakan apa pun dalam waktu dekat. Tetapi kamu katakan proyek. Proyek apa itu Say---" berondong Mahesa dengan banyak sekali pertanyaan. Untungnya Delina segera menghentikan ucapan sang suami agar tidak kebablasan.
Delina menempelkan jari telunjuknya tepat didepan bibir Mahesa. Mau tidak mau pria itu harus segera mengentikan ucapannya,
"Jika kau mau menerima proyek ini. Kita akan bertemu besok sore," lanjut Delina.
"Untuk tempatnya akan aku kabarkan besok pagi."
"Baiklah Nona. Saya menerima tawaran Anda," balas Robby yang memang sedang butuh tambahan uang.
"Saya izin melanjutkan pekerjaan saya dulu," pamitnya.
__ADS_1
"Oke Robby. Terima kasih sebelumnya."
Mahesa memelototkan matanya menatap Delina. Segera pria itu manarik sang istri untuk masuk ke dalam ruangannya. Dan dimulailah penyidikan kepada Delina agar Mahesa bisa tahu tentang apa yang sebenarnya akan dia lakukan.
"Proyek apaan Sayang?" tanya Mahesa memegang bahu Delina.
"Rahasia," jawab Delina singkat.
"Kau merahasiakan sesuatu dariku?" cecar Mahesa.
"Apa jangan-jangan kau memiliki hubungan spesial dengan Robby?"
"Kenapa harus dia yang kau berikan pekerjaan tambahan itu?"
Delina menyingkirkan tangan suaminya dari bahunya. Lalu dia berjalan menuju ke meja kerja. Seraya berkata, "Lalu siapa lagi yang aku mintai tolong kalau bukan Robby?"
"Kan masih ada Ferdi atau Lily," desak Mahesa.
"Tidak. Meraka tidak bisa aku berikan pekerjaan ini. Intinya kamu diam saja Sayang," balas Delina.
"Sepertinya kau benar-benar ada ketertarikannya dengan pria itu," tuduh Mahesa.
"Bukan begitu Sayang. Percayalah."
"Halah. Alasan!"
###
Kira-kira apa proyek yang diberikan Delina kepada Robby? Apakah tuduhan Mahesa bahwa Delina memiliki ketertarikan kepada Robby benar adanya?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1