Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Delina Syok


__ADS_3

Delina berlari keluar dari lapas dengan menangis. Berkali-kali perempuan itu menyeka air mata yang keluar begitu saja tanpa dapat dia bendung.


"Nona ... Anda kenapa?" panik Lily yang menunggunya di parkiran bersama supir.


"Lily ..." Delina langsung mendekap Lily erat-erat.


"Ada apa, Nona?" tanya Lily bingung dengan keadaan nona mudanya.


Tadinya Delina sangat ceria masuk ke dalam lapas untuk mengunjungi Mahesa. Namun, kenapa sesudahnya Delina justru menangis.


Lily menyadari kalau Delina tidak akan bisa menjelaskan semuanya dalam kondisi menangis seperti itu. Oleh karena itu, Lily mengajak Delina masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Supaya nona mudanya itu agak sedikit tenang.


"Nona!" teriak Lily saat merasakan tubuh Delina yang berada di pelukannya melemas. Delina sudah tidak sadarkan diri.


"Pak. Cepat pak kita ke rumah sakit," perintah Lily kepada supir yang mengantarkan mereka.


Sesampainya di rumah sakit Delina segera masuk ke UGD untuk mendapatkan penanganan. Barulah setelah keadaannya membaik Delina dipindahkan ke ruang rawat. Dan hanya Lily yang mengurus Delina saat itu.


"Nona sebaiknya Anda makan terlebih dahulu," ucap Lily membawakan makanan untuk Delina.


"Kata dokter Anda harus banyak makan makanan bergizi, Nona," lanjut Lily berusaha membujuk Delina.


Perkataan Lily sama sekali tidak didengarkan oleh Delina. Perempuan itu diam dengan tatapan kosong. Entah apa yang harus dilakukan Lily saat itu. Dia tahu ini bukan saat yang tepat untuk dia menggali informasi apa yang sedang dialami oleh nona mudanya.

__ADS_1


"Nona ... Anda belum minum sejak tadi. Sebaiknya Anda minum terlebih dahulu agar tidak dehidrasi," bujuk Lily menyodorkan segelas air putih untuk Delina.


Delina yang duduk bersandar di kepala tempat tidur. Dengan malas Delina menerima segelas air putih pemberian Lily. Masih dengan tatapan kosong Delina meminum air putih itu sedikit demi sedikit.


"Lily ..." Delina tiba-tiba merengek dan memanggil-manggil nama Lily. Perempuan itu kembali menangis dan memeluk Lily. Dielusnya rambut panjang Delina dengan lembut.


"Tuan Mahesa menuduhku selingkuh dengan Ferdi," ucap Delina disela-sela isak tangisnya.


"Hah?" Lily terperangah mendengar penuturan Delina yang terdengar konyol.


"Dia mengusirku dan memintaku untuk menjauh darinya dan jangan pernah kembali," lanjut Delina terus berucap sambil menangis.


"Dan dia juga mengatakan akan segera mengurus perceraian kita melalui Pak Hendra."


"Tenangkan diri Ada terlebih dahulu, Nona," pesan Lily yang tidak bisa memberikan komentar apa pun. Yang bisa dia lakukan hanya berusaha menenangkan Delina agar tidak terus histeris. Dengan sabarnya Lily memeluk Delina dan mengusap-usap punggung dan rambut perempuan yang sedang frustasi itu.


***


Dua hari setelah pulang dari rumah sakit. Lily terkejut saat melihat Delina keluar dari kamar dengan membawa koper dan tas ransel. Segera Lily berlari menghampiri Delina.


"Nona ... Anda mau kemana?" tanya Lily melihat barang-barang yang dibawa Delina.


"Untuk apa aku di rumah ini kalau Tuan Mahesa segera menceraikan aku?" tanya Delina.

__ADS_1


"Tetapi jangan seperti ini, Nona," cegah Lily.


"Kondisi Anda belum pulih. Saya takut Anda kenapa-kenapa nantinya," imbuhnya.


Perempuan yang masih tampak pucat itu terpaksa tersenyum. Delina berkata, "Kamu tidak perlu khawatir, Lily. Aku sudah dewasa dan aku akan baik-baik saja. Aku rasa ini memang jalan terbaik untuk rumah tanggaku."


Delina menghembuskan napas kasar, "Dia sudah menganggap aku benar-benar selingkuh dan tidak ingin mendengar penjelasan aku."


"Nona ... izinkan saya ikut dengan Anda," pinta Lily yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Delina.


"Anda adalah tanggungjawab saya, Nona. Saya bisa dipecat jika lengah dalam menjaga Anda," ucap Lily.


"Lily aku bisa sendiri. Percayalah kepadaku. Semoga lain waktu kita bisa berjumpa kembali." Delina tersenyum sebagai salam perpisahan.


Lily mengekor Delina sampai saat Delina hendak masuk ke dalam mobil. Pengawal pribadi Delina masih mencoba bernegosiasi. "Te-tapi Nona ..."


Ucapan Lily langsung dihentikan oleh Delina dengan isyarat telunjuknya yang menempel di bibir. Sebuah isyarat agar Lily berhenti berkata-kata.


"Terima kasih selama ini banyak membantu aku. Semoga kamu sehat selalu, Lily," pesan Delina sekali lagi seraya masuk ke dalam taksi yang akan mengantarnya. Sebuah senyuman khas-nya dan lambaikan tangan sebagi penutup pertemuan mereka untuk terakhir kalinya.


###


Mau kemana Delina? Apakah dia benar-benar akan pergi meninggalkan rumah mewah Keluarga Mahesa? Beneran cerai nih? Lalu bagaimana penjelasan Ferdi mengenai hubungannya dengan Delina?

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.


__ADS_2