Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Kerja Sampingan (2)


__ADS_3

Ferdi sempat lupa ingin menanyakan tentang rasa penasarannya tempo hari. Hingga saat itu, ketika Vitta buru-buru meninggalkan kantor. Sontak Ferdi teringat kejadian saat itu dan langsung basa-basi kepada orang yang bersangkutan.


"Vitta ... apakah habis dari kantor kamu ada acara?" tanya Ferdi.


"Ehm ... a-ada Tuan," jawabnya agak ragu.


"Yah ... padahal aku ingin mengajakmu makan diluar sebelum pulang," ucap Ferdi.


"Bagaimana kalau aku yang akan mengantarkan kamu pulang?" tawarnya.


Langsung saja gadis itu menggelengkan kepalanya cepat-cepat. Kemudian dia berkata, "E-enggak usah repot-repot, Tuan."


"Kamu mau ke restoran itu ya?" tanya Ferdi yang berhasil membuat Vitta membelalakkan matanya.


"Sudah lama kerja disana?"


"Duluan mana sama kerja di kantor ini?"


"Memang enggak capek habis kerja di kantor, terus kerja lagi disana?"


Bak kepergok tengah selingkuh, jantungnya kini berdetak tak beraturan. Takut kalau atasannya itu marah karena tahu bahwa pekerjaannya tidaklah hanya satu. Melainkan ada satu pekerjaan sampingan setelah dia pulang dari kantor.


"Emm ... su-sudah lama saya kerja disana, Tuan," jawabnya takut-takut.


"Ma-maafkan sa-saya," ucapnya merasa bersalah.

__ADS_1


Gadis itu menundukkan kepalanya. Meskipun dalam hatinya bertanya-tanya darimana atasannya itu tahu kalau dia memiliki pekerjaan sampingan. Namun, Vitta tidak berani menanyakannya.


"Apa gaji dari kantor ini kurang untukmu, Vitta?" tanya Ferdi gamblang.


"Kalau kurang aku bisa memberikanmu gaji dua kali lipat. Tetapi fokuslah pada pekerjaan kantor," lanjutnya memberikan tawaran.


"Apa kau tidak capek jika harus ke restoran setelah drai kantor?"


Vitta langsung melambaikan dua tangannya yang artinya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ferdi.


"Ma-maaf, Tuan. Gaji dari kantor sangatlah cukup untuk saya," balasnya.


"Tetapi saya juga harus memiliki pekerjaan sampingan untuk memberikan uang kepada ayah saya," lanjutnya menjelasakan.


"Ayah kamu?" ulang Ferdi.


"Tega sekali ayah kamu," ucap Ferdi ikutan prihatin dengan keadaan Vitta.


"Bagaimana kalau kamu berhenti dari pekerjaan itu dan aku berikan gaji dua kali lipat."


"Fokuslah ke perusahaan."


Jelas saja Vitta langsung menolak tawaran itu. Baginya itu sangatlah berlebihan dan Vitta tidak mau menerimanya. Sebenarnya gaji kantornya yang sekarang saja sudah sangat cukup untuk kebutuhannya. Dan uang drai hasil kerja sampingan itulah yang dia berikan kepada ayahnya.


"Jika kau menolak dengan tawaran itu. Aku punya satu pekerjaan untukmu," ucap Ferdi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kamu membersihkan apatermenku setiap hari?"


"Kebetulan tidak ada orang yang bersih-bersih apatermenku."


"Bagaimana?"


Ferdi terus membujuk Vitta agar tidak lagi bekerja sampingan di restoran itu. Takutnya jika Vitta menjadi tidak fokus dan terlalu kecapekan. Dan setelah berpikir lama, akhirnya Vitta mengiyakan tawaran dari atasannya itu.


"Baiklah, kau bisa datang ke apatermenku seminggu sekali," ucap Ferdi.


"Bagaimana, Tuan? Seminggu sekali apakah tidak terlalu lama?" tanya Vitta.


"Saya akan datang dua hari sekali dan saya tidak hanya membersihkan apatermen Anda," tambahnya.


"Saya juga akan merangkap menjadi asisten rumah tangga Anda."


Entahlah Ferdi menurut saja dengan keputusan Vitta. Sudah bersyukur kalau sekertarisnya itu mau menerima tawaran pekerjaan sampingan darinya. Sehingga dia masih bisa tetap fokus dengan pekerjaan kantor. Karena membersihkan apatermen tidak menguras tenaga yang banyak.


**


"Siapa yang menelepon?" tanya Ferdi saat Vitta sedang membersihkan apartemennya.


"Delina, Tuan," jawab Vitta.


"Ehm ... jangan! jangan angkat kalau Delina yang menelepon," pesannya.

__ADS_1


Vitta mengernyitkan dahi saat mendengar ucapan Ferdi itu. Apakah ada masalah diantara mereka berdua?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2