Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Memata-matai Delina


__ADS_3

Langit sudah berubah gelap menandakan malam telah tiba. Satu persatu dekorasi, meja, kursi, dan pelaminan dibongkar. Acara pernikahan Mahesa dan Clarissa gagal dilaksanakan. Membuat Clarissa depresi tingkat tinggi. Calon pengantin wanita itu pingsan, terbangun, teriak, nangis, pingsan lagi begitu seterusnya.


"Mahesa kamu dimana?" ucap Clarissa dengan lemah.


"Ayolah Mahesa jangan bercanda, sayang," rancaunya tidak jelas.


"Dimana Mahesa?" ucapnya lagi dengan nada berteriak seperti orang kesetanan. Matanya melotot menatap siapa pun yang berada didekatnya.


"Carikan Mahesa untukku," lanjutnya seraya menangis.


Penampilannya sudah acak-acakan tak karuan. Perempuan yang berniat merebut suami orang itu menjadi gila sendiri. Hari ini adalah hari penantiannya selama setengah tahun setelah mencoba menggoda Mahesa. Dia sudah merencanakan kejutan pernikahan itu dengan maksimal. Namun, realitanya sungguh membuatnya sangat kecewa.


"Sebaiknya kita bawa Nona Clarissa ke psikiater," usul salah satu orang yang menanganinya.


"Iya. Sepertinya kita juga tidak akan sanggup menenangkannya," sahut yang lainnya setuju.


***


Seharian penuh Mahesa mengikuti kemana perginya Delina. Tadi siang Mahesa memutuskan mengejar Delina dengan menggunakan motor sewaan. Kebetulan tidak jauh dari pintu keluar bandara ada tempat penyewaan sepeda motor.


"Robby ini penginapan kamu untuk lima hari ke depan," ucap Delina membukakan pintu sebuah villa sederhana.


"Untuk tour guide kamu namanya Echa. Satu jam lagi dia akan tiba disini," lanjut Delina menjelaskan.

__ADS_1


"Jika membutuhkan bantuan langsung saja katakan kepada Echa atau kepadaku," pesannya.


Selesai menjelaskan ruangan-ruangan yang ada di villa tersebut. Delina berniat pamit meninggalkan Robby.


"Terima kasih ya Kiky. Selama di Bali aku akan sering merepotkan kamu," kata Robby.


"Tenang saja. Aku siap untuk kau repotkan. Jangan sungkan menghubungiku," sahut Delina.


"Aku pergi dulu ya," pamitnya melambaikan tangan kepada Robby yang berdiri di depan pintu villa.


Robby adalah teman saat Delina masih kecil dulu. Makanya pria muda itu memanggil Delina dengan sebutan Kiky, karena nama itu adalah panggilannya saat kecil. Nama Kiky diambil dari nama panjangnya yaitu Delina Rizky (Kiky).


"Untunglah dugaan aku salah," ucap Mahesa sembari mengusap dadanya merasa lega.


"Mau kemana lagi dia?" batin Mahesa yang siap keluar dari persembunyiannya.


"Delina kenapa sih kamu pakai acara tidak mengakui identitas asli dirimu?" gumam Mahesa yang terus memata-matai Delina.


"Apakah kau melakukan ini semua agar aku tidak bisa mengenalimu?" tebak Mahesa dalam hati.


"Maafkan aku Delina.Telah membuatmu menjadi seperti ini."


Mobil yang ditumpangi Delina tiba disebuah rumah sederhana. Rumah minimalis bergaya villa sederhana. Bangunannya terbilang estetik dengan hamparan sawah yang mengelilinginya.

__ADS_1


"Apakah ini rumahnya?" batin Mahesa menghentikan motornya jauh dari halaman rumah itu.


Segera Mahesa mencari sesuatu untuk bersembunyi. Dan dia menemukan sebuah dinding pembatas yang bisa dia gunakan sembunyi sekaligus mengintip. Karena dinding itu terdapat lubang-lubang yang bisa dia gunakan untuk memantau rumah Delina.


"Ah! Ya! Kali ini sepertinya memang tempat tinggalnya," gumam Mahesa senang akhirnya menemukan alamat rumah Delina.


Pria yang berusaha bersembunyi itu terlonjak kaget, saat mendapati seseorang keluar dan menyerahkan seorang bayi kepada Delina. Langsung Delina mengendong bayi itu dan menciumnya berkali-kali. Lanjut Delina menimang-nimang bayi itu sampai terlelap.


"Kok ada bayi? Bayi siapa itu? Apa itu ...?" Mahesa terus menebak-nebak.


Dari perlakuan yang diberikan Delina kepada bayi itu sangatlah menunjukkan kasih sayang seorang ibu. Seperti ibu yang sedang memanjakan anaknya.


"Permisi, Bu. Maaf menganggu. Kalau boleh tahu siapa bayi yang digendong perempuan itu?" Mahesa nekat bertanya pada perempuan yang tadi menyerahkan bayi itu kepada Delina.


Dari penampilannya sepertinya perempuan itu adalah pengasuh sementara. Yang bisa kembali ke rumah saat ibu dari bayi yang diasuhnya susah pulang.


"Oh itu ..." ucap perempuan paruh baya yang ditanya oleh Mahesa.


###


Oh itu apa bu? Kok enggak jelas sih? Duh bikin semakin penasaran saja sih. Kalau gak niat jawab jangan jawablah. Bikin emosi saja. wkwkkw


Sabar ya.

__ADS_1


Coba main tebak-tebakan anak siapa itu? Tulis komentar dulu dong.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2