Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Undangan Pernikahan


__ADS_3

Bukannya memberikan jawaban atas apa yang ditanyakan Mahesa. Delina justru pergi begitu saja dari hadapannya. Membuat Mahesa mengerutkan dahinya bingung.


"Sudah dibilang jangan ikut campur dimana pun itu tempatnya," gerutu Delina dalam hati seraya berlalu.


Delina tidak mau apa yang dia rencanakan bersama Ferdi gagal karena Mahesa. Untuk sementara waktu dia harus menutupi identitas aslinya.


"Untung saja aku segera pergi darinya," gumam Delina mencari tempat yang aman untuk mengintip mereka.


Mahesa membiarkan Delina pergi dari hadapanku. Lalu tatapannya mengarah pada Clarissa yang tampak gundah dihadapannya. Bahkan baru kali ini dia melihat Clarissa seperti orang kebingungan.


"Clarissa ... bisa kau jelaskan kepadaku apa yang baru saja terjadi?" tanya Mahesa menatap dalam perempuan itu.


"Ehm ... ti-tidak a-ada a-pa-apa kok," bohong Clarissa.


"Jangan berbohong Clarissa. Aku tahu tadi terjadi keributan antara kamu dengan Delina."


"A-aku ti-tidak bo-bohong kok."


Mahesa yakin Clarissa sedang menutupi sesuatu darinya. Terlihat dari raut wajahnya perempuan yang biasanya angkuh itu.


"Apa kau telah berbuat sesuatu kepada Delina?" tebak Mahesa.


"Sebaiknya jangan pernah kamu macam-macam kepadanya," lanjut Mahesa.

__ADS_1


"Atau kamu akan rugi sendiri."


Setelah mengatakan itu, Mahesa segera berlalu dari sana. Sedangkan Clarissa langsung masuk ke toilet untuk menenangkan diri. Dia mondar-mandir didalam toilet sembari memikirkan banyak hal.


"Siial! Sepertinya perempuan itu bukan orang sembarangan," gerutunya.


"Kenapa semua orang tampak kagum dan menurut dengan apa saja yang dia katakan?"


"Sebenarnya dia siapa?"


Clarissa terus bertanya-tanya, sesekali mengetuk-ngetukkan telunjuknya pada dagu. Setelah mendengar perkataan Delina tadi, Clarissa merasa terintiimidasi.


"Kalau sampai Mahesa atau semua orang tahu tentang itu semua bagaimana?" tanya Clarissa pada dirinya sendiri.


"Aku enggak mau semua terungkap begitu saja."


"Aha! Kalau aku segera menikah dengan Mahesa maka semua orang akan menurut pada semua ucapanku," gumamnya.


"Dan aku lebih bisa bebas berkuasa di perusahaan ini atau pun di rumah."


"Pasti aku juga bisa memecat orang tanpa persetujuan atasan lagi. Terutama aku ingin memecat perempuan itu."


Begitulah yang ada dipikiran Clarissa. Dia pikir hanya dengan menikah dengan Mahesa semuanya akan selesai. Tentunya dia akan lebih berkuasa disana.

__ADS_1


Segera Clarissa mengutak-atik ponselnya lalu menelepon seseorang. Dia berkata, "Cepat buatkan aku undangan pernikahan yang akan dilaksanakan minggu depan!"


Tidak hanya undangan, Clarissa juga menelepon wedding organizer untuk menyiapkan acara pernikahannya. Hari itu dia sibuk mempersiapkan acara pernikahannya.


Keesokan harinya.


Clarissa datang ke kantor dengan wajah yang sumeringah. Dia membagikan undangan pernikahannya kepada para petinggi Perusahaan. Untuk karyawan biasa dia memberikan pengumuman tanggal pernikahan.


"Minggu depan adalah hari pernikahanku dengan Mahesa. Aku minta ucapan selamat dari kalian semua. Tidak usah datang ke acara pernikahanku, karena acaranya hanya untuk orang-orang kelas atas," ucapnya ditengah-tengah para karyawan yang baru tiba di kantor.


Seperti acara pernikahan sebelumnya yang sempat gagal itu. Acara pernikahan ini juga dilaksanakan dengan singkat dan padat. Tidak banyak mengundang orang yang penting Clarissa segera berstatus sebagai Nyonya Mahesa.


"Untuk orang-orang miskin seperti kalian. Mungkin nanti aku akan mengadakan acara makan-makan di perusahaan," sambungnya dengan sombong.


Dari luar, Mahesa tiba dan segera masuk ke dalam. Dia penasaran dengan apa yang sedang dilakukan secara berkerumunan ditengah-tengah lobi itu.


"Apa? Undangan pernikahan?" teriak Mahesa kaget dengan mata melotot sempurna.


"Jangan-jangan kau ---" bentak Mahesa menatap tajam Clarissa.


Clarissa justru menjawabnya dengan anggukan kepala cepat dan senyum yang sumeringah.


###

__ADS_1


Uhuy tampaknya pria itu masih suka kaget dengan tindakan Clarissa yang tiba-tiba dan tanpa persetujuannya. Apalagi ini berkaitan dengan prosesi sakral pernikahan. Akankah Mahesa menerima pernikahan dadakan itu atau akan menolak dan kabur lagi? Menurut kalian bagaimana?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2