Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Semena-mena


__ADS_3

Membutuhkan waktu beberapa bulan untuk Clarissa berusaha mendekati Mahesa. Hingga akhirnya perempuan itu berhasil memikat Mahesa dengan mudah. Ketika tuan muda itu sedang stres karena tidak kunjung menemukan Delina, maka pelampiasannya adalah tidur dengan Clarissa. Karena memang Clarissa tidak pernah berhenti menggoda Mahesa.


"Bagaimana dengan harimu sayang?" sambut Clarissa saat Mahesa tiba di rumahnya.


"Apakah menyenangkan?" lanjutnya berusaha mengajak Mahesa mengobrol.


Pria itu tak menjawab, dia terkesan cuek kepada Clarissa. Pikirannya terus tertuju kepada Delina. Meskipun tidak mendapat jawaban dari Mahesa, dengan cekatan tangan perempuan itu membantu melepaskan jas yang menempel di tubuh Mahesa.


"Lebih baik kamu segera bersih-bersih lalu kita makan bersama," ajak Clarissa.


"Aku bisa membantumu bersih-bersih," tawar Clarissa seraya mengerlingkan matanya.


"Eum ... tidak usah aku bisa sendiri," tolak Mahesa.


Tidak hanya menjadi penggoda. Clarissa juga menjadi parasit di kehidupan Mahesa. Perempuan yang ditemukan Mahesa di klub malam itu ikutan tinggal di rumah mewahnya.


Selain ikut tinggal satu rumah dengan Mahesa. Perempuan genit itu juga pernah meminta pekerjaan kepada Mahesa. Alasannya karena dia tidak memiliki pekerjaan selain menjadi penghibur di klub malam. Katanya dia ingin bertobat.


"Aku mohon, aku ingin memiliki pekerjaan supaya tidak bergantung kepada orang lain," pinta Clarissa.


"Baiklah. Besok kau bisa bekerja di Mahesa Grup menjadi sekretaris pribadiku," balas Mahesa.


"Terima kasih banyak sayang," ucapnya seraya memeluk Mahesa dari belakang.

__ADS_1


Semakin hari tingkah Clarissa semakin menjadi-jadi. Perempuan itu menjadi sok berkualitas baik saat di rumah Mahesa ataupun saat di kantor. Bertingkah seperti layaknya nyonya besar yang ingin dihormati dan dilayani.


"Bagaimana sih? Kerja yang becus dong!" bentak Clarissa kepada salah satu pelayan di rumah itu.


"Cepat ambilkan sepatuku!" tegasnya.


"Kerjanya jangan lelet!"


Selain menyuruh pelayan seenak jidatnya sendiri. Clarissa juga sering marah-marah kepada pelayan di rumah itu. Begitupula yang terjadi saat Clarissa berada di kantor.


"Kalau jalan itu lihat-lihat. Kamu enggak tahu aku siapa?" bentak Clarissa saat tidak sengaja ada yang menyenggolnya saat berjalan.


"Maafkan saya," ucap salah satu karyawan yang menabraknya.


Pria yang berada di hadapan Clarissa itu menggelengkan kepalanya. Clarissa pun berkata, "Jangan pernah main-main denganku atau kamu akan dipecat!"


Perempuan itu langsung pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya. Kesombongan dan tindakan semena-mena itu terjadi setiap hari. Banyak laporan yang masuk dari pelayan ataupun karyawan kepada Ferdi. Sebenarnya Ferdi sendiri pun sering melihat langsung kejadian tersebut.


"Bisakah Anda mengendalikan diri dan tidak membentak orang-orang yang berada di sekitar Anda?" tegur Ferdi akhirnya.


"Hah?" balas Clarissa dengan gaya dua tangan terlipat di dada.


"Memang siapa kamu nyuruh-nyuruh aku? Hah?" lanjutnya dengan sombong.

__ADS_1


"Jangan sok berkuasa deh! Kamu itu hanya asisten!" tegasnya.


Ferdi menerbitkan senyuman sinis untuk Clarissa. Kemudian dia berkata, "Memang saya asisten daripada Anda bukan siapa-siapanya tuan muda."


"Eh enak saja! Aku itu pacarnya Mahesa ya!" sentak Clarissa marah mendengar ucapan Ferdi.


"Awas saja kalau kamu macam-macam akan aku laporkan kepada Mahesa biar dipecat!" ancam Clarissa.


"Sejak kapan tuan muda mengakui Anda sebagai pacarnya? Anda itu hanya menjalani hubungan tanpa status," sindir Ferdi.


"Eh jangan kurang ajar ya kamu. Berani-beraninya kamu kepadaku!" bentak Clarissa sudah berkacak pinggang.


Sedangkan Ferdi sudah melenggang pergi meninggalkan perempuan yang sudah marah dan teriak-teriak sendirian. Bagi Ferdi tidak ada gunanya meladeni orang stres seperti Clarissa. Lebih baik dia melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk saja.


"Awas saja ya kau! Sebentar lagi aku akan menikah dengan Mahesa!" teriak Clarissa agar terdengar oleh Ferdi yang sudah menjauh.


"Oke! Aku harus segera membujuk Mahesa untuk menikah denganku!" gumam Clarissa penuh penekanan seraya mengatur napasnya yang ngos-ngosan karena marah.


###


Wah kok main mau nikah-nikah saja sih? Emang Mahesa akan mah apa? Emang ini orang bener-bener nekat ya? Pengen getok orang itu jadinya. Pembaca harap sabar dulu ya di bab-bab ini.


🌱 Janga lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2