Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Usaha Mahesa


__ADS_3

Akhir pekan kali ini Delina memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama anaknya yang masih bayi. Biasanya diakhir pekan seperti ini agen travel tempatnya bekerja sangatlah ramai. Meskipun begitu Bram tetap memberikan izin Delina untuk libur diakhir pekan.


"Ada apa sih kok berisik banget?" Delina bertanya-tanya saat mendadak depan rumahnya ramai.


"Ada apa ya?" gumamnya seraya mengintip dari balik korden.


Rencananya dia akan menetap didalam rumah seharian ini, karena tidak ingin diganggu oleh Mahesa. Dia sudah bisa menebak bahwa suaminya itu pasti akan datang lagi ke rumahnya.


"Pak ini mobil siapa ya?" tanya Delina yang akhirnya keluar rumah kerena penasaran.


"Saya merasa tidak beli mobil, Pak," kata Delina kebingungan.


Yang membuat halaman rumahnya ramai adalah saat sebuah truk pengangkut mobil baru. Mobil baru yang masih sangat mulus itu diturunkan tepat di depan pintu rumah Delina. Jelas saja membuat Delina bertanya-tanya tentang siapa pemilik mobil tersebut dan kenapa mobil itu diturunkan di halaman rumahnya.


"Ini mobil yang dipesan untuk Anda, Nona," ucap petugas yang mengantarkan mobil.


"Ini kuncinya dan ini surat-surat mobilnya," lanjutnya menyerahkan kunci dan surat-surat kepada Delina.


"Te-tapi saya tidak beli mobil, Pak," tolak Delina.


"Silahkan dibaca surat-suratnya terlebih dahulu. Mobil ini dibeli oleh Tuan Mahesa Putra Pratama dengan atas nama kepemilikan Nona Delina Rizky," jelasnya.


"Saya permisi dahulu," pamit petugas pengantar mobil itu.


Delina melangkah ragu mendekati mobil mewah itu. Sebuah mobil mewah bermerek BMW 850i Covertible warna grey metallic sudah ada dihadapannya. Dia tahu harga mobil itu tidaklah murah. Bahkan harganya menyentuh angka 2,84 miliar.


"Untuk apa dia membelikan aku mobil sih?" gerutu Delina merasa tidak enak.

__ADS_1


Saat Delina mengamati detail mobil baru itu. Datanglah seseorang yang sudah membelikan mobil itu kepada Delina. Langsung wajah Delina berubah ketus dengan kedatangannya.


"Selamat pagi Sayangku. Semoga kau suka ya," sapa Mahesa dengan sumeringah.


"Aku tidak butuh mobil dan bisa naik taksi," ketus Delina.


"Ini aku kembalikan." Disodorkannya kunci beserta surat-suratnya.


Mahesa langsung mendorong tangan Delina mundur ke belakang. Artinya pria itu menolak pengembalian mobil yang dia berikan untuk Delina.


"Aku datang kemari untuk memberikan ini kepadamu," ucap Mahesa yang juga menyodorkan sebuah berkas kepada Delina.


"Tolong terimalah Sayang," lanjutnya dengan  tetap tersenyum kepada Delina.


Karena Delina bergeming, Mahesa menarik tangan perempuan itu dan menaruh berkas itu di tangan Delina. Mau tidak mau Delina mulai membuka dan membaca berkas itu. Betapa kagetnya Delina membaca isi dari berkas tersebut.


"Aku tidak mau!" tolak Delina mengembalikan berkas itu kepada Mahesa.


"Aku tidak mau!" tegas Delina.


Berkas tersebut adalah sertifikat rumah yang berada di Bali dengan atasnama Delina. Setelah mobil mewah, Mahesa memberikan rumah mewah untuk Delina. Tujuannya supaya istri dan anaknya bisa hidup dengan nyaman dengan kemewahan yang Mahesa berikan.


"Ini sekalian kunci mobilnya. Aku tidak mau menerima semuanya!" Delina menyodorkan semua berkasnya ke tangan Mahesa.


Dia segera bergegas masuk ke dalam rumah. Dan menutup pintu rumahnya dengan sangat keras. Mahesa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat penolakan Delina.


"Aku taruh disini ya," ucap Mahesa meletakkan semua berkas beserta kunci di sebuah meja kecil yang ada diteras.

__ADS_1


Saat Mahesa akan meninggalkan rumah Delina. Kembali sebuah truk besar masuk ke halaman rumah Delina. Mahesa tidak jadi beranjak pergi, menunggui truk itu pergi dari rumah Delina.


"Apa lagi itu?" tanya Delina mengintip dari balik jendela.


Dia terpaksa bertanya karena penasaran dengan truk besar seukuran truk pengantar mobil tadi. Setelahnya beberapa orang menurunkan kardus-kardus dari dalam truk itu dan diletakkan di teras rumah.


"Oh itu?" jawab Mahesa dengan santainya.


"Itu adalah semua kebutuhan untuk kamu dan anak kita selama setahun," lanjutnya tanpa menoleh kearah Delina.


"WHAT?!!!" Delina terlonjak kaget dengan apa yang dikatakan Mahesa.


Setelah semua barang yang merupakan kebutuhan pokok juga kebutuhan lainnya diturunkan. Truk pergi dari halaman rumah Delina. Begitu pun Mahesa yang bergegas pergi dengan senyuman senang.


"Apa sih maksudnya!" geram Delina keluar rumah dan menatap halamannya sudah tidak berbentuk halaman.


Kini rumah Delina sudah penuh dengan mobil dan kardus-kardus. Bahkan rumput hijau yang tertanam di halaman rumahnya sudah tidak bisa dia lihat lagi. Saking banyaknya barang yang memenuhi halamannya.


"Nambah-nambah kerjaan saja!" kesal Delina yang harus memindahkan kardus-kardus itu dari halaman ke dalam rumah.


Dia sudah tidak bisa menolak barang-barang yang katanya kebutuhannya selama setahun itu. Tentu saja karena Mahesa sudah terlanjur membelikan itu semua untuknya. Tidak mungkin bisa dikembalikan ke toko tempat Mahesa membeli semua itu.


"Kamu kira dengan usaha seperti ini bisa meluluhkan hatiku?" ucap Delina seraya mengangkat kardus-kardus itu.


"Tidak semudah itu!"


###

__ADS_1


Haha ... Kira-kira usaha apa lagi yang akan dilakukan Mahesa untuk kembali baikan dengan Delina? Coba tebak dan usul dong. Tentunya Mahesa membelikan sesuatu yang out of the box dan anti mainstream.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2