
Sebagai kakak kandung dari Delina, Ferdi merasa keberadaan Clarissa di kehidupan Mahesa sangat tidak wajar. Pasalnya Mahesa merupakan pria yang masih berstatus sebagai suami Delina. Ferdi tidak terima jika tuan mudanya bertingkah seperti itu.
"Tuan sepertinya perempuan itu bertindak semena-mena kepada para pelayan dan beberapa karyawan di perusahaan." Ferdi masuk ke dalam ruangan Mahesa.
Tuan muda yang awalnya fokus dengan laptopnya, dia mengalihkan pandangan pada Ferdi yang sudah duduk dihadapannya. Dahi Mahesa mengernyit, "Perempuan itu? Clarissa maksudmu?"
Ferdi langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Mahesa. Ferdi pun bertanya, "Sebenarnya apa hubungan Anda dengannya?"
"Aku menganggapnya bukan siapa-siapaku," jawab Mahesa dengan santainya
"Tetapi dia menganggap Anda kekasihnya, Tuan," sahut Ferdi.
Yang dikatakan Ferdi benar, bahwa selama ini Clarissa menganggap Mahesa adalah kekasihnya. Padahal Mahesa hanya menganggap Clarissa sekedar pelarian saja disaat kesepian. Namun, sayangnya perempuan itu terlalu cerdik menggoda Mahesa dan membuatnya ketagihan. Dan bod0hnya Mahesa mengizinkan perempuan itu untuk tinggal di rumahnya.
"Dia bertindak semena-mena kepada orang-orang yang dia temui karena dia merasa kekasih Anda," lanjut Ferdi.
"Kini perempuan itu suka mengancam pelayan dan karyawan jika tidak melaksanakan apa yang dia perintahkan."
Tidak hanya sekali Ferdi mengatakan hal ini kepada tuan mudanya. Namun, apa yang dia sampaikan tidak pernah digubris oleh Mahesa. Hingga membuat Ferdi sudah merasa capek memberi peringatan kepada Mahesa. Dilain sisi Ferdi juga mendapatkan laporan dari beberapa orang yang merasa terancam dengan adanya Clarissa. Sebagai asisten yang baik, kali ini Ferdi mencoba negosiasi kembali dengan Mahesa.
"Sepertinya Anda segera bertindak, Tuan. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," saran Ferdi.
__ADS_1
"Atau ..."
"Pelayan dan karyawan Anda merasa tidak nyaman lagi bekerja dengan Anda dan memutuskan untuk berhenti bekerja."
Mahesa menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya. Pria itu mengangguk-anggukkan kepalanya, "Nanti aku akan peringatkan dia."
"Hanya peringatan, Tuan? Anda tidak ingin menyuruhnya pergi dari rumah ini?" tanya Ferdi to the point.
Mendengar itu membuat Mahesa tertawa. "Dia tidak akan mau pergi dari rumah ini, Fer. Aku sudah pernah mencobanya dan dia malah menggodaku. Aku sudah kapok."
"Anda hanya kurang tegas saat mengusirnya, Tuan," tukas Ferdi geram dengan jawaban santai Mahesa.
"Kalau begitu biarkan saya yang akan mengusirnya," tawarnya.
Ferdi semakin dibuat geram oleh tuan muda itu. Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran Mahesa menjalin hubungan tanpa status seperti ini. Akhirnya Ferdi bangkit dari duduknya.
"Baiklah jika Tuan masih ingin bersamanya. Maka saya akan menghentikan pencarian Nona Delina untuk Anda," ancam Ferdi melenggang pergi.
"Fer! Jangan begitu dong!" Seru Mahesa menggiringi kepergian Ferdi.
"Tunggu Fer!" Mahesa juga bangkit dari duduknya hendak mengejar Ferdi.
__ADS_1
Niatnya mengejar Ferd gagal saat kedatangan Clarissa ke dalam ruangannya bertepatan saat Ferdi keluar tadi. Perempuan itu langsung memeluk Mahesa dengan mesra. Pria itu mendengus, "Aku ada keperluan dengan Ferdi."
Seakan tidak peduli dengan ucapan Mahesa, justru perempuan itu langsung *****4* bibir Mahesa dan mengajaknya duduk kembali di kursi kebesarannya. Sontak Mahesa langsung mendorong Clarissa dan melepaskan ciiuman mereka.
"Ih kok dilepas sih," protes Clarissa kembali ingin menciium Mahesa, namun ditahan oleh pria itu.
Masih dengan posisi Clarissa duduk di pangkuan Mahesa. Perempuan itu mulai mengelus-elus dagu tegas tuan muda tampan itu. Kemudian berkata, "Ada yang ingin aku bicarakan sayang."
Awalnya Mahesa sama sekali tidak menanggapi apa yang dikatakannya. Lama-lama membuat Clarissa harus menggodanya kembali untuk mendapatkan perhatian lebih dari Mahesa.
"Stop!" tegas Mahesa agar Clarissa menghentikan aksinya menggoda.
"Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan! Pekerjaanku masih banyak," tegus Mahesa tampak dingin.
"Ayo kita nikah," ucapan singkat, padat, dan jelas itu membuat jantung Mahesa berdetak lebih cepat dari biasanya.
###
Hah? Enggak salah dengar nih? Perempuan yang enggak tahu asal usulnya itu mengajaknya menikah? Astaga Mahesa ingat istrimu yang sudah berjuang banyak untukmu dan keluargamu woi.
Kita lihat reaksinya Mahesa di next bab ya. Bagaimana tanggapan kalian?
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.