Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Meminta Bantuan


__ADS_3

Malam itu Michel menceritakan Delina tentang masa mudanya bersama sang kakak, Thomas. Delina pun tampak antusias mendengarkan cerita dari pria tersebut. Membuat Michel semakin semangat menceritakan kehidupannya.


"Wah kalian sangat dekat sekali ya dulu," respon Delina.


"Benar sekali. Sejak kepergian aku sangat kesepian," balas Michel.


"Aku teringat pesan terakhirnya kepadaku," lanjut Michel.


"Pesan? Pesan apa?" Delina mengernyitkan dahi.


Pria itu menyalakan sebatang r0kok yang sudah terselip diantara telunjuk dan jari tengahnya.


"Kakakku pernah berpesan agar aku melanjutkan usaha yang sudah dia rintis sejak muda. Keluarga besar kami dari keluarga yang biasa saja. Karena tekad Kak Thomas yang sangat besar jadilah dia berhasil seperti saat dia sebelum meninggal," ungkapnya.


"Dia selalu berpesan kepadaku untuk melanjutkan semua usaha yang telah dia rintis," lanjutnya.


Pria itu tampak menghela napas dalam. Kemudian lanjut berkata, "Tetapi kayaknya agak susah untuk melaksanakan permintaan terakhir kakakku."


"Mereka semua tidak mempercayai aku. Mereka tidak percaya kalau aku benar-benar adik kandung Kak Thomas," sambungnya.


"Aku bingung harus dengan apalagi membuat mereka semua percaya."


Delina manggut-manggut dan berkata, "Oh ya? Kenapa mereka tidak percaya denganmu? Mungkin bukti yang kau berikan kepada mereka kurang meyakinkan."


"Apakah kau memilih bukti yang lebih akurat?" lanjut Delina.

__ADS_1


"Mungkin dengan kartu keluarga saat kau masih kecil? Atau surat kuasa dari Pak Thomas? Memangnya kau tidak tahu siapa kuasa hukumnya Pak Thomas? Pasti kuasa hukuman lebih tahu."


Pria itu mengh1sap dalam-dalam rok0k yang dia pegang. "Semua sudah aku usahakan. Tetapi tetap saja perusahaan suami kamu tidak mau mempercayai aku, Nona," akunya.


"Oh ya? Kenapa mereka tidak percaya?" tanya Delina sok polos.


"Entahlah. Padahal semua bukti yang aku berikan sangatlah akurat," balas Michel.


"Apakah kau bisa membantuku, Nona? Kau kan orang cukup dekat dengan kakakku dulunya,," sambung Michel.


Delina terperangah mendengar penuturan pria itu. Yang benar saja dengan berani-beraninya dia meminta bantuannya secara terang-terangan seperti ini.


Sepersekian detik berpikir, Delina menjawab. "Jika memang semuanya benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Aku bisa saja membantu."


"Apakah kau benar-benar bisa membantuku, Nona?" tanya Michel yang langsung mematikan puntung rok0knya. Pria itu setengah tidak percaya tatkala dengan mudahnya Delina mengiyakan permintaannya.


"Terima kasih banyak, Nona. Tidak salah Kak Thomas menyukai Anda. Anda memang orang baik," tutur Michel.


Sejenak suasana hening karena dua orang itu sibuk dengan pikiran masing-masing. Delina sedang memikirkan rencana yang sudah dia susun. Sementara Michel memikirkan rencana liciknya merampas harta yang bukan haknya.


"Ehm ... boleh juga nih perempuan," batin Michel sesekali melirik Delina.


Pria itu langsung mengetik sebuah pesan kepada asistennya. Setelah itu Michel kembali mengajak Delina berbicara, "Nona apakah Anda sudah mengantuk?"


"Bagaimana kalau malam ini kita rayakan pertemanan kita dengan minum?" tawarnya.

__ADS_1


Sontak Delima langsung mengibaskan tangannya tanda menolak. "Maaf aku bukan peminum," ucapnya.


"Ayolah Nona. Sekali ini saja. Aku harus membalas budi kebaikan Anda," bujuk Michel.


"Saya sangat senang malam ini, Nona. Senang bisa berkenalan dan ngobrol lebih jauh dengan Anda."


Melihat gelagat aneh yang mulai tampak dari diri Michel. Delima langsung sigap dengan memberikan tatapan tajam.


"Jika kau berani macam-macam kepadaku. Aku tidak akan membantumu!" tegas Selina seraya bangkit dari duduknya.


Segera dia melangkah menjauh dari Michel. Menyusul pengawalnya yang sengaja duduk di depan ruangan. Karena permintaan Michel yang kayaknya ingin berbicara empat mata dengannya.


"Ada apa, Nona?" tanya Lily segera saat tahu ekspresi nona mudanya.


"Ayo cepetan kita masuk ke dalam kamar," ajak Delina.


Sesampainya di dalam kamar yang disiapkan untuk mereka. Delina mengunci pintu kamar itu dengan pengamanan ganda. Supaya tidak ada orang yang berani masuk tanpa seizinnya.


"Pastikan semua kunci aman, Lily," pesan Delina.


"Siap Nona."


Malam itu mereka menginap di rumah yang disediakan Michel. Dalam rangka Delina ingin lebih dekat mengenal Michel dan rencana yang disusun pria itu.


###

__ADS_1


Lalu rencana apa yang disusun Delina? Kenapa dia nekat sekali serumah dengan Michel? Benar-benar berani sih ini 😂 Padahal suaminya di rumah sedang stres mengkhawatirkannya.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2