
Sewaktu di lapas, Mahes bercerita bahwa Venya sempat meminta maaf kepadanya. Namun, Mahesa tetap diam dan tidak menanggapi. Sampai disaat Venya meminta bantuannya untuk meringankan hukumannya demi anak-anaknya.
"Ya sudah Sayang. Lebih baik kamu maafkan saja Kak Venya," ucap Delina menanggapi.
"Benar juga sih. Enggak tega aku melihat keponakanku pisah dari mama mereka," lanjutnya.
"Iya bener deh Sayang. Sebaiknya kamu memaafkan Kak Venya dan membantunya keluar dari penjara," usul Delina.
"Apakah dia sudah jera dengan semua perbuatannya?" tanya Mahesa menatap istrinya.
"Aku rasa sudah. Kan sudah lama juga di dalam penjaranya," ucap Delina.
"Baiklah nanti aku akan memikirkannya lagi," tutup Mahesa.
Begitulah obrolan ringan sebelum tidur yang dilakukan Mahesa dan Delina. Agenda wajib bagi keduanya untuk saling berkomunikasi untuk mempererat hubungan mereka. Dan satu lagi agenda wajib mereka adalah berhubungan iinntim untuk memuasakan satu sama lain. Setelah itu barulah mereka berdua tertidur.
***
"Jadi bagaimana dengan kasus Kak Venya, Pak. Sudah sampai mana hukumannya? Apa sudah bisa dibebaskan?" tanya Mahesa saat bertemu dengan Hendra.
"Hukumannya kurang enam bulan lagi, Tuan. Bisa saja diringankan jika Anda yang mengusulkan," jelas Hendra.
__ADS_1
"Baiklah coba untuk membebaskan Kak Venya secepatnya saja," perintah Mahesa yang langsung mendapat anggukan kepada dari Hendra.
Malamnya Mahesa langsung mengabarkan kepada Delina tentang percakapannya dengan Hendra. Dia mengatakan Venya bisa dibebaskan secepatnya. Sesuai apa yang diusulkan Delina tempo hari. Bukannya senang justru Delina melamun, membuat aksi malamnya jadi tertunda.
"Sayang kenapa kau tiba-tiba sedih?" tanya Mahesa yang sudah meluccuti pakaian yang dikenakan istrinya.
"Ada apa? Bukankah kau yang mengusulkan agar hukuman Kak Venya diringankan demi Keina dan Daiki?" lanjut Mahesa.
"Tetapi kenapa kau sedih mendengar kabar ini?"
Delina tersenyum tipis menanggapi ucapan suaminya. Segera dia memasang wajah pura-pura bahagia. Sejujurnya itu bertolak belakang dengan isi hatinya. Saat ini dia merasa takut, kalau nantinya Venya belum bisa menerimanya. Melihat terakhir kali pertemuan mereka saat itu, masih tampak jelas bahwa Venya masih membencinya.
"Emh ... e-enggak apa-apa Sayang," balas Delina tersenyum.
Mencoba cuek Mahesa kembali melanjutkan aksinya sesuai perintah Delina. Ya, memang sebenarnya dia sedang tidak bisa menahan gairahnya. Tiba-tiba melihat raut wajah istrinya yang sedih. Jelas saja membuat Mahesa bertanya-tanya dan menanyakan langsung kepada istrinya. Tujuannya supaya tidak ada yang mengganjal dihati selama permainan malam itu berlangsung.
***
Tibalah pada hari dimana Venya akan dibebaskan hari itu. Pagi harinya saat sarapan, ketika dua anak Venya tampak ceria dan sangat bahagia. Karena sebentar lagi mamanya akan kembali pulang. Tetapi tidak dengan wajah Delina yang sepertinya sedang gusar.
"Sayang sebenarnya kau kenapa?" tanya Mahesa yang peka dengan perasaan istrinya.
__ADS_1
"Tenang saja, Kak Venya pasti sudah menerima kamu apa adanya," sambungnya.
"Harusnya dia banyak belajar dan merenung di dalam penjara mengenai pelajaran hidup."
"Aku yakin dia akan berubah setelah keluar dari penjara nanti."
Kembali Delina menerbitkan senyuman kecil kearah suaminya. Penuturan suaminya lumayan membuat hatinya lega. Tetapi pikiran buruk itu selalu saja menganggu pikirannya, sampai-sampai sarapan paginya pun tidak habis.
"Ayo kita berangkat," ajak Mahesa.
"Emh ... bagaimana kalau aku menunggu kalian semua di rumah saja?" jawab Delina yang masih tetap duduk.
"Enggak! Tante harus ikut dengan kita!" seru Daiki.
"Iya Tante. Ayo kita berangkat!" seru Keina.
"Lihat! Mereka yang meminta kamu ikut lho Sayang," ucap Mahesa tersenyum senang karena tidak harus membujuk istrinya.
Dua anak kecil itu bersama-sama menarik tangan Delina. Mengajaknya berdiri dan menuju keluar untuk masuk ke dalam mobil yang sudah siap di depan pintu utama. Mau tidak mau karena paksaan, Delina masuk ke dalam mobil. Meskipun hatinya tetap gusar membayangkan apa yang terjadi nanti saat pertama kali bertemu kembali dengan kakak iparnya.
###
__ADS_1
Coba tebak-tebakan dulu. Itu semua hanya ketakutan Delina atau memang benar nantinya saat bertemu Venya. Dia belum bisa menerima Delina sepenuhnya? Cus komentar dulu hehe.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.