
"Bagaimana semuanya siap?" tanya Venya melalui sambungan telepon.
"Segera jalankan misi!" perintahnya sembari menyunggingkan senyuman sinis.
Pagi-pagi sekali dia keluar dari rumah dan berhenti tidak jauh dari rumah. Memantau kepergian mobil yang ditumpangi Delina. Setelah mobil yang ditumpangi Delina keluar dari pagar rumah, barulah disusul mobil Pajero hitam dibelakangnya. Sementara lima menit kemudian mobil yang di tumpangi Venya baru menyusul kedua mobil didepannya.
"Sebentar lagi kamu akan musna dari rumahku. Bahkan dari bumi ini adik ipar," gumam Venya menyaksikan dari kejauhan aksi orang suruhannya.
"Cepat serempet mobil itu!" perintah Venya yang terhubung dengan mobil Pajero.
"Tunggu sebentar Nyonya. Ini belum waktunya," ucap seseorang di dalam mobil Pajero.
"Bodooh! Lalu kapan? Jangan buang-buang waktu!" sentak Venya yang sudah tidak sabar.
"Di depan ada sebuah tikungan tajam, Nyonya. Disanalah saatnya melakukan aksi itu," balas orang suruhan Venya.
Baiklah Venya menurut saja setelah dijelaskan oleh orang suruhannya. Dia mempercayakan semuanya kepada orang suruhannya. Dia pun tidak tahu kalau orang suruhannya merencanakan aksi menyerempet mobil Delina akan dilakukan di sebuah tikungan tajam.
"Siaal!" umpat seorang pria yang mengendarai mobil Pajero.
Saat dia injak gas mobil dengan kuat. Rupanya mobil yang ditumpangi Delina membelokkan arahnya ke rest area. Dan akhirnya pandangannya hilang fokus karena mobil Delina yang berbelok. Alhasil dia terlambat menginjak rem mobil dan membuat mobilnya menabrak beton pembatas jalan.
"AAAAAAHHHHHHH!" teriak Venya di dalam mobil.
__ADS_1
Bukan hanya mobil miliki orang suruhan Venya yang kecelakaan. Dikarenakan kondisi tol yang lumayan ramai dan mobil Pajero mengerem secara mendadak. Akhirnya terjadilah kecelakaan beruntun yang membuat sekitar enam mobil menjadi korbannya.
"Dua orang di dalam mobil Pajero meninggal dunia," ucap salah satu polisi yang menangani kasus itu.
"Untuk korban yang lainnya masih diselidiki," ucap polisi melaporkan saat ada beberapa jurnalis mewawancarainya.
Kecelakan itu membuat kondisi tol menjadi mendadak kacau. Polisi beserta realwan segera mengevakuasi korban kecelakaan. Semua korban baik yang meninggal atau pun selamat langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
**
"Sayang ... bagaimana keadaan Kak Venya?" tanya Delina saat tiba di rumah sakit itu.
Mahesa langsung memeluk istrinya yang sudah sangat khawatir. Semenjak perjalanan dari kantor perusahaan menuju rumah sakit. Delina terus menangisi Venya yang menjadi salah satu korban kecelakaan di tol tadi pagi.
"Kamu tenang dulu ya. Kita berdoa saja supaya Kak Venya bisa lekas membaik," lanjut Mahesa mengajak Delina duduk di kursi ruang tunggu.
"Sebaiknya kamu minum dulu," ucap Mahesa memberikan sebotol air mineral untuk istrinya.
Lily yang berada disana bertanya-tanya kenapa bisa Venya berada di belakangnya tadi. Apakah Venya ada niat sesuatu kepada nona mudanya. Mengingat kejadian masa lalu yang katanya Venya melakukan beragam kejahatan untuk mencelakai Delina.
"Kebetulan atau memang sengaja?" gumam Lily bertanya-tanya.
"Kalau memang sengaja mengikuti. Enggak bisa dibiarkan sih."
__ADS_1
"Dan karma yang akan membalasanya sendiri."
Sore menjelang barulah Mahesa dipanggil dokter guna menerima penjelasan mengenai keadaan Venya saat ini. Masuklah Mahesa ditemani sang istri ke dalam ruang dokter. Disana seorang dokter paruh baya yang menangani Venya sudah duduk dihadapan mereka.
"Bagaimana kondisi kakak saya, Dok?" tanya Mahesa.
Dokter itu tampak menghela napas berat. Kemudian berkata, "Sampai saat ini belum ada perkembangan yang signifikan pada pasien."
Harusanya ada sedikit saja perkembangan pada Venya. Sudah seharian di ruang ICU, Venya belum menunjukkan perkembangan sedikit pun.
"Apakah masih ada harapan untuk kakak saya sembuh, Dok?" tanya Mahesa lagi.
"Kita banyak-banyak berdoa saja ya, Tuan."
Deg. Jika dokter sudah mengatakan seperti itu. Bukankah tingkat kesembuhan Venya kecil? Kembali Delina menangisi kondisi kakak iparnya. Meskipun Venya terkesan jahat kepadanya, tetapi dia tidak tega jika Venya meninggal. Masih ada dua anak kecil yang membutuhkannya. Delina tidak mau Venya kenapa-kenapa.
###
Bagaimana ya kelanjutan hidup Venya? Apakah bisa selamat atau meninggal dunia?
Dan apakah orang jahat yang mengintai keluarga Mahesa adalah Venya? Seperti apa yang dikatakan Ferdi dulu. Atau bukan Venya orang uang dimaksud Ferdi? Coba tebak dulu.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1