
"Robby ... kemana Mahe? Kenapa sampai sekarang belum sampai juga di rumah?" tanya Delina melalui sambungan telepon.
"Hah? Belum sampai di rumah?" reflek Robby menjawab.
"Iya. Kemana saja kalian?" tanya Delina.
"Mana sini aku mau bicara sama dia," lanjutnya.
Karena Delina tahu dimana ada Mahesa, pasti disana ada Robby. Oleh karena itu. Delina menanyakan keberadaan suaminya kepada Robby. Bukannya memberikan telepon itu kepada Mahesa, tetapi justru Robby diam tidak bisa berkata-kata.
"Emm ... Aku sudah sampai di rumah," jawab Robby agak ragu.
"Hah? Lalu dimana Mahesa!" sentak Delina.
"Emm ... tadi dia keluar dari tempat meeting bareng kok. Mungkin terjebak macet," ujar Robby mencoba menenangkan.
"Macet? Ah mana mungkin bukannya dia pulang pergi selalu lewat tol," sunggut Delina.
"Emm ... tol kan juga bisa macet," sanggah Robby.
"Sama siapa saja tadi meeting-nya?" tanya Delina lagi.
"Ada Gritte?" cecar Delina.
"Apa mereka pulang bareng?"
"Jawab Robby jangan diam saja!"
Amarah Delina sudah mulai mencuat keluar. Apalagi saat tahu Robby sudah sampai di rumah, tetapi suaminya belum tiba juga. Sudah sekitar satu setengah jam Delina menanti. Padahal dia sudah mengenakan pakaian dinas malam yang disarankan Venya untuk dia kenakan didepan Mahesa. Tetapi mood-nya terlanjur hancur karena Mahesa lagi-lagi terlambat pulang.
__ADS_1
"E-enggak kok. Ta-tapi tadi aku pulang duluan sih," jelas Robby karena beda dari Ferdi. Robby memilih pulang ke rumahnya sendiri yang tidak jauh dari kediaman Mahesa.
"Jangan bohong!" sentak Delina.
"Benar Del. Aku tidak bohong. Aku akan berusaha mencaritahu keberadaan suami kamu," ucap Robby.
"Kamu tenang saja semuanya akan aman," imbuhnya menenangkan.
"Aku matikan dulu ya sambungan teleponnya," pungkasnya.
Beneran Robby mencaritahu keberadaan Mahesa melalui rekan kerja yang tadi melakukan meeting dengannya. Ya, seperti dugaan Delina. Tuan muda itu pulang satu mobil dengan Gritte. Entah kenapa Gritte bisa pulang bersama dengan Mahesa. Yang pasti besok Robby akan menanyakannya langsung pada orang yang bersangkutan.
**
Keesokan harinya Robby langsung mencari keberadaan Gritte. Kebetulan sekali pagi-pagi perempuan itu sudah berada di ruang kerjanya dan tampaknya sedang sibuk dengan laptopnya. Robby pun langsung duduk pada kursi yang ada dihadapan Gritte.
"Jangan jadi pelakor," ucap Robby dengan nada datar.
"Iya. Enggak usah berusaha untuk dekat dengan Tuan Mahesa," lanjut Robby.
"Dia sudah beristri, bagaimana kalau kau mendekatiku saja."
"Aku masih jomblo kok." Robby menaikturunkan alisnya.
Tidak seperti orang lain yang langsung memarahi Gritte karena pulang bersama Mahesa. Tetapi Robby masih berusaha untuk menggodanya.
"Semalam aku mendapat telepon dari istrinya Tuan Mahesa. Beliau mencurgai kau ada hubungan spesial dengannya. Apakah itu benar?" tanya Robby.
"Lalu katanya semalam kau pulang bersama Tuan Mahesa? Kenapa kalian bisa pulang bersama?" sambung Robby.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu jadi pacar aku saja. Jangan jadi pelakor."
"Serem banget kalau selingkuh dengan Tuan Mahesa, banyak risiko yang harus kamu pertanggung jawabkan."
"Belum lagi karma buruk yang datang ke dalam hidpumu."
Niat Robby hanya mengingatkan sebelum semuanya terlanjur. Sebenarnya dia sudah berbaik hati mengingatkan hal tersebut. sebelum semuanya terjadi. Alangkah baiknya Gritte mulai menjauhi Mahesa. Awalnya Robby sama sekali tidak merasa curiga kepada Gritte. Namun, setelah beberapa minggu belakangan Robby juga melihat keanehan pada diri perempuan itu.
"Ingat ya Gritte. Aku berkata demikian untuk kebaikan kamu," ucapnya lagi.
"Jangan jadi pelakor, daripada hidupny hancur dan karirmu berakhir."
"Aku siap kok menjadi pacar kamu."
Terdengar hembusan napas kasar dari Gritte. Perempuan yang sejak awal mencoba fokus dengan laptopnya, kini mengalihkan pandangannya kearah Robby.
Gritte mendengus kesal, "Apaan sih?"
"Orang aku dekat dengannya karena disuruh," gumamnya keceplosan.
"Apa? Disuruh?" Robby terkejut.
"Siapa yang menyuruhmu?" cecar Robby.
Sontak Gritte langsung menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya. Rupanya tidak sengaja dia mengeluarkan kata-kata tersebut daru mulutnya. Dan akhirnya perempuan itu menjadi kelimpungan sendiri, harus menjawab apa.
###
Oh rupanya Gritte orang suruhan toh. Lalu siapa yang menyuruhnya ya? Ada yang bisa tebak?
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.