
Delina tinggal di sebuah rumah sederhana di suatu kota bagian timur Pulau Jawa. Dia bersama sahabatnya, Vitta. Salah satu sahabat dekat Delina saat masih duduk di bangku SMA. Delina pergi menjauh dari ibukota untuk melupakan semua kenangannya bersama Mahesa.
"Lebih baik kamu istirahat dulu saja," ajak Vitta.
Vitta tidak ingin sahabatnya kenapa-kenapa. Sejak datang ke rumahnya, perempuan itu menangis terus sampai sekarang. Delina menceritakan semuanya kepada Vitta. Dan Vitta pun mendengarkan semua cerita sahabatnya dengan seksama.
"Ya sudah kamu boleh tinggal di rumah aku untuk beberapa saat biar bisa menenangkan diri," ucap Vitta.
"Tetapi lebih baik kamu menyelesaikan masalah kamu terlebih dahulu, Delina," lanjutnya.
"Enggak baik kan kalau tiba-tiba pergi begitu saja."
"Tetapi dia sudah menyuruhku pergi, Vitta," balas Delina dengan menyeka air matanya.
Vitta memegang bahu Delina, "Mungkin suami kamu sedang emosi jadi dia berkata seperti itu."
"Kita tunggu waktu dulu biar semuanya bisa kembali seperti semula," lanjutnya.
Delina menggeleng-gelengkan kepalanya, "Enggak Vitt. Dia sudah menceraikan aku."
"Kita sudah enggak mungkin bisa kembali lagi," lanjut Delina.
"Semua bisa membaik jika Tuhan menghendaki dan dia memang jodoh kamu. Kita tunggu waktu saja. Semua akan membaik seiring berjalannya waktu," ucap Vitta.
__ADS_1
"Saran aku jangan habiskan air mata kamu untuk menangisi ini semua. Yang harus kamu lakukan adalah tenangkan diri kamu terlebih dahulu."
Vitta menuntun Delina masuk ke dalam kamar tamu. Kebetulan di rumah itu tidak ada anggota keluarga Vitta. Memang gadis itu tinggal sendirian untuk bekerja sekaligus kuliah di kota tersebut.
"Kamu istirahat dulu ya, Del. Pasti capek banget perjalanan kesini naik bus," ucap Vitta seraya menaruh koper yang dibawa Delina.
"Dan ingat jangan kebanyakan mikir yang enggak-enggak. Itu tidak baik, Del," lanjutnya.
"Jangan sungkan ya. Kalau ada apa-apa panggil aku saja."
Gadis itu keluar dari kamar tamu lalu menutup pintu. Membiarkan sahabatnya untuk istirahat. Kebetulan memang sejak lulus SMA dulu mereka belum pernah bertemu kembali. Dan Vitta sangat senang bisa bertemu Delina yang kabarnya menikah dengan orang kaya.
Awalnya sempat mengira Delina menghilang dari teman-temannya karena sudah menjadi orang kaya. Tetapi dari cerita Delina tadi Vitta dapat mengumpulkan bukan karena Delina sombong.Tetapi karena waktu sahabatnya itu habis untuk bekerja karena tanggungjawabnya besar.
Vitta membantu menyiapkan piring untuk nasi goreng buatan Delina. Setelah itu Vitta mengambilkan dua gelas air putih dari dispenser.
"Biar enggak sedih terus nanti aku ajak kamu keliling Kota Surabaya deh," kata Vitta sembari tangannya sibuk menata gelas dan piring di meja makan sederhana.
Kebetulan hari ini adalah akhir pekan, jadi Vitta banyak memiliki waktu luang. Dan siang nanti gadis itu akan mengajak Delina keliling kota. Agar sahabatnya itu bisa kembali ceria dan tidak larut dalam masalahnya.
"Bagaimana seru kan Surabaya?" tanya Vitta saat perjalanan kembali pulang ke rumahnya.
Keduanya mengendarai sepeda motor dari satu objek wisata satu ke objek wisata lainnya. Karena Vitta tahu betapa macetnya jalanan kota saat akhir pekan seperti saat ini.
__ADS_1
"Lumayanlah," balas Delina masih tampak lesu setelah tadi sempat bahagia menikmati liburannya.
Bisalah kalau ada masalah suka seneng waktu diajak jalan-jalan. Tetapi setelahnya dia akan kembali kepikiran masalah yang sedang menyelimuti pikirannya.
**
Dua minggu sudah Delina tinggal bersama dengan Vitta. Selama itu pula Delina selalu bersedih setiap harinya. Meskipun berkali-kali Vitta menasehati sahabatnya itu, tetapi Delina tidak sekali pun mendengarkannya.
"Baiklah. Aku akan mengirimkan alamat rumahku," ucap Vitta melalui sambungan telepon.
Vitta sangat yakin bahwa Delina masih memiliki harapan besar untuk kembali dengan Mahesa. Begitu pun dengan peluang yang ada, sangatlah besar untuk keduanya bersatu kembali. Buktinya pagi itu Vitta mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai orang suruhan Mahesa untuk mencari Delina.
"Cepat datanglah kemari dan bawalah Delina bertemu suaminya," lanjut Vitta seraya menondar-mandir di ruang tamu. Sesekali suaranya dia pelankan agar tidak terdengar oleh Delina.
Seseorang yang sedang berbicara dengan Vitta di telepon pun mengiyakan. Mereka akan segara ke Surabaya untuk menjemput Delina. Setelah itu akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Delina.
"Hari ini juga kami akan segera ke Surabaya," ucap orang diseberang telepon.
###
Bagaimana ya tanggapan Delina kalau tahu Vitta membocorkan keberadaan dirinya kepada salah satu orang suruhan Mahesa? Apakah sebentar lagi Delina akan kembali kepada Mahesa? Atau kita buat saja Mahesa jadi stres karena memperjuangkan istrinya yang kabur? Enaknya gimana yaah?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1