
Belum ada kesempatan bagi Mahesa untuk mempertanyakan mengenai kelanjutan rumah tangga mereka. Rencananya malam nanti Mahesa akan langsung meminta keputusan dari Delina. Ada rencana yang dia susun untuk malam ini.
"Hmm ... kalau aku suka seseorang. Berarti aku harus mengikuti kebiasaan dan gaya hidupnya," gumam Mahesa di dalam kamar penginapan yang sudah dia sewa untuk beberapa bulan.
"Baiklah aku akan berubah."
Kebetulan malam ini adalah malam minggu. Delina pasti mengajak Baby El jalan-jalan keluar rumah. Dan Mahesa tahu kemana Delina akan pergi. Tentunya ke tempat sederhana dan tidak perlu membeli tiket masuk.
"Dimana ya mereka?" Mahesa celingak-celinguk mencari keberadaan istri dan anaknya.
"Apa mereka belum sampai?"
Taman bermain yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka menjadi tujuannya. Disana sudah banyak anak-anak yang berlarian kesana kemari, beberapa orang tua duduk di kursi taman. Dan Mahesa terus mencari keberadaan Delina dan Baby El.
"Astaga!" jerit Delina keget saat ada dinosaurus menghampirinya.
Badut dinosaurus berwarna hijau itu memberikan buket bunga untuk Delina. Lalu memberikan sebuah kado untuk Baby El. Kemudian dia duduk di kursi taman, bersebelahan dengan tempat duduk Delina.
"Maafkan aku. Kaget ya?" tanya Mahesa melepas kepala badut yang dia kenakan.
"Apa-apaan sih?" ketus Delina.
"Aku hanya ingin menghibur Baby El saja kok," jelasnya.
"Tenang saja aku tidak membeli kostum ini, aku hanya meminjamnya. Dan aku sendiri yang menjadi badutnya."
"Aku tahu pasti kamu tidak suka jika aku menghambur-hamburkan uang untuk menyewa orang."
__ADS_1
Delina tersenyum tipis menanggapi, dalam hati dia senang karena Mahesa mulai mengerti. Jujur saja dia lebih suka sesuatu yang sederhana, namun penuh makna. Apalagi kalau diberikan dengan berlapang dada.
"Oh iya. Istriku sayang, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu," ucap Mahesa membuka obrolan malam itu.
"Sepertinya aku telah lama kau gantung. Mengenai hubungan kita ke depannya, kau tidak pernah memberikan jawaban," lanjutnya.
"Aku mengaku salah karena perbuatanku saat awal kita menikah dulu. Aku juga mengaku salah karena menuduh yang tidak-tidak kepadamu."
"Maafkan aku ya."
Delina menautkan kedua alisnya. Lalu menatap sang suami, "Kau tidak mengaku salah sudah membawa perempuan lain masuk ke dalam rumah selama aku tidak ada?"
Perkataan yang dilontarkan Delina itu berhasil membuat Mahesa terlonjak kaget. Dalam hatinya bertanya-tanya siapa yang telah memberitahu Delina tentang hal itu.
"Ehm ... i-itu bu-bukan ma-mauku Sayang," ucap Mahesa tiba-tiba terbata.
"Alasan!" sambar Delina.
"Percayalah."
Wajah Mahesa memelas dengan dahi yang berkerut. Dia sangat berharap usahanya mengajak rujuk ini berhasil. Meskipun belum menemukan titik terang dari keberhasilan itu.
"Delina Sayang, aku sangat sangat sangat mencintaimu. Aku janji akan menjadikan kamu perempuan satu-satunya dihidupku," rayu Mahesa.
"Ayolah Sayang, kita bersama kembali seperti dulu."
"Sudah banyak perjalanan dan perjuangan yang telah kau lakukan untukku."
__ADS_1
"Aku tidak ingin menjadi pria yang tidak tahu balas budi dan tanggungjawab."
"Aku janji akan berubah menjadi pria yang mengutamakan keluarga diatas segalanya."
"Aku janji akan menjaga kamu dan keluarga kita selamanya."
"Aku janji akan menuruti semua keinginan kamu dan keluarga kita."
Terus saja Mahesa megucapkan janji-janjinya itu. Sampai-sampai membuat Delina bosan mendengernya. Perempuan itu pun menempelkan tangannya ke telinga, "Aku tidak butuh janji. Yang kubutuhkan hanyalak bukti."
Sontak Mahesa berdiri dari duduknya, "Tentu saja aku akan membuktikan semuanya kepada kamu."
"Jadi apa artinya kau menerimaku kembali?" tanya Mahesa antusias dengan mata yang berbinar.
"Belum. Ada syarat yang harus kau penuhi," sambung Delina.
"Syarat? Apa syaratnya? Aku akan memenuhi semua syarat yang kau berikan," timpal Mahesa bersemangat.
Tidak peduli apa syarat yang diberikan Delina kepadanya. Yang penting baginya adalah Delina mau kembali membangung rumah tangga bersama dengannya.
"Kira-kira apa syarat yang diberikan Delina ya?" batin Mahesa seraya menatap langit-langit kamarnya.
Belum juga Delina membeberkan apa syarat yang harus dipenuhi Mahesa. Tiba-tiba hujan turun dan memaksa mereka harus kembali ke tempat tinggal masing-masing. Dan semalaman penuh Mahesa tidak bisa tidur akibat kepikiran dengan syarat yang akan dikatakan Delina.
"Ayolah cepat pagi. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu Delina," gumam Mahesa berusaha tidur.
###
__ADS_1
Kira-kira ada syarat apalagi yang harus dipenuhi Mahesa agar Delina mau kembali kepadanya. Dan apa juga tujuan Delina memberikan syarat itu kepada Mahesa. Apakah ada sebuah rencana yang saat ini dirahasiakannya oleh Delina?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.