Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Kunjungan Kerja


__ADS_3

Mobil Alpard itu mengantarkan penumpangnya menuju Kota Bandung. Hari ini ada kunjungan ke salah satu cabang perusahaan yang ada di kota itu. Perusahaan yang ada disana sempat bermasalah karena beberapa oknum yang ada didalamnya.


"Bagaimana dengan orang-orang yang sudah melakukan penggelapan dana perusahaan?" tanya Mahesa kepada manager perusahaan cabang.


"Karyawan yang bersangkutan sudah berada di kantor polisi dan sedang diperiksa, Tuan," jelasnya.


"Mereka memang terbukti bersalah karena mengambil dana yang harusnya digunakan untuk membangun infrastruktur perusahaan," lanjutnya menjelaskan.


"Pantas saja gedung yang sudah direncanakan dua tahun yang lalu. Sampai sekarang belum selesai juga pembangunannya," resah Mahesa.


Manager perusahaan cabang Kota Bandung mengajak Mahesa dan Ferdi untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya.


"Kenapa bisa ada oknum-oknum seperti mereka di perusahaan ini?" tanya Mahesa.


"Kenapa bisa lalai seperti ini? Dan ini sudah terjadi cukup lama."


"Berapa coba uang yang sudah berhasil mereka gelapkan."


Sementara Mahesa dan Ferdi berbincang-bincang dengan manager yang bertanggung jawab di perusahaan cabang Kota Bandung. Delina memeriksa bagian berkas data laporan keuangan ditemani oleh Lily. Disebuah ruangan yang terdapat beberapa komputer.


"Bagaimana, Nona?" tanya Lily setelah Delina menyudahi kegiatannya.


"Sepertinya sudah beres dan kembali normal," jawabnya.


"Apa kau menemukan kejanggalan?" lanjutnya bertanya dan dijawab gelengan kepala dari Lily.


"Tinggal menunggu hukum mengadili orang-orang jahat itu."

__ADS_1


Usai menengok kantor perusahaan cabang Kota Bandung yang sempat bermasalah. Mereka memutuskan untuk langsung ke area proyek pembangunan gedung baru. Gedung yang rencananya digunakan sebagai kantor baru, karena gedung kantor yang lama sudah mulai menua.


"Ferdi sepertinya kita butuh orang dari kantor pusat yang harus dipekerjakan disini untuk memantau perusahaan cabang," kata Mahesa kepada Ferdi.


"Boleh juga, tetapi siapa yang akan kita pindahkan ke Bandung?" tanya Ferdi menanggapi.


"Robby saja buang jauh-jauh anak itu dari hadapanku. Muak aku melihatnya," usul Mahesa.


"Enggak bisa dong Sayang. Dia kan masih tergolong karyawan baru. Mana paham seluk beluk perusahaan cabang?" papar Delina yang dibenarkan oleh Ferdi.


Mereka berjalan mengedarkan pandangan keseluruh sudut ruangan gedung yang masih tahap pembangunan itu. Disana mereka disambut oleh penanggungjawab proyek yang menemani mereka berkeliling untuk melihat-lihat. Penanggungjawab itu juga menjelaskan setiap detail kemajuan pembangunan yang sedang berlangsung.


"Ehm ... maaf apakah ada toliet disekitar sini?" tanya Delina yang sepertinya sedang menahan buang air kecil.


"Oh, toilet ada Nona. Dibagian depan sana," jawab orang itu menujuk kearah depan.


"Mari saya antarkan kesana," tawarnya.


"Ayo Sayang," ajak Delina seraya beranjak pergi.


Sementara Ferdi dan Lily melanjutkan perjalanan mereka melihat proyek yang sedang berlangsung. Disana Mahesa sempat heran dengan istrinya yang menarik lengannya dengan kuat. Dan berjalan dengan cepat seperti dikejar-kejar maling.


Semakin heran karena tujuan Delina bukanlah toilet, melainkan menuju ke parkiran. Dimana mobil mewah mereka terparkir. Segera dia mengajak Mahesa masuk ke dalam mobil.


"Sayang kok malah masuk mobil?" tanya Mahesa.


"Mau pipis di mobil gitu? Kok jorok banget sih Sayang," lanjut Mahesa yang sudah menutup hidungnya.

__ADS_1


"Jangan ah Sayang. Kita ke toilet ya," ajak Mahesa yang mengira Delina benar-benar akan buang air kecil di dalam mobil.


Delina tak memedulikan ucapan Mahesa. Perempuan itu berkata, "Pak kita balik ke Jakarta sekarang juga ya."


"Bagaimana dengan Ferdi dan Lily?" sahut Mahesa cepat.


"Pak tunggu pak!" cegah Mahesa.


"Pak cepat berangkat pak!" timpal Delina.


Mereka saling bertatapan dan berdebat untuk tetap disana atau berangkat. Delina ngotot mengajak sopir untuk menjalankan mobilnya.


"Sayang kasian mereka ditinggal," ucap Mahesa.


"Enggak apa-apa Sayang. Biar mereka bisa PDKT dengan lama dan tanpa gangguan," balas Delina santai merasa lega dengan jebakan usilnya.


"Tetapi enggak ditinggal di Bandung juga dong Sayang. Bagaimana caranya mereka kembali ke Jakarta nantinya?"


"Wah aku kasian sama mereka. Kenapa kamu tega sekali Sayang?"


Sungguh Mahesa sangat mengkhawatirkan keduanya. Mengingat hari juga sudah mulai sore dan sebentar lagi malam akan segera tiba.


"Enggak apa-apa. Namanya cinta memang butuh perjuangan. Iya kan?"


Perempuan itu tampak sumeringah setelah meninggalkan Ferdi dan Lily di Bandung. Harapannya dengan begitu kedekatan antara dua orang itu terbangun. Dan akhirnya mudah saja untuk menyatukan mereka. Begitulah pikir Delina.


###

__ADS_1


Bagaimana menurut kalian, apakah rencana Delina membuahkan hasil. Apakah dengan cara seperti itu mampu mendekatkan Ferdi dan Lily? Dan bagaimana nasib mereka ketika tahu ditinggal di Bandung.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2