Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Mulai Bucin


__ADS_3

Sudah beberapa minggu Ferdi mulai mengurus beberapa perusahaan cabang. Sedangkan di perusahaan pusat diurus oleh Mahesa dan Delina. Kondisi perusahaan juga sudah perlahan membaik dan stabil.


"Sayang masa iya Ferdi dijodohin dengan Lily? Apa mereka mau?" tanya Mahesa saat di perjalanan menuju kantor.


"Apakah kamu tidak melihat kalau mereka itu sebenarnya cocok?" Delina balik bertanya.


"Cocok darimananya?" tanya Mahesa.


"Cocok karena mereka sama-sama dekat dengan kita."


Delina nyengir setelah mengatakan itu kepada suaminya. Entah kenapa dia ingin sekali menjodohkan kakaknya dengan pengawal pribadinya.


"Pokoknya aku harus menjodohkan mereka," kekeh Delina.


"Apakah Lily tipe perempuan idaman Ferdi?" tanya Mahesa.


"Enggak tahu, hehe," balas Delina sembari menghendikkan bahunya.


"Kenapa kita tidak tanya dulu kepada Ferdi tentang bagaimana tipe perempuan idamannya."


"Kemudian dia carikan perempuan yang sesuai dengan tipenya."


Mahesa tipe pria yang cuek, bahkan tipe perempuan orang terdekatnya saja dia tidak tahu. Antara Ferdi yang terlalu tertutup atau Mahesa yang sama sekali tidak perhatian kepadanya.


"Ih ... jangan. Pasti kakak langsung menolak kalau ditanya seperti itu," tolak Delina.


"Lebih baik kita langsung beraksi saja daripada banyak basa-basi."


Mahesa hanya menurut saja dengan keputusan sang istri. Biasanya memang apa yang direncanakan Delina banyak berhasilnya. Tetapi untuk kali ini, entahlah kita lihat saja bagaimana nantinya.

__ADS_1


**


"Sayang! Ini waktunya kerja kamu jangan main-main dong," protes Delina kesal.


Siang itu kala jenuh dalam aktivitas pekerjaannya. Mahesa mencoba menggoda sang istri. Sesekali mencolek pinggang sang istri yang membuatnya merasa geli.


"Sayang!" bentak Delina.


"Jangan ganggu dulu!" gertaknya.


"Ya, habisnya kamu terlalu sibuk sih. Orang waktunya istirahat juga," protes Mahesa melihat kearah jam dinding di ruangan itu.


"Bagaimana kalau kita makan siang dulu?" Mahesa menawarkan.


"Nanti dulu ah," jawab Delina sembari terus menatap laptop dihadapannya.


Karena istrinya yang terlalu membangkang membuat jiwa usil Mahesa semakin besar. Cara halus dengan mencolek-colek tubuh istrinya tidak mempan. Kini Mahesa harus menggunakan trik yang cukup licik.


Pria itu sudah memeluk Delina dari belakang. Mengusap-usapkan wajahnya pada rambut panjang Delina dan berakhir dengan menyandarkan kepalanya dibahu perempuan itu.


Delina yang merasa risih berusaha untuk menghentikan aksi Mahesa. Dia berkata, "Apaan sih. Tolong jangan ganggu dong."


"Sudah waktunya istirahat ayo kita makan dulu. Atau aku akan memakanmu?" ancam Mahesa tetap berbisik.


"Sebentar dulu ah. Nanggung nih," keluh Delina.


"Baiklah kalau begitu."


Mahesa langsung menarik kepala sang istri untuk menghadap kearahnya. Dilahapnya bibir milik istrinya itu dan dilumaatnya habis. Beberapa kali Delina berusaha melepaskan ciuman itu, tetapi Mahesa seakan mengunci bibirnya agar tidak lepas dari Delina.

__ADS_1


"Ini di kantor," ucap Delina saat bibir mereka terlepas.


"Aku tidak peduli," sahut Mahesa yang langsung menarik Delina ke dalam pelukannya.


Didorongnya Delina sampai ke tembok dan tangannya mulai menyelinap masuk melalui kemeja yang dikenakan istrinya itu. Delina berusaha menolak dengan memukul pelan lengan Mahesa, namun tidak dihiraukannya.


"Diamlah Sayang. Aku hanya sebentar," pintanya yang tangannya sudah bermain asyik didalam sana.


Kembali dia daratkan bibirnya dibibir sang istri. Menikmati detik demi detik yang mereka habiskan di ruangan Mahesa itu. Sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu. Segera Delina mendorong Mahesa agar pria itu melepaskannya.


"Siapa sih. Ganggu saja," kesal Mahesa.


Delina segera merapikan pakaiannya yang morat-marit akibat ulah Mahesa. Setelah tampak rapih seperti semula, dia segera membukakan pintu.


"Mau apa kamu?" sambut Mahesa dengan nada bicara tidak bersahabat.


"Sa-saya hanya ingin mengantarkan ini, Tuan," jawabnya lirih dengan sopan.


"Halah gak penting!" timpal Mahesa.


"Apa kau tidak tahu ini waktunya istirahat. Dan kau mengangguku?" bentak Mahesa.


Delina berdehem guna menghentikannya keributan kecil itu. "Aku yang menyuruhnya datang jam segini. Terima kasih ya."


Tampak sekali Mahesa masih tidak suka dengan pria itu. Tetapi kenapa justru istrinya selalu  baik kepada pria itu.


###


Ada yang bisa tebak siapa seseorang yang datang ke ruangan Mahesa itu? Clue-nya orang yang pernah ribut dengan Mahesa. Dan Mahesa masih saja menyimpan dendam. Tebak hayoooo

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2