Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Istri Rasa Simpanan


__ADS_3

Delina mulai kembali ke kantor karena ada beberapa hal yang harus dia kerjakan. Mengingat pesan dari Ferdi bahwa Mahesa dan Delina harus jaga jarak untuk sementara. Terutama saat di kantor, karena ada orang jahat  yang sedang mengintai mereka.


"Sayang aku berangkat dulu ya," pamit Mahesa usai sarapan.


"Sebenarnya aku sedih kita berangkat ke kantor sendiri-sendiri seperti ini," ucap Mahesa.


"Enggak apa-apa demi keselamatan semuanya," ucap Delina.


"Seperti istri rasa simpanan," canda Mahesa yang langsung mendapat cubitan pada lengannya.


"Kamu hati-hati di jalan ya," pesannya lanjut mencium kening sang istri.


Kemudian Delina mengantarkan Mahesa sampai ke mobil yang sudah menunggunya di depan pintu utama. Setelah mobil yang ditumpangi suaminya menghilang dari pandangannya. Delina kembali ke dalam rumah untuk memastikan kebutuhan anak-anaknya hari ini.


"Lily, apakah anak-anak sudah selesai makannya?" tanya Delina memasuki kamar El dan Sahira.


"Baby El sudah, Nona. Tetapi Baby Sahira agak susah makannya," ucap Lily yangs edari tadi menunggu pengasuh memberikan makanan kepada dua bayi itu.


"Ya sudah sini biar aku suapi saja siapa tahu mau," ucapnya seraya mengambil alih mangkuk bayo yang dipegang pengasuh.


Sekitar tiga puluh menit kemudian barulah Delina bersama Lily berangkat ke kantor dengan diantar sopir. Ada perasaan tidak enak saat mobil baru melaju lima ratus meter dari rumah. Delina memberikan tatapan kepada Lily dan begitu pun sebaliknya.


"Kok perasaanku enggak enak ya, Li?" gumam Delina mulai cemas.


"Sama, Nona," balas Lily yang ternyata perasaannya tidak jauh berbeda dengan Delina.

__ADS_1


"Pak kita berangkat hati-hati saja ya," pesan Delina yang langsung diangguki oleh sopir.


Memang biasanya supaya cepat sampai di kantor. Sopir memilih jalan bebas hambatan agar tidak terjebak macet. Masuklah mobil itu ke jalan tol yang  biasa mereka lewati ketika hendak menuju ke kantor pusat.


"Lily ada apa?" tanya Delina khawatir saat pengawalnya itu berkali-kali menengok kearah belakang mobil.


"Emh ... e-enggak ada apa-apa kok, Nona," kilahnya.


"Cuma memastikan saja. Kok kayaknya ada yang mengikuti kita ya?" ucapnya.


"Eh tetapi cuma perasaan saya saja," bohongnya dengan sesekali masih menoleh kearah belakang.


"Beneran?" Delina memastikan.


"Pak kita mampir ke rest area dulu ya," pinta Delina.


"Sepertinya aku ingin buang air kecil," lanjutnya sembari menunjuk rest area yang ada di depan sana.


Sontak Lily menghembuskan napas lega sembari menyandarkan tubuhnya ke jok mobil. Tuhan telah menjawab pertanyaannya sedari tadi dengan Delina yang meminta mampir di rest area. Setidaknya jika mobil mereka berhenti sejenak, Lily bisa memastikan apakah mobil yang sedari tadi di belakang mereka juga akan berhenti?


"Nona saya izin ke minimarket sebentar ingin membeli minuman," ucap Lily  berusaha mengulur waktu.


"Apa Anda ingin nitip sesuatu?" tanyanya.


"Enggak Li," jawab Delina.

__ADS_1


Barulah selesai membeli minuman, saat Lily keluar dari minimarket. Suara ambulans dan mobil polisi terdengar bersahutan dari rest area tersebut. Dengar-dengar telah terjadi kecelakan di belakang mereka tadi.


"Lily untunglah kita selamat. Apa perasaan tidak enak dari tadi pagi itu karena ini ya?" gumam Delina yang merasa selamat dari kecelakan beruntun itu.


"Ya mungkin saja, Nona." Lily menanggapi seraya matanya terus mencari-cari mobil hitam yang sedari tadi mengikuti mereka.


"Apa mobil itu ikut kecelakaan beruntun?" gumam Lily dalam hati saat tidak mendapati mobil itu.


Pasalnya mobil merek Pajero hitam itu. Sedari gang dekat rumah sudah mengikuti mereka sampai masuk juga ke dalam tol yang mereka lewati. Makanya Lily menjadi curiga, karena pergerakan mobil yang selalu mengikuti mobil yang dia tumpangi.


**


Baru saja tiba di depan kantor utama Mahesa Grup. Delina langsung mendapatkan telepon dari asisten suaminya. Segera Delina mengangkat telepon itu.


"Astaga! Apa kecelakaan di jalan tol?" teriak Delina saat terhubung dengan panggilan telepon tersebut.


"Baiklah aku akan segere kesana!"


Delina langsung panik dan mengeluarkan air matanya. Meminta sang sopir menuju ke sebuah rumah sakit.


###


Sebenarnya siapa yang kecelakaan? Kok Delina panik seperti itu? Apakah ada hubungannya dengan kecelakaan beruntun di tol tadi pagi? Coba kita tunggu kabarnya.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2